alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Bank Indonesia Tingkatkan Pengembangan UMKM Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia senantiasa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia saat ini difokuskan pada tiga kelompok besar. Pertama, pada UMKM yang bergerak di sektor komoditas volatile food yang ditujukan untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas harga pangan. Kedua, komoditas berorientasi ekspor dalam rangka menekan defisit neraca berjalan Indonesia. Ketiga, Local Economic Development atau pengembangan UMKM sesuai komoditas unggulan di daerah.

“Perlu diingat, pelaku UMKM untuk terus memegang teguh prinsip “seken-seken, saje-saje, beneh-beneh”. UMKM harus berkerja keras dan sungguh-sungguh agar terus maju dan dapat menjadi contoh di lingkungan sekitarnya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho usai acara penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia Peningkatan Kapasitas Ekonomi & UMKM kepada 11 (sebelas) pelaku usaha UMKM dengan komoditas volatile food dan berorientasi ekspor yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Karangasem dan Gianyar, Selasa (30/11).

Selain itu dirinya juga mengingatkan agar pelaku UMKM jangan mudah puas, harus terus berusaha menguasai teknologi digital dan melakukan kaderisasi. Ia menyampaikan, Bank Indonesia akan terus memberikan berbagai pembinaan antara lain bantuan teknis, digitalisasi pembayaran dan onboarding UMKM di marketplace untuk menciptakan UMKM yang mandiri.

Baca Juga :  Diprediksi Kunjungan Lokal ke Desa Wisata Naik 100 Persen

“Sarana dan prasarana yang diterima oleh UMKM agar terus dijaga dan dipelihara karena hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan Bank Indonesia akan terus melakukan monitoring optimalisasi penggunaannya,” kata dia.

 

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan,  pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejalan dengan instruksi Presiden kepada berbagai pihak untuk terlibat dalam pembinaan UMKM di Indonesia. Peran UMKM sangat penting sebagai penopang perekonomian. Jika setiap daerah memiliki UMKM yang berkualitas niscaya Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan bahkan melakukan ekspor.

“Prinsip “seken-seken, saje-saje, beneh-beneh” yang menjadi dasar pembinaan UMKM oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali harus terus didukung agar pelaku UMKM dapat maju dan mandiri,” pesannya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bangli menyambut baik Program Sosial Bank Indonesia yang diprakarsai oleh Bank Indonesia bersinergi dengan anggota komisi XI DPR RI. Diar menyebut UMKM di Kabupaten Bangli mengalami berbagai kendala sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan Bank Indonesia harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh UMKM untuk menunjang usaha dan diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Provinsi Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia senantiasa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia saat ini difokuskan pada tiga kelompok besar. Pertama, pada UMKM yang bergerak di sektor komoditas volatile food yang ditujukan untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas harga pangan. Kedua, komoditas berorientasi ekspor dalam rangka menekan defisit neraca berjalan Indonesia. Ketiga, Local Economic Development atau pengembangan UMKM sesuai komoditas unggulan di daerah.

“Perlu diingat, pelaku UMKM untuk terus memegang teguh prinsip “seken-seken, saje-saje, beneh-beneh”. UMKM harus berkerja keras dan sungguh-sungguh agar terus maju dan dapat menjadi contoh di lingkungan sekitarnya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho usai acara penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia Peningkatan Kapasitas Ekonomi & UMKM kepada 11 (sebelas) pelaku usaha UMKM dengan komoditas volatile food dan berorientasi ekspor yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Karangasem dan Gianyar, Selasa (30/11).

Selain itu dirinya juga mengingatkan agar pelaku UMKM jangan mudah puas, harus terus berusaha menguasai teknologi digital dan melakukan kaderisasi. Ia menyampaikan, Bank Indonesia akan terus memberikan berbagai pembinaan antara lain bantuan teknis, digitalisasi pembayaran dan onboarding UMKM di marketplace untuk menciptakan UMKM yang mandiri.

Baca Juga :  Triwulan I 2021, Tren Pertumbuhan Kredit Menurun

“Sarana dan prasarana yang diterima oleh UMKM agar terus dijaga dan dipelihara karena hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan Bank Indonesia akan terus melakukan monitoring optimalisasi penggunaannya,” kata dia.

 

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan,  pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejalan dengan instruksi Presiden kepada berbagai pihak untuk terlibat dalam pembinaan UMKM di Indonesia. Peran UMKM sangat penting sebagai penopang perekonomian. Jika setiap daerah memiliki UMKM yang berkualitas niscaya Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan bahkan melakukan ekspor.

“Prinsip “seken-seken, saje-saje, beneh-beneh” yang menjadi dasar pembinaan UMKM oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali harus terus didukung agar pelaku UMKM dapat maju dan mandiri,” pesannya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bangli menyambut baik Program Sosial Bank Indonesia yang diprakarsai oleh Bank Indonesia bersinergi dengan anggota komisi XI DPR RI. Diar menyebut UMKM di Kabupaten Bangli mengalami berbagai kendala sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan Bank Indonesia harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh UMKM untuk menunjang usaha dan diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Provinsi Bali.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru