29.8 C
Denpasar
Tuesday, December 6, 2022

Tawarkan Harga Rp 75 Ribu per Malam, Pemkab Badung akan Tata Hostel

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Pesatnya perkembangan pariwisata Badung merangsang tumbuhnya hostel di wilayah setempat.  Keberadaan rumah yang dioperasionalkan layaknya hotel itu belakangan diduga menjadi salah satu penyebab persaingan tarif. Pasalnya ada yang menawarkan penginapan bagi wisatawan dengan harga yang sangat murah kisaran antara Rp 75 ribu – Rp 100 ribuan. Berkenaan dengan hal itu, keberadaan hostel akan ditata oleh Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata.

Kadispar Badung, I Made Badra mengatakan, seluruh akomodasi pariwisata, baik hotel, vila, hostel dan lainnya akan ditata dengan standar Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH). Dengan demikian, keberadaan usaha ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, khususnya di Badung.“Kami sedang dalam progres untuk menata hotel, villa hostel dan lainnya dengan standar sesuai SMPH dan kelas hotelnya,” ujarnya, Selasa kemarin (27/3).

Baca Juga :  Dikejar Belanda, Daratan “Disulap Jadi Lautan” di Pura Tumbal Segara

Penataan tersebut, kata dia, tak terlepas dari upaya penataan pariwisata pascaerupsi Gunung Agung. Dengan demikian, pemulihan atau recovery pariwisata sangat penting dilakukan. “Industri pariwisata, khusus di Badung dan Bali saat ini perlu pemulihan pasca erupsi Gunung Agung. Ke depan kami pasti melakukan penataan pariwisata, sehingga berkualitas dan sustainable,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan sempat meminta Pemkab Badung untuk memperhatikan keberadaan hostel  yang di antaranya menyebar di Badung Selatan dan sebagian di Kuta Utara seperti Canggu dan Kerobokan. Hostel biasanya menyasar turis-turis dengan kemampuan keuangan pas-pasanya atau sering disebut backpaker. “Hostel, condotel perlu ditata dibenahi agar sinergitas dan saling mendukung jangan sampai merusak harga,” pintanya. Apalagi, diduga hostel-hostel tersebut tak berizin. 

Baca Juga :  Harumkan Bali, Dewi Ersani Sabet Medali Perunggu

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Pesatnya perkembangan pariwisata Badung merangsang tumbuhnya hostel di wilayah setempat.  Keberadaan rumah yang dioperasionalkan layaknya hotel itu belakangan diduga menjadi salah satu penyebab persaingan tarif. Pasalnya ada yang menawarkan penginapan bagi wisatawan dengan harga yang sangat murah kisaran antara Rp 75 ribu – Rp 100 ribuan. Berkenaan dengan hal itu, keberadaan hostel akan ditata oleh Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata.

Kadispar Badung, I Made Badra mengatakan, seluruh akomodasi pariwisata, baik hotel, vila, hostel dan lainnya akan ditata dengan standar Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH). Dengan demikian, keberadaan usaha ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, khususnya di Badung.“Kami sedang dalam progres untuk menata hotel, villa hostel dan lainnya dengan standar sesuai SMPH dan kelas hotelnya,” ujarnya, Selasa kemarin (27/3).

Baca Juga :  Penjahit Kebaya Beralih Membuat Masker

Penataan tersebut, kata dia, tak terlepas dari upaya penataan pariwisata pascaerupsi Gunung Agung. Dengan demikian, pemulihan atau recovery pariwisata sangat penting dilakukan. “Industri pariwisata, khusus di Badung dan Bali saat ini perlu pemulihan pasca erupsi Gunung Agung. Ke depan kami pasti melakukan penataan pariwisata, sehingga berkualitas dan sustainable,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan sempat meminta Pemkab Badung untuk memperhatikan keberadaan hostel  yang di antaranya menyebar di Badung Selatan dan sebagian di Kuta Utara seperti Canggu dan Kerobokan. Hostel biasanya menyasar turis-turis dengan kemampuan keuangan pas-pasanya atau sering disebut backpaker. “Hostel, condotel perlu ditata dibenahi agar sinergitas dan saling mendukung jangan sampai merusak harga,” pintanya. Apalagi, diduga hostel-hostel tersebut tak berizin. 

Baca Juga :  Diamankan di Kuta dan Kuta Selatan, Puluhan Gepeng Dipulangkan

Most Read

Artikel Terbaru

/