alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Warga Tionghoa Mulai Buru Pernak-pernik Imlek

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada Selasa (1/2) mendatang, warga Tionghoa, khususnya berdomisili di Denpasar, mulai mendatangi dan berburu hiasan Imlek. Hiasan bernuansa merah pun mulai ditonjolkan sejumlah toko yang khusus menjual pernak-pernik Imlek. Salah satunya, Toko Mutiara Abadi, yang berlokasi di Jalan Sutomo, Denpasar.

 

Pemilik Toko Mutiara Abadi, Andi Wijaya mengatakan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, belum banyak masyarakat yang berburu pernak-pernik Imlek.

 

“Sekarang ini kan masih dalam kondisi pandemi jadi secara Nasional belum betul-betul pulih. Pelanggan yang ke toko juga tidak begitu ramai, dan karena kondisi kita bisa memaklumi,” ujarnya saat ditemui, Rabu (26/1).

 

Di tokonya, berbagai jenis pernak-pernik Imlek tersedia dengan harga yang bervariatif. Mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 100 ribu. Pernak-pernik Imlek ini sebenarnya adalah impor dari China, namun ia mendapatkannya dari importir dan toko retail Jakarta dan Surabaya.

 

Andi menuturkan, rata-rata semua pernak-pernik Imlek memang diperlukan untuk menghiasi rumah warga Tionghoa. Dan yang paling diperlukan adalah hiasan pernak-pernik lampion serta hiasan Imlek lainnya yang bernuansa merah.

 

Pernak-pernik Imlek umumnya akan ramai dicari satu minggu sebelum Imlek. Dan bagi mereka di rumah yang memiliki tempat suci atau tempat persembahyangan, mereka akan melakukan pembersihan setelah itu. Kemudian, satu hari sebelum hari raya Imlek, mereka sudah bersembayang tengah malam atau pukul 24.00. Lalu keesokan harinya sanak keluarga akan berkumpul.

 

“Setiap warga Tionghoa di rumahnya terdapat tempat leluhur dan mereka juga menghias tempat leluhur tersebut untuk menyambut Imlek. Imlek adalah momen paling tepat untuk berhias agar para dewa bersukacita, para leluhur juga bergembira agar imun manusia bagus,” jelasnya.

 

Menurutnya, momen Imlek saat ini adalah momen yang paling tepat karena kasus Covid-19 sudah melandai. Selain itu, Imlek juga biasanya dirayakan dengan sukacita, ceria bergembira, serta berkumpul dengan sanak keluarga. Sementara untuk Imlek tahun ini jatuh pada Shio Macan Air. Ia juga menceritakan setidaknya penjualan pernak-pernik tahun ini lebih baik jika dibandingkan dua tahun lalu.

 

“Ketika pandemi mulai masuk, lebih parah lagi karena orang masih ketakutan, panik dan karena tahun ini sudah biasa mendengar isu atau apapun ini sekarang sudah lumayan daripada dua tahun lalu ketika pandemi baru muncul. Semua pada ketakutan tidak bisa merayakan Imlek dan berkumpul. Sekarang kan sudah bisa,” terangnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada Selasa (1/2) mendatang, warga Tionghoa, khususnya berdomisili di Denpasar, mulai mendatangi dan berburu hiasan Imlek. Hiasan bernuansa merah pun mulai ditonjolkan sejumlah toko yang khusus menjual pernak-pernik Imlek. Salah satunya, Toko Mutiara Abadi, yang berlokasi di Jalan Sutomo, Denpasar.

 

Pemilik Toko Mutiara Abadi, Andi Wijaya mengatakan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, belum banyak masyarakat yang berburu pernak-pernik Imlek.

 

“Sekarang ini kan masih dalam kondisi pandemi jadi secara Nasional belum betul-betul pulih. Pelanggan yang ke toko juga tidak begitu ramai, dan karena kondisi kita bisa memaklumi,” ujarnya saat ditemui, Rabu (26/1).

 

Di tokonya, berbagai jenis pernak-pernik Imlek tersedia dengan harga yang bervariatif. Mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 100 ribu. Pernak-pernik Imlek ini sebenarnya adalah impor dari China, namun ia mendapatkannya dari importir dan toko retail Jakarta dan Surabaya.

 

Andi menuturkan, rata-rata semua pernak-pernik Imlek memang diperlukan untuk menghiasi rumah warga Tionghoa. Dan yang paling diperlukan adalah hiasan pernak-pernik lampion serta hiasan Imlek lainnya yang bernuansa merah.

 

Pernak-pernik Imlek umumnya akan ramai dicari satu minggu sebelum Imlek. Dan bagi mereka di rumah yang memiliki tempat suci atau tempat persembahyangan, mereka akan melakukan pembersihan setelah itu. Kemudian, satu hari sebelum hari raya Imlek, mereka sudah bersembayang tengah malam atau pukul 24.00. Lalu keesokan harinya sanak keluarga akan berkumpul.

 

“Setiap warga Tionghoa di rumahnya terdapat tempat leluhur dan mereka juga menghias tempat leluhur tersebut untuk menyambut Imlek. Imlek adalah momen paling tepat untuk berhias agar para dewa bersukacita, para leluhur juga bergembira agar imun manusia bagus,” jelasnya.

 

Menurutnya, momen Imlek saat ini adalah momen yang paling tepat karena kasus Covid-19 sudah melandai. Selain itu, Imlek juga biasanya dirayakan dengan sukacita, ceria bergembira, serta berkumpul dengan sanak keluarga. Sementara untuk Imlek tahun ini jatuh pada Shio Macan Air. Ia juga menceritakan setidaknya penjualan pernak-pernik tahun ini lebih baik jika dibandingkan dua tahun lalu.

 

“Ketika pandemi mulai masuk, lebih parah lagi karena orang masih ketakutan, panik dan karena tahun ini sudah biasa mendengar isu atau apapun ini sekarang sudah lumayan daripada dua tahun lalu ketika pandemi baru muncul. Semua pada ketakutan tidak bisa merayakan Imlek dan berkumpul. Sekarang kan sudah bisa,” terangnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/