alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Harga 900 Ribu per Gram, Emas Jadi Pilihan Investasi di Masa Pandemi

DENPASAR,  BALI EXPRESS – Logam mulia emas dunia meredup seiring dengan optimisme atas harapan kesepakatan bantuan virus Covid-19 Amerika Serikat (AS) membatasi penurunan. Sementara investor pun masih berhati-hati menunggu kesimpulan debat presiden AS yang pertama.

Rabu (30/9), harga emas di pasar spot turun 0,15 persen menjadi USD 1.895,18 per ounce pada pukul 08.32 WIB. Sementara, emas berjangka AS menyusut 0,12 persen menjadi USD 1.901,00 per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,1 persen. Presiden Donald Trump dan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengikuti debat perdana capres AS. Kemudian, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengatakan, dia berharap memiliki kesepakatan bantuan virus Covid-19 dengan Gedung Putih minggu ini, setelah berbicara dengan Menteri Keuangan Steve Mnuchin.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams mengatakan, pemulihan AS dari resesi terkait virus Covid-19 lebih kuat dari prediksi. Ia menambahkan, hal itu bisa jadi sekitar tiga tahun sebelum ekonomi mendapatkan kembali kekuatan penuhnya.

Adapun logam mulia lainnya, seperti perak naik 0,2 persen menjadi USD 24,22 per ounce, platinum turun 0,1 persen menjadi USD 883,25 per ounce, dan paladium meningkat 0,5 persen menjadi USD 2.319,59 per ounce.

Mengutip logammulia.com, harga emas batangan milik Antam hari ini naik Rp 2.000 per gram. Harga emas Antam dijual di level Rp 1.016.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini naik Rp 3.000 menjadi Rp 907.000 per gram.

Sementara itu, Kepala Pegadaian Cabang Denpasar Suharyono mengatakan, selama pandemi, tren investasi tercatat mengalami koreksi yang cukup tajam. “Karena kondisi perekonomian yang tidak stabil, maka investor cenderung mengalihkan investasinya ke logam mulia,” jelasnya.

Lanjut Suharyono, investasi logam mulia ini dinilai paling aman apalagi dalam masa pandemi. Untuk harga emas sendiri, dilanjutkan Suharyono masih bertahan di harga Rp 900 ribu per gram.

Harga ini, katanya,  tetap bertahan selama hampir enam bulan mulai dari awal bulan Maret hingga bulan Septermber 2020. “Tren harga logam mulia bersertifikat mengalami peningkatan tajam sejak awal mula virus korona terdeteksi di Indonesia, dan harga emas terus melonjak seiring dengan menurunnya trend investasi di sektor lainnya,” lanjutnya.

Kenaikan harga emas juga diakui oleh salah seorang perajin emas dan perak asal Gianyar, Ni Putu Sudiadnyani. Namun kondisi ini membuatnya tidak berani membuat banyak stok, karena nilai investasinya terlalu besar. Saat ini, diakuinya, hanya memproduksi pesanan saja. “Kalau ada order baru kami kerjakan. Kalau tidak, kami tidak berani menyediakan stok,” ungkapnya.


DENPASAR,  BALI EXPRESS – Logam mulia emas dunia meredup seiring dengan optimisme atas harapan kesepakatan bantuan virus Covid-19 Amerika Serikat (AS) membatasi penurunan. Sementara investor pun masih berhati-hati menunggu kesimpulan debat presiden AS yang pertama.

Rabu (30/9), harga emas di pasar spot turun 0,15 persen menjadi USD 1.895,18 per ounce pada pukul 08.32 WIB. Sementara, emas berjangka AS menyusut 0,12 persen menjadi USD 1.901,00 per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,1 persen. Presiden Donald Trump dan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengikuti debat perdana capres AS. Kemudian, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengatakan, dia berharap memiliki kesepakatan bantuan virus Covid-19 dengan Gedung Putih minggu ini, setelah berbicara dengan Menteri Keuangan Steve Mnuchin.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams mengatakan, pemulihan AS dari resesi terkait virus Covid-19 lebih kuat dari prediksi. Ia menambahkan, hal itu bisa jadi sekitar tiga tahun sebelum ekonomi mendapatkan kembali kekuatan penuhnya.

Adapun logam mulia lainnya, seperti perak naik 0,2 persen menjadi USD 24,22 per ounce, platinum turun 0,1 persen menjadi USD 883,25 per ounce, dan paladium meningkat 0,5 persen menjadi USD 2.319,59 per ounce.

Mengutip logammulia.com, harga emas batangan milik Antam hari ini naik Rp 2.000 per gram. Harga emas Antam dijual di level Rp 1.016.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini naik Rp 3.000 menjadi Rp 907.000 per gram.

Sementara itu, Kepala Pegadaian Cabang Denpasar Suharyono mengatakan, selama pandemi, tren investasi tercatat mengalami koreksi yang cukup tajam. “Karena kondisi perekonomian yang tidak stabil, maka investor cenderung mengalihkan investasinya ke logam mulia,” jelasnya.

Lanjut Suharyono, investasi logam mulia ini dinilai paling aman apalagi dalam masa pandemi. Untuk harga emas sendiri, dilanjutkan Suharyono masih bertahan di harga Rp 900 ribu per gram.

Harga ini, katanya,  tetap bertahan selama hampir enam bulan mulai dari awal bulan Maret hingga bulan Septermber 2020. “Tren harga logam mulia bersertifikat mengalami peningkatan tajam sejak awal mula virus korona terdeteksi di Indonesia, dan harga emas terus melonjak seiring dengan menurunnya trend investasi di sektor lainnya,” lanjutnya.

Kenaikan harga emas juga diakui oleh salah seorang perajin emas dan perak asal Gianyar, Ni Putu Sudiadnyani. Namun kondisi ini membuatnya tidak berani membuat banyak stok, karena nilai investasinya terlalu besar. Saat ini, diakuinya, hanya memproduksi pesanan saja. “Kalau ada order baru kami kerjakan. Kalau tidak, kami tidak berani menyediakan stok,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/