alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rasa Beda, Tape Singkong Khas Lodtunduh Dibangkitkan Lagi

GIANYAR, BALI EXPRESS –Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, bangkitkan kuliner tape khas desa setempat. Langkah itu diambil lantaran tape singkong mulai langka, mulai dari bahan baku hingga masyarakat yang membuatnya. Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Lodtunduh, I Wayan Gunawan, Minggu (27/9).

Disebutkannya, nama tape atau jajanan dari singkong khas Lodtunduh sempat trending pada zamannya. Namun sayang, perajin tape Lodtunduh kini hanya bisa dihitung dengan jari. 

Pihak Desa Lodtunduh, lanjutnya, berencana kembali menggeliatkan jajanan khas desa setempat tersebut. “Hampir punah, padahal cirinya, rasanya beda dengan tape daerah lain,” jelasnya.

Gunawan juga menjelaskan, dari tanaman singkongnya saja berbeda dengan daerah lainnya, dikarenakan kualitas singkong yang ditanam di kasawan desa setempat memiliki tekstur tanah mengandung pasir, sehingga cita rasa singkongnya beda.

Selain dipengaruhi oleh bahan baku dan tempat tanamnya, pengolahan dan cara buatnya juga dilakukan dengan tradisional.  Sehingga rasanya pun sangat beda dari tape singkong pada umumnya.

Namun, karena keterbatasan bahan baku tersebut, membuat kuliner bersejarah itu kian menghilang. “Ini mau kami geliatkan kembali, jangan sampai kuliner bersejarah hilang,” paparnya.

Gunawan menyampaikan, keberadaan tape ini sudah ada dari dahulu. Bahkan setelah terbentuknya desa adat terdahulu,  tape singkong Desa Lodtunduh telah dikenal di pasaran tradisional sebelumnya. “Setelah terbentuknya desa adat sudah ada, ini turun temurun,” ungkapnya.

Lantaran pembuatan tradisional, pemasarannya pun masih sistem titip di warung dan pasar umum. “Pasarannya ke warung dan pasar umum. Sukawati, Singapadu Kaler. Paling jauh pasar Mambal. Untuk kemasannya masih dikemas dengan daun pisang. Kalau ke pasar oleh-oleh belum. Khusus kemasan, nantinya dicoba kemasan dari anyaman bambu,” tandas pria yang menjalankan dua periode menjadi perbekel tersebut.


GIANYAR, BALI EXPRESS –Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, bangkitkan kuliner tape khas desa setempat. Langkah itu diambil lantaran tape singkong mulai langka, mulai dari bahan baku hingga masyarakat yang membuatnya. Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Lodtunduh, I Wayan Gunawan, Minggu (27/9).

Disebutkannya, nama tape atau jajanan dari singkong khas Lodtunduh sempat trending pada zamannya. Namun sayang, perajin tape Lodtunduh kini hanya bisa dihitung dengan jari. 

Pihak Desa Lodtunduh, lanjutnya, berencana kembali menggeliatkan jajanan khas desa setempat tersebut. “Hampir punah, padahal cirinya, rasanya beda dengan tape daerah lain,” jelasnya.

Gunawan juga menjelaskan, dari tanaman singkongnya saja berbeda dengan daerah lainnya, dikarenakan kualitas singkong yang ditanam di kasawan desa setempat memiliki tekstur tanah mengandung pasir, sehingga cita rasa singkongnya beda.

Selain dipengaruhi oleh bahan baku dan tempat tanamnya, pengolahan dan cara buatnya juga dilakukan dengan tradisional.  Sehingga rasanya pun sangat beda dari tape singkong pada umumnya.

Namun, karena keterbatasan bahan baku tersebut, membuat kuliner bersejarah itu kian menghilang. “Ini mau kami geliatkan kembali, jangan sampai kuliner bersejarah hilang,” paparnya.

Gunawan menyampaikan, keberadaan tape ini sudah ada dari dahulu. Bahkan setelah terbentuknya desa adat terdahulu,  tape singkong Desa Lodtunduh telah dikenal di pasaran tradisional sebelumnya. “Setelah terbentuknya desa adat sudah ada, ini turun temurun,” ungkapnya.

Lantaran pembuatan tradisional, pemasarannya pun masih sistem titip di warung dan pasar umum. “Pasarannya ke warung dan pasar umum. Sukawati, Singapadu Kaler. Paling jauh pasar Mambal. Untuk kemasannya masih dikemas dengan daun pisang. Kalau ke pasar oleh-oleh belum. Khusus kemasan, nantinya dicoba kemasan dari anyaman bambu,” tandas pria yang menjalankan dua periode menjadi perbekel tersebut.


Most Read

Artikel Terbaru

/