alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Daya Beli Masyarakat Turun, Penyaluran Kredit Sasar UMKM

DENPASAR, BALI EXPRESS – Praktisi perbankan menilai, turunnya daya beli masyarakat di tengah pandemic Covid-19 saat ini membawa pengaruh nyata kepada kinerja perbankan untuk menghimpun dana pihak ketiga (DPK).

Dirut BPR Kas, N. Rio Christian, Kamis (27/8) mengatakan, penurunan daya beli masyarakat ini tidak terlepas dari tidak adanya kunjungan wisatawan ke Bali selama beberapa bulan. “Kalaupun ada wisatawan yang masih bertahan di Bali, hal itu karena mereka tidak bisa kembali ke negaranya,” jelasnya.

Turunnya daya beli masyarakat ini, diakui Rio, secara langsung membawa dampak pada beberapa aktivitas teansaksi di industri perbankan. Salah satunya adalah terhambatnya target penyaluran kredit di industri perbankan.

Baca Juga :  Buka Usaha Sampai Jual Laptop, Kresna Kini Kantongi 60 Juta Perbulan

Selain itu, dikatakannya, saat ini lembaga perbankan membantu para pelaku usaha dengan memberikan program restrukturisasi dan relaksasi terkait fasilitas kredit. Hal ini sesuai dengan aturan POJK 11 tahun 2020.

“Kami tetap optimistis penyaluran kredit di daerah ini masih bertumbuh meski dibayangi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sektor UMKM, diakuinya, masih menjadi pilihan bank dalam penyaluran kredit, karena sampai saat ini, pengajuan pinjaman masih dilakukan oleh lembaga BPR, sejalan dengan anjuran pemerintah untuk mensupport pelaku UMKM. Namun proses yang dilakukan lebih selektif sehingga penyaluran kredit tepat sasaran dan tepat penggunaan.

Berdasarkan data triwulan I, diakui, pertumbuhan kredit mencapai 13 persen atau mencapai Rp 97,7 miliar dibandingkan 2019 mencapai Rp 86,4 miliar. Begitupula dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 24 persen yaitu mencapai Rp 123,2 miliar dari 2019 di kisaran Rp 99,7 miliar. Di tengah Covid-19, aset juga bertumbuh 22 persen di kisaran Rp 159,3 miliar dari 2019 mencapai Rp 130,3 miliar. Kinerja lainnya, CAR mencapai 27,19 persen, NPL 3,84 persen, ROA 1,52 persen dan ROE 4,13 persen.

Baca Juga :  Ma’ruf, Anggota Banser dan Tukang Motor Terkecil

DENPASAR, BALI EXPRESS – Praktisi perbankan menilai, turunnya daya beli masyarakat di tengah pandemic Covid-19 saat ini membawa pengaruh nyata kepada kinerja perbankan untuk menghimpun dana pihak ketiga (DPK).

Dirut BPR Kas, N. Rio Christian, Kamis (27/8) mengatakan, penurunan daya beli masyarakat ini tidak terlepas dari tidak adanya kunjungan wisatawan ke Bali selama beberapa bulan. “Kalaupun ada wisatawan yang masih bertahan di Bali, hal itu karena mereka tidak bisa kembali ke negaranya,” jelasnya.

Turunnya daya beli masyarakat ini, diakui Rio, secara langsung membawa dampak pada beberapa aktivitas teansaksi di industri perbankan. Salah satunya adalah terhambatnya target penyaluran kredit di industri perbankan.

Baca Juga :  Delegasi BBTF Kunjungi Kabupaten Jembrana

Selain itu, dikatakannya, saat ini lembaga perbankan membantu para pelaku usaha dengan memberikan program restrukturisasi dan relaksasi terkait fasilitas kredit. Hal ini sesuai dengan aturan POJK 11 tahun 2020.

“Kami tetap optimistis penyaluran kredit di daerah ini masih bertumbuh meski dibayangi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sektor UMKM, diakuinya, masih menjadi pilihan bank dalam penyaluran kredit, karena sampai saat ini, pengajuan pinjaman masih dilakukan oleh lembaga BPR, sejalan dengan anjuran pemerintah untuk mensupport pelaku UMKM. Namun proses yang dilakukan lebih selektif sehingga penyaluran kredit tepat sasaran dan tepat penggunaan.

Berdasarkan data triwulan I, diakui, pertumbuhan kredit mencapai 13 persen atau mencapai Rp 97,7 miliar dibandingkan 2019 mencapai Rp 86,4 miliar. Begitupula dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 24 persen yaitu mencapai Rp 123,2 miliar dari 2019 di kisaran Rp 99,7 miliar. Di tengah Covid-19, aset juga bertumbuh 22 persen di kisaran Rp 159,3 miliar dari 2019 mencapai Rp 130,3 miliar. Kinerja lainnya, CAR mencapai 27,19 persen, NPL 3,84 persen, ROA 1,52 persen dan ROE 4,13 persen.

Baca Juga :  Buka Usaha Sampai Jual Laptop, Kresna Kini Kantongi 60 Juta Perbulan

Most Read

Artikel Terbaru

/