26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Jualan Bakso Belasan Tahun, Painten Habiskan 14 Kilogram Daging Ayam Per Hari

DENPASAR, BALI EXPRESS – Meski usianya tak lagi muda, tangannya tak lagi kencang membunyikan pentung baksonya, Painten, 68, masih semangat berjualan bakso di tengah cuaca Denpasar yang tak menentu. Bersama istrinya, Tijah, ia berjualan bakso setiap harinya mulai pukul 11.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

 

Belasan tahun lamanya Painten berjualan bakso gerobak di kawasan Jalan Sandat, Banjar Kertha Bhuwana Kaja, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara. Ciri khas baksonya berwarna kuning, lantaran pekatnya kunyit dalam bumbu genapnya. Selain kunyit, dalam bumbunya juga terdapar jahe, kencur, dan laos. Resep bakso ini ia peroleh dari kenalan orang asli China.

 

Kata Painten, modal untuk berjualan bakso cukup banyak. Seharinya saja, ia bisa merogoh kocek sampai Rp 1,4 juta untuk membeli daging ayam sekitar 14 kilogram dan hati ayam 4 kilogram. Jika baksonya habis terjual dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan bersih sampai Rp 300 ribu. Jika tidak, tidak ada uang yang masuk ke tabungan. Seperti saat pandemi Covid-19 sekarang ini, 14 kilogram yang biasanya habis dalam sehari, kini baru bisa habis terjual dua atau tiga hari. “Sekarang sudah jadi dua hari sekali beli bahan bakunya. Sekarang sepi sekali,” ungkapnya yang ditemui di lokasi, Senin (28/2).

 

Beruntung, ia mendapat bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dari pemerintah senilai Rp 1,2 juta. Bantuan itu ia gunakan untuk menambah modal jualannya. Mulanya, ia dibantu oleh pihak banjar, kepala desa, dan perbekel untuk pengajuan BPUM. Ia diminta untuk menyiapkan berkas seperti surat keterangan usaha, KTP, dan buku tabungan. Menunggu selama lima bulan, ia kemudian dikabari oleh perbekel bahwa bantuannya sudah bisa dicairkan. Selanjutnya ia mendatangi Bank BRI sebagai bank penyalur BPUM. Dibantu oleh Bank BRI, pencairan bisa berlangsung mudah dan cepat.

 

“Ini sekitar 5 bulan lalu. Dapat Rp 1,2 juta. Saya gunakan untuk nambah modal jualan bakso. Nyairin bantuan BPUM ini mudah. Bantuan ini sangat bermanfaat. BRI yang bantu,” katanya.

 

Dirinya dan sang istri berjualan setiap hari kecuali Minggu. Mulai pukul 01.30 Wita ia pergi ke Pasar Badung membeli bahan baku sampai pukul 04.00 Wita. Setibanya dari pasar, barulah ia mulai membuat adonan baksonya. Diakuinya, ia tak mematok harga bakso dalam semangkoknya. Tapi untuk porsi lengkap, pelanggan cukup mengeluarkan uang Rp 15 ribu per mangkok dengan isian bakso, telor, tahu, siomay, pangsit, dan mie kuning.

 

“Di sini saya sudah punya pelanggan tetap. Bakso saya bahkan sering dicek sama Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Bank BRI sebagai bank penyalur BPUM mendukung kegiatan pemerintah dalam membantu masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19. Dengan Bank BRI, proses pencairan BPUM dapat berlangsung dengan mudah dan cepat. “Sebagai bank penyalur BPUM, kami mempermudah masyarakat yang mendapatkan BPUM untuk mencairkan dananya. Hal ini sebagai bentuk pelayanan kami bagi masyarakat,” tutur Regional CEO BRI Denpasar, Rudy Andimono.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Meski usianya tak lagi muda, tangannya tak lagi kencang membunyikan pentung baksonya, Painten, 68, masih semangat berjualan bakso di tengah cuaca Denpasar yang tak menentu. Bersama istrinya, Tijah, ia berjualan bakso setiap harinya mulai pukul 11.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

 

Belasan tahun lamanya Painten berjualan bakso gerobak di kawasan Jalan Sandat, Banjar Kertha Bhuwana Kaja, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara. Ciri khas baksonya berwarna kuning, lantaran pekatnya kunyit dalam bumbu genapnya. Selain kunyit, dalam bumbunya juga terdapar jahe, kencur, dan laos. Resep bakso ini ia peroleh dari kenalan orang asli China.

 

Kata Painten, modal untuk berjualan bakso cukup banyak. Seharinya saja, ia bisa merogoh kocek sampai Rp 1,4 juta untuk membeli daging ayam sekitar 14 kilogram dan hati ayam 4 kilogram. Jika baksonya habis terjual dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan bersih sampai Rp 300 ribu. Jika tidak, tidak ada uang yang masuk ke tabungan. Seperti saat pandemi Covid-19 sekarang ini, 14 kilogram yang biasanya habis dalam sehari, kini baru bisa habis terjual dua atau tiga hari. “Sekarang sudah jadi dua hari sekali beli bahan bakunya. Sekarang sepi sekali,” ungkapnya yang ditemui di lokasi, Senin (28/2).

 

Beruntung, ia mendapat bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dari pemerintah senilai Rp 1,2 juta. Bantuan itu ia gunakan untuk menambah modal jualannya. Mulanya, ia dibantu oleh pihak banjar, kepala desa, dan perbekel untuk pengajuan BPUM. Ia diminta untuk menyiapkan berkas seperti surat keterangan usaha, KTP, dan buku tabungan. Menunggu selama lima bulan, ia kemudian dikabari oleh perbekel bahwa bantuannya sudah bisa dicairkan. Selanjutnya ia mendatangi Bank BRI sebagai bank penyalur BPUM. Dibantu oleh Bank BRI, pencairan bisa berlangsung mudah dan cepat.

 

“Ini sekitar 5 bulan lalu. Dapat Rp 1,2 juta. Saya gunakan untuk nambah modal jualan bakso. Nyairin bantuan BPUM ini mudah. Bantuan ini sangat bermanfaat. BRI yang bantu,” katanya.

 

Dirinya dan sang istri berjualan setiap hari kecuali Minggu. Mulai pukul 01.30 Wita ia pergi ke Pasar Badung membeli bahan baku sampai pukul 04.00 Wita. Setibanya dari pasar, barulah ia mulai membuat adonan baksonya. Diakuinya, ia tak mematok harga bakso dalam semangkoknya. Tapi untuk porsi lengkap, pelanggan cukup mengeluarkan uang Rp 15 ribu per mangkok dengan isian bakso, telor, tahu, siomay, pangsit, dan mie kuning.

 

“Di sini saya sudah punya pelanggan tetap. Bakso saya bahkan sering dicek sama Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Bank BRI sebagai bank penyalur BPUM mendukung kegiatan pemerintah dalam membantu masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19. Dengan Bank BRI, proses pencairan BPUM dapat berlangsung dengan mudah dan cepat. “Sebagai bank penyalur BPUM, kami mempermudah masyarakat yang mendapatkan BPUM untuk mencairkan dananya. Hal ini sebagai bentuk pelayanan kami bagi masyarakat,” tutur Regional CEO BRI Denpasar, Rudy Andimono.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru