28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Tekan Inflasi, BI Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Jembrana

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Sebanyak 3.000 bibit cabai diserahkan Bank Indonesia untuk kabupaten Jembrana sebagai upaya menekan inflasi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H Heatubun kepada Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua TP Kecamatan se-kabupaten Jembrana, Selasa (27/9) di Sekretariat PKK Jembrana.

Bantuan bibit cabai tersebut kemudian akan diserahkan kembali kepada masyarakat Jembrana. Turut hadir Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Sekda Jembrana I Made Budiasa, Asisten Pembangunan dan Kesra I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, OPD terkait serta Camat se-Jembrana.

Atas bantuan tersebut, Ketua TP PKK kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mengucapkan terimakasih serta berharap kolaborasi dan sinergitas tersebut bisa terus berlanjut guna menjaga stabilitas dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya saat ini kondisi perekonomian masyarakat kembali menurun akibat kenaikan harga BBM yang menyebabkan kenaikan harga barang terutama kenaikan harga kebutuhan pangan di pasaran seperti cabai dan bawang merah.

Baca Juga :  bjb Sekuritas Ungkap Tips Aman Berinvestasi di Tengah Pandemi

“Kenaikan inflasi ini jangan membuat kita panik tapi mari kita bijak untuk memanfaatkan pekarangan rumah melalui program “Aku Hatinya PKK”. Kita tanami pekarangan rumah dengan tanaman pangan seperti cabai, terong, tomat, bayam yang hasil panennya dapat memenuhi kebutuhan dapur maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga,”kata Candrawati.

Kepada para Camat dan Ketua TP PKK kecamatan pihaknya berpesan dengan bantuan bibit cabai yang telah diserahkan untuk dapat diteruskan kepada masyarakat dan memantau keberlangsungannya. “Pastikan bibit cabai ini betul – betul dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat, dan kami dari TP PKK kabupaten juga akan secara rutin turun memantau ke sasaran penerima bantuan demi terwujudnya Paman Emas 26 (Pangan Aman Menuju Jembrana Emas 2026),”ujarnya.

Baca Juga :  H-2 Open Border, Belum Ada Tanda Kedatangan Wisman

Sementara Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H Heatubun menyampaikan pemberian bantuan bibit cabai ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi BI atas diterbitkannya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Salah satu kegiatan dari gerakan tersebut adalah ajakan untuk menanam cabai. “Seperti yang kita ketahui bahwa cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi tidak hanya di Bali tetapi seluruh Indonesia. Kita harapkan dengan gerakan tanam cabai khususnya melalui kader PKK kita bisa mengendalikan inflasi dari harga cabai,”ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan bahwa 3000 bibit cabai yang telah diserahkan agar bisa dirawat dan dipelihara dengan baik. “Jika berhasil dirawat dengan baik, pada bulan November dan Desember depan sudah bisa melakukan panen dan bisa memenuhi kebutuhan cabai dari pekarangan rumah sehingga bisa menanggulangi kenaikan harga cabai,”tandasnya. (tor)






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Sebanyak 3.000 bibit cabai diserahkan Bank Indonesia untuk kabupaten Jembrana sebagai upaya menekan inflasi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H Heatubun kepada Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua TP Kecamatan se-kabupaten Jembrana, Selasa (27/9) di Sekretariat PKK Jembrana.

Bantuan bibit cabai tersebut kemudian akan diserahkan kembali kepada masyarakat Jembrana. Turut hadir Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Sekda Jembrana I Made Budiasa, Asisten Pembangunan dan Kesra I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, OPD terkait serta Camat se-Jembrana.

Atas bantuan tersebut, Ketua TP PKK kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mengucapkan terimakasih serta berharap kolaborasi dan sinergitas tersebut bisa terus berlanjut guna menjaga stabilitas dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya saat ini kondisi perekonomian masyarakat kembali menurun akibat kenaikan harga BBM yang menyebabkan kenaikan harga barang terutama kenaikan harga kebutuhan pangan di pasaran seperti cabai dan bawang merah.

Baca Juga :  Bantu Petani, ASN di Gianyar Beli 5 Ton Ikan Senilai Rp 150 Juta

“Kenaikan inflasi ini jangan membuat kita panik tapi mari kita bijak untuk memanfaatkan pekarangan rumah melalui program “Aku Hatinya PKK”. Kita tanami pekarangan rumah dengan tanaman pangan seperti cabai, terong, tomat, bayam yang hasil panennya dapat memenuhi kebutuhan dapur maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga,”kata Candrawati.

Kepada para Camat dan Ketua TP PKK kecamatan pihaknya berpesan dengan bantuan bibit cabai yang telah diserahkan untuk dapat diteruskan kepada masyarakat dan memantau keberlangsungannya. “Pastikan bibit cabai ini betul – betul dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat, dan kami dari TP PKK kabupaten juga akan secara rutin turun memantau ke sasaran penerima bantuan demi terwujudnya Paman Emas 26 (Pangan Aman Menuju Jembrana Emas 2026),”ujarnya.

Baca Juga :  Kebutuhan Uang Tunai di Bali Diperkirakan Meningkat Pada April

Sementara Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H Heatubun menyampaikan pemberian bantuan bibit cabai ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi BI atas diterbitkannya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Salah satu kegiatan dari gerakan tersebut adalah ajakan untuk menanam cabai. “Seperti yang kita ketahui bahwa cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi tidak hanya di Bali tetapi seluruh Indonesia. Kita harapkan dengan gerakan tanam cabai khususnya melalui kader PKK kita bisa mengendalikan inflasi dari harga cabai,”ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan bahwa 3000 bibit cabai yang telah diserahkan agar bisa dirawat dan dipelihara dengan baik. “Jika berhasil dirawat dengan baik, pada bulan November dan Desember depan sudah bisa melakukan panen dan bisa memenuhi kebutuhan cabai dari pekarangan rumah sehingga bisa menanggulangi kenaikan harga cabai,”tandasnya. (tor)






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/