alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

PT PLN UID Bali Dukung Wisata Konservasi Mangrove di Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Konservasi mangrove merupakan salah satu kawasan wisata yang dikembangkan di Bali. Berlokasi di Banjar Rangkan Sari, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, kawasan ini dikembangkan untuk meningkatan ekonomi masyarakat sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

“Dikembangkannya kawasan konservasi mangrove ini merupakan upaya bersama untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Made Arya, Kamis (29/4).

Di kawasan wisata konservasi mangrove ini, para wisatawan dapat bermain kano. Selain itu juga bisa mengelilingi dan menikmati pemandangan hutan mangrove dengan menaiki boat sampai tembus ke jalan tol. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu, para wisatawan sudah bisa menggunakan kano tersebut sepuasnya. Sementara jika ingin berkeliling hutan dengan boat, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 350 ribu selama dua jam dan dapat menampung sebanyak 12 orang.

Baca Juga :  BPR Lestari Menginisiasi Gugatan di MK, Kini BPR Sah Ikut Lelang

Arya menjelaskan, pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove ini telah dimulai sejak tahun 2020. Pada waktu itu pihaknya dari PT PLN UID Bali menyalurkan bantuan sebesar Rp 80 juta untuk pembelian kano dan tempat sampah. Dan kali ini, PT PLN UID Bali kembali menyalurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove tersebut.

Melalui bantuan tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Pemogan. Bantuan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembuatan spot selfie yang sekaligus digunakan untuk posko pengawasan terpadu serta pemasangan lampu hias. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Simbar Segara, Ketut Darsana menuturkan, bahwa pihaknya berkomitmen dan konsisten dalam mengelola kawasan konservasi secara berkelanjutan. Terlebih pihaknya terus mendapatkan binaan dari PT PLN UID Bali.

Baca Juga :  Ini Cara Mudah Dapatkan Stimulus Listrik PLN Mulai Maret

“PLN sudah terus membina dan memberikan bantuan secara berkelanjutan kepada kelompok kami. Semoga dengan bantuan ini menjadikan kami tambah bersemangat dan konsisten dalam mengelola kawasan pesisir sehingga menjadi dayak tarik wisata dan mampu meningkatkan taraf hidup kami sebagai nelayan,” katanya.

Selain itu, Made Yuda dari Tahura Ngurah Rai juga menyampaikan bahwa Kelompok Nelayan Simbar Segara sebagai andalan dalam menjaga Kawasan Hutan Mangrove di Desa Pemogan. “Kelompok ini telah kami berikan ijin dalam pengelolaan dan menjaga Kawasan Hutan Mangrove dengan tetap mematuhi aturan dan kaidah konservasi. Sehingga jika ada bangunan fisik konsepnya harus ramah lingkungan,” ungkapnya.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Konservasi mangrove merupakan salah satu kawasan wisata yang dikembangkan di Bali. Berlokasi di Banjar Rangkan Sari, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, kawasan ini dikembangkan untuk meningkatan ekonomi masyarakat sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

“Dikembangkannya kawasan konservasi mangrove ini merupakan upaya bersama untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Made Arya, Kamis (29/4).

Di kawasan wisata konservasi mangrove ini, para wisatawan dapat bermain kano. Selain itu juga bisa mengelilingi dan menikmati pemandangan hutan mangrove dengan menaiki boat sampai tembus ke jalan tol. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu, para wisatawan sudah bisa menggunakan kano tersebut sepuasnya. Sementara jika ingin berkeliling hutan dengan boat, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 350 ribu selama dua jam dan dapat menampung sebanyak 12 orang.

Baca Juga :  Merasa Didiskriminasi, Koptax Airport Ngurah Rai Datangi DPRD Bali

Arya menjelaskan, pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove ini telah dimulai sejak tahun 2020. Pada waktu itu pihaknya dari PT PLN UID Bali menyalurkan bantuan sebesar Rp 80 juta untuk pembelian kano dan tempat sampah. Dan kali ini, PT PLN UID Bali kembali menyalurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove tersebut.

Melalui bantuan tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Pemogan. Bantuan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembuatan spot selfie yang sekaligus digunakan untuk posko pengawasan terpadu serta pemasangan lampu hias. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Simbar Segara, Ketut Darsana menuturkan, bahwa pihaknya berkomitmen dan konsisten dalam mengelola kawasan konservasi secara berkelanjutan. Terlebih pihaknya terus mendapatkan binaan dari PT PLN UID Bali.

Baca Juga :  Cegah Kebocoran PAD, 20 Tapping Box akan Dipasang di Tabanan

“PLN sudah terus membina dan memberikan bantuan secara berkelanjutan kepada kelompok kami. Semoga dengan bantuan ini menjadikan kami tambah bersemangat dan konsisten dalam mengelola kawasan pesisir sehingga menjadi dayak tarik wisata dan mampu meningkatkan taraf hidup kami sebagai nelayan,” katanya.

Selain itu, Made Yuda dari Tahura Ngurah Rai juga menyampaikan bahwa Kelompok Nelayan Simbar Segara sebagai andalan dalam menjaga Kawasan Hutan Mangrove di Desa Pemogan. “Kelompok ini telah kami berikan ijin dalam pengelolaan dan menjaga Kawasan Hutan Mangrove dengan tetap mematuhi aturan dan kaidah konservasi. Sehingga jika ada bangunan fisik konsepnya harus ramah lingkungan,” ungkapnya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/