alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Puluhan Ribu UMKM Diusulkan Terima Bantuan 

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng kembali akan dapat guyuran dana dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI. Calon penerima bantuan sosial produktif ini, akan menerima bantuan senilai Rp 2,4 juta.

Data dari Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UMKM) Buleleng, menyebutkan, saat ini di Buleleng terdapat sedikitnya 35.555 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut pihaknya melakukan penyisiran terhadap para pelaku usaha mikro sebagai calon penerima bantuan sosial produktif.

Dari jumlah tersebut, pihaknya telah mengajukan 25.768 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai calon penerima bantuan sosial produktif bagi usaha mikro. UMKM yang diajukan merupakan yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Kadis Dagprinkop UMKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menjelaskan, pengusulan tersebut telah dilakukan pada 15 Agustus lalu. Saat ini proses pengusulan masih dalam tahapan verifikasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI.

Baca Juga :  Maret 2021, Keberangkatan Angkutan Laut Naik 42,08 Persen

Sudiarta menyebut, verifikasi dilakukan untuk memastikan program bantuan tepat sasaran. Program yang dikenal sebagai bantuan sosial produktif usaha mikro ini, menyasar pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima kredit perbankan.

“Penerima bantuan sosial produktif adalah pelaku usaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan. Penyisiran data usaha mikro yang mengakses kredit atau tidaknya akan dilakukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bersama OJK.,” ujar Dewa Sudiarta, Kamis (27/8) siang.

Ia menegaskan, pelaku usaha yang diajukan sebagai calon penerima bantuan sosial produktif berbeda dengan penerima stimulus UMKM dari Pemerintah Provinsi Bali yang telah diusulkan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Setiap Hari, Layanan Mobil Service Keliling Honda Hadir di Mall

“Pelaku usaha mikro yang kami ajukan sebagai calon penerima bantuan sosial produktif ini, bukan penerima BSU (Bantuan Stimulus Usaha) dari provinsi kemarin. Karena tidak boleh menerima bantuan yang serupa,” imbuh Dewa Sudiarta.

Sejauh ini, program bantuan dari pemerintah ini untuk di Kabupaten Buleleng tidak diberikan kuota spesifik. Artinya, sampai kuota nasional terpenuhi sebesar 12 juta. Pihaknya akan terus berupaya mendorong agar UMKM di Buleleng mendapat bantuan agar usaha yang dijalankan tetap bergeliat.

“Dengan adanya program ini usaha mikro diharapkan tetap terjaga keberlangsungan usahanya. Bantuan bisa digunakan membeli kebutuhan produksi, biaya operasional, dan sebagainya, ”harapnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng kembali akan dapat guyuran dana dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI. Calon penerima bantuan sosial produktif ini, akan menerima bantuan senilai Rp 2,4 juta.

Data dari Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UMKM) Buleleng, menyebutkan, saat ini di Buleleng terdapat sedikitnya 35.555 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut pihaknya melakukan penyisiran terhadap para pelaku usaha mikro sebagai calon penerima bantuan sosial produktif.

Dari jumlah tersebut, pihaknya telah mengajukan 25.768 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai calon penerima bantuan sosial produktif bagi usaha mikro. UMKM yang diajukan merupakan yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Kadis Dagprinkop UMKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menjelaskan, pengusulan tersebut telah dilakukan pada 15 Agustus lalu. Saat ini proses pengusulan masih dalam tahapan verifikasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI.

Baca Juga :  Setiap Hari, Layanan Mobil Service Keliling Honda Hadir di Mall

Sudiarta menyebut, verifikasi dilakukan untuk memastikan program bantuan tepat sasaran. Program yang dikenal sebagai bantuan sosial produktif usaha mikro ini, menyasar pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima kredit perbankan.

“Penerima bantuan sosial produktif adalah pelaku usaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan. Penyisiran data usaha mikro yang mengakses kredit atau tidaknya akan dilakukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bersama OJK.,” ujar Dewa Sudiarta, Kamis (27/8) siang.

Ia menegaskan, pelaku usaha yang diajukan sebagai calon penerima bantuan sosial produktif berbeda dengan penerima stimulus UMKM dari Pemerintah Provinsi Bali yang telah diusulkan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pasar Hewan Pempatan Lama Sepi, Transaksi Dilakukan di Rumah

“Pelaku usaha mikro yang kami ajukan sebagai calon penerima bantuan sosial produktif ini, bukan penerima BSU (Bantuan Stimulus Usaha) dari provinsi kemarin. Karena tidak boleh menerima bantuan yang serupa,” imbuh Dewa Sudiarta.

Sejauh ini, program bantuan dari pemerintah ini untuk di Kabupaten Buleleng tidak diberikan kuota spesifik. Artinya, sampai kuota nasional terpenuhi sebesar 12 juta. Pihaknya akan terus berupaya mendorong agar UMKM di Buleleng mendapat bantuan agar usaha yang dijalankan tetap bergeliat.

“Dengan adanya program ini usaha mikro diharapkan tetap terjaga keberlangsungan usahanya. Bantuan bisa digunakan membeli kebutuhan produksi, biaya operasional, dan sebagainya, ”harapnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/