alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Siap-siap, Harga Komoditi Ini Cenderung Naik Jelang Galungan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kenaikan harga umumnya terjadi pada komoditi daging babi dan daging ayam. Selain itu, bumbu dapur juga biasanya mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit dan bawang merah. Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Bali, Sudadi Murtadho.

 

Namun, saat ini kenaikan harga komoditi-komoditi tersebut belum terpantau signifikan. Sementara untuk ketersediaannya di pasar rakyat, Sudadi mengklaim, terpantau aman. “Saya dapat info, kata teman-teman (di pasar rakyat) aman untuk stok Hari Raya Galungan,” katanya saat diwawancara Minggu (29/5).

 

Di sisi lain, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Made Agus Adnyana menyampaikan, pada Hari raya Galungan dan Kuningan cenderung terjadi inflasi, meskipun pada September 2020 terjadi deflasi yang disinyalir akibat masih rendahnya daya beli masyarakat.

 

Adnyana menyampaikan, ada 10 komoditas berulang penyumbang inflasi periode Hari Raya Galungan dan Kuningan 2020-2021, antara lain canang sari, daging ayam, beras, daging babi, minyak goreng, bawang putih, cabai merah, jeruk, pisang, nangka muda, dan emas perhiasan. “Fluktuasi harga canang sari juga disebabkan oleh pergerakan harga komponen penyusunnya, seperti bunga mitir, bunga pacar dan bunga pacah seribu. Canang sari ini, menempati urutan ke tujuh nilai konsumsi tertinggi baik di kota Denpasar maupun di Kota Singaraja,” jelasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyebutkan, terdapat dua hal mendasar yang menyebabkan inflasi, yakni psikologis masyarakat dan ketersediaan pasokan. Terkait dengan ketersediaan pasokan, dinas-dinas terkait menyampaikan bahwa sebagian besar stok bahan pangan berada di level yang aman atau surplus. Oleh karenanya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang cukup terkait ketersediaan komoditas agar tidak terjadi panic buying.

 

“Selain itu, kami juga berharap agar masing-masing Pemda melakukan operasi pasar murah satu minggu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk mengakomodasi, keterwakilan wilayah cakupan pasar yang disurvey perlu diperbanyak,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kenaikan harga umumnya terjadi pada komoditi daging babi dan daging ayam. Selain itu, bumbu dapur juga biasanya mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit dan bawang merah. Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Bali, Sudadi Murtadho.

 

Namun, saat ini kenaikan harga komoditi-komoditi tersebut belum terpantau signifikan. Sementara untuk ketersediaannya di pasar rakyat, Sudadi mengklaim, terpantau aman. “Saya dapat info, kata teman-teman (di pasar rakyat) aman untuk stok Hari Raya Galungan,” katanya saat diwawancara Minggu (29/5).

 

Di sisi lain, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Made Agus Adnyana menyampaikan, pada Hari raya Galungan dan Kuningan cenderung terjadi inflasi, meskipun pada September 2020 terjadi deflasi yang disinyalir akibat masih rendahnya daya beli masyarakat.

 

Adnyana menyampaikan, ada 10 komoditas berulang penyumbang inflasi periode Hari Raya Galungan dan Kuningan 2020-2021, antara lain canang sari, daging ayam, beras, daging babi, minyak goreng, bawang putih, cabai merah, jeruk, pisang, nangka muda, dan emas perhiasan. “Fluktuasi harga canang sari juga disebabkan oleh pergerakan harga komponen penyusunnya, seperti bunga mitir, bunga pacar dan bunga pacah seribu. Canang sari ini, menempati urutan ke tujuh nilai konsumsi tertinggi baik di kota Denpasar maupun di Kota Singaraja,” jelasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyebutkan, terdapat dua hal mendasar yang menyebabkan inflasi, yakni psikologis masyarakat dan ketersediaan pasokan. Terkait dengan ketersediaan pasokan, dinas-dinas terkait menyampaikan bahwa sebagian besar stok bahan pangan berada di level yang aman atau surplus. Oleh karenanya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang cukup terkait ketersediaan komoditas agar tidak terjadi panic buying.

 

“Selain itu, kami juga berharap agar masing-masing Pemda melakukan operasi pasar murah satu minggu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk mengakomodasi, keterwakilan wilayah cakupan pasar yang disurvey perlu diperbanyak,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/