27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Bupati Artha Panen Perdana Pisang Cavendish Kualitas Ekspor

NEGARA, BALI EXPRESS – Panen perdana Pisang Cavendish kualitas ekspor yang ditanam di Perkebunan Pekutatan dilakukan Jumat (30/10) kemarin. Produk hortikultura yang nantinya akan terus dikembangkan di Kabupaten Jembrana itu, sebelumnya ditanam akhir Desember 2019 lalu dengan lahan percontohan (demonstrasi plot) seluas 23 hektare. 

Panen perdana Pisang Cavendish ini dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, 

Selain itu, hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali Kemenkeu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Plt. Direktur Produk Ekspor Pertanian dan Kehutanan Kemendag, dan Management in Charge of Sales and Marketing PT GGP, serta Kapolres Jembrana.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan, pengembangan produk hortikultura jenis buah Pisang Cavendish ini terus didorong Pemerintah melalui Kemenko Bidang Perekonomian, melalui Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor. 

Program ini dijelaskan Moegiarso, merupakan salah satu upaya meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni mendorong petani dan nelayan, agar membangun model bisnis korporasi dengan skala ekonomi yang efisien. Sehingga dapat mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, teknologi, dan memperkuat pemasaran produk.

“Kerja sama kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani adalah solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kontinuitas produk, khususnya Pisang Cavendish, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, baik bagi pasar lokal maupun pasar global, serta sebagai upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Khusus untuk di Kabupaten Jembrana, Moegiarso mengatakan hasilnya luar biasa. Bahkan, lebih produktif dibandingkan indukannya di Lampung. Kedepan pihaknya berharap produksi di Jembrana akan terus dikembangkan. Bahkan, baru-baru ini telah disepakati dengan Provinsi Bali untuk menambah luas lahan untuk budidaya Pisang Cavendish menjadi 300 hektare. 

“Untuk awal ini, Kami penuhi pasar di Pulau Bali. Dan, ke depannya kami yakin juga bisa memenuhi kebutuhan di luar Bali, bahkan ekspor,” terangnya.

Di sisi lain, kontribusi ekspor, khususnya buah-buahan Indonesia pada tahun 2019 mencapai 95,98 juta USD dengan total volume 110 ribu ton. Dari total ekspor tersebut, produk pisang memberikan kontribusi sebesar 11,62% terhadap ekspor buah-buahan nasional dengan nilai 11,15 juta USD dengan volume 22 ribu ton. 

Lima negara tujuan utama ekspor utama produk buah-buahan Indonesia, yakni RRC, Hongkong, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

Sedangkan selama pandemi Covid-19, dari Januari sampai Agustus 2020, realisasi ekspor buah-buahan mengalami peningkatan 102,93 juta USD atau meningkat 21,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. 

Kondisi ini menunjukkan produk buah-buahan Indonesia diminati oleh pasar global, sehingga perlu dikembangkan serta meningkatkan kontribusi ekspor buah-buahan terhadap devisa negara.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, mengatakan, per Oktober 2020, luas tanam Pisang Cavendish di Jembrana sudah mencapai 23,31 hektare. Hingga akhir tahun 2020, luas lahan yang akan ditanami pisang Cavendish ditargetkan mencapai 32 hektare. 

“Dengan kondisi itu, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hingga Rp 2.211.840.000 per tahun, sehingga dapat mendorong tambahan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Jembrana, I Putu Artha, yang menyambut baik pengembangan Pisang Cavendish di Jembrana. Artha meyakini dengan pola kerakyatan atau menggandeng petani, nantinya dapat memberdayakan masyarakat Jembrana. 

“Tentunya akan ada penambahan hasil dari petani. Kami harapkan petani di lokasi ini ikut membantu dan mengembangkan produk hortikultura ini. Dari sini bisa memenuhi pasar Bali, maka kami menyampaikan ke petani untuk ikut serta, pemerintah akan berusaha memfasilitas bibit dan pendampingan,” pungkasnya. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Panen perdana Pisang Cavendish kualitas ekspor yang ditanam di Perkebunan Pekutatan dilakukan Jumat (30/10) kemarin. Produk hortikultura yang nantinya akan terus dikembangkan di Kabupaten Jembrana itu, sebelumnya ditanam akhir Desember 2019 lalu dengan lahan percontohan (demonstrasi plot) seluas 23 hektare. 

Panen perdana Pisang Cavendish ini dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, 

Selain itu, hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali Kemenkeu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Plt. Direktur Produk Ekspor Pertanian dan Kehutanan Kemendag, dan Management in Charge of Sales and Marketing PT GGP, serta Kapolres Jembrana.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan, pengembangan produk hortikultura jenis buah Pisang Cavendish ini terus didorong Pemerintah melalui Kemenko Bidang Perekonomian, melalui Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor. 

Program ini dijelaskan Moegiarso, merupakan salah satu upaya meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni mendorong petani dan nelayan, agar membangun model bisnis korporasi dengan skala ekonomi yang efisien. Sehingga dapat mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, teknologi, dan memperkuat pemasaran produk.

“Kerja sama kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani adalah solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kontinuitas produk, khususnya Pisang Cavendish, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, baik bagi pasar lokal maupun pasar global, serta sebagai upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Khusus untuk di Kabupaten Jembrana, Moegiarso mengatakan hasilnya luar biasa. Bahkan, lebih produktif dibandingkan indukannya di Lampung. Kedepan pihaknya berharap produksi di Jembrana akan terus dikembangkan. Bahkan, baru-baru ini telah disepakati dengan Provinsi Bali untuk menambah luas lahan untuk budidaya Pisang Cavendish menjadi 300 hektare. 

“Untuk awal ini, Kami penuhi pasar di Pulau Bali. Dan, ke depannya kami yakin juga bisa memenuhi kebutuhan di luar Bali, bahkan ekspor,” terangnya.

Di sisi lain, kontribusi ekspor, khususnya buah-buahan Indonesia pada tahun 2019 mencapai 95,98 juta USD dengan total volume 110 ribu ton. Dari total ekspor tersebut, produk pisang memberikan kontribusi sebesar 11,62% terhadap ekspor buah-buahan nasional dengan nilai 11,15 juta USD dengan volume 22 ribu ton. 

Lima negara tujuan utama ekspor utama produk buah-buahan Indonesia, yakni RRC, Hongkong, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

Sedangkan selama pandemi Covid-19, dari Januari sampai Agustus 2020, realisasi ekspor buah-buahan mengalami peningkatan 102,93 juta USD atau meningkat 21,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. 

Kondisi ini menunjukkan produk buah-buahan Indonesia diminati oleh pasar global, sehingga perlu dikembangkan serta meningkatkan kontribusi ekspor buah-buahan terhadap devisa negara.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, mengatakan, per Oktober 2020, luas tanam Pisang Cavendish di Jembrana sudah mencapai 23,31 hektare. Hingga akhir tahun 2020, luas lahan yang akan ditanami pisang Cavendish ditargetkan mencapai 32 hektare. 

“Dengan kondisi itu, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hingga Rp 2.211.840.000 per tahun, sehingga dapat mendorong tambahan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Jembrana, I Putu Artha, yang menyambut baik pengembangan Pisang Cavendish di Jembrana. Artha meyakini dengan pola kerakyatan atau menggandeng petani, nantinya dapat memberdayakan masyarakat Jembrana. 

“Tentunya akan ada penambahan hasil dari petani. Kami harapkan petani di lokasi ini ikut membantu dan mengembangkan produk hortikultura ini. Dari sini bisa memenuhi pasar Bali, maka kami menyampaikan ke petani untuk ikut serta, pemerintah akan berusaha memfasilitas bibit dan pendampingan,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru