alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Miliki Banyak Khasiat, Petani Cabe Coba Tanam Rosella

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tanaman yang satu ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan tanaman ini juga memiliki potensi ekspor. Hal itu lah yang membuat seorang petani di Gianyar ini mencoba peruntungan dengan mengembangkan tanaman Rosella.

I Made Duarsa, 65, asal Banjar Palak, Sukawati, Gianyar, menuturkan jika saat ini dirinya tengah mencoba peruntungan dengan menanam Rosella di lahannya yang berlokasi di area Joging Track Sudamala, Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. “Percobaan ini baru saya lakukan sekitar tiga bulan,” ujarnya Selasa (31/8).

Ditambahkannya jika pengembangan tanaman dengan nama latin Hibiscus sabdariffa ini sejatinya merupakan  desakan dari anaknya yang punya kenalan turis asal Swiss yang kebetulan menetap di Gianyar. Dimana sang anak biasanya membeli Rosella yang sudah kering dan siap untuk diseduh. “Nah  turis kenalan anak saya kemudian memberi bibit untuk ditanam,” imbuhnya.

Maka dari itu dirinya pun kini mencoba menanam spesies bunga yang berasal dari benua Afrika tersebut. Pada usia 2 bulan, tanaman Rosella itu sudah bisa dipanen, namun saat ini hasil panen kelopak bunga Rosella baru sebatas diberikan kepada turis tersebut. “Biasanya saya petik sesuai permintaan, karena memang belum dijual ke pasaran, baru berikan untuk turis itu saja,” papar Duarsa.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan jika sekali panen, dirinya bisa mendapatkan 20 kilogram Rosella. Karena baru hanya diambil oleh turis jadi per kilogramnya puluhan ribu,” sambungnya.

Duarsa menambahkan jika menanam Rosella tidak terlalu sulit. Pemeliharaannya pun cukup mudah. Karena tanaman ini tidak memerlukan air yang terlalu banyak seperti tanaman padi. “Saya kombinasikan lahan dengan menanam cabe di petak lahan sekitar Rosella. Tapi kedepannya saya berharap bisa mengembangkan lebih luas. Apalagi kata turisnya, kalau tidak pandemi, ada banyak permintaan Rosella dari luar negeri, jadi bisa diekspor. Mudah-mudahan ke depan kondisi segera membaik,” bebernya.

Kata dia Rosella ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ia sendiri rutin mengkonsumsi air rebusan Rosella tersebut. Bahkan sebelum memiliki tanamannta. “Dulu masih beli yang kering, satu kemasan harganya bisa Rp 10.000 dapatnya sedikit. Kalau sekarang sudah punya bisa setiap saat minum teh Rosella,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tanaman yang satu ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan tanaman ini juga memiliki potensi ekspor. Hal itu lah yang membuat seorang petani di Gianyar ini mencoba peruntungan dengan mengembangkan tanaman Rosella.

I Made Duarsa, 65, asal Banjar Palak, Sukawati, Gianyar, menuturkan jika saat ini dirinya tengah mencoba peruntungan dengan menanam Rosella di lahannya yang berlokasi di area Joging Track Sudamala, Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. “Percobaan ini baru saya lakukan sekitar tiga bulan,” ujarnya Selasa (31/8).

Ditambahkannya jika pengembangan tanaman dengan nama latin Hibiscus sabdariffa ini sejatinya merupakan  desakan dari anaknya yang punya kenalan turis asal Swiss yang kebetulan menetap di Gianyar. Dimana sang anak biasanya membeli Rosella yang sudah kering dan siap untuk diseduh. “Nah  turis kenalan anak saya kemudian memberi bibit untuk ditanam,” imbuhnya.

Maka dari itu dirinya pun kini mencoba menanam spesies bunga yang berasal dari benua Afrika tersebut. Pada usia 2 bulan, tanaman Rosella itu sudah bisa dipanen, namun saat ini hasil panen kelopak bunga Rosella baru sebatas diberikan kepada turis tersebut. “Biasanya saya petik sesuai permintaan, karena memang belum dijual ke pasaran, baru berikan untuk turis itu saja,” papar Duarsa.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan jika sekali panen, dirinya bisa mendapatkan 20 kilogram Rosella. Karena baru hanya diambil oleh turis jadi per kilogramnya puluhan ribu,” sambungnya.

Duarsa menambahkan jika menanam Rosella tidak terlalu sulit. Pemeliharaannya pun cukup mudah. Karena tanaman ini tidak memerlukan air yang terlalu banyak seperti tanaman padi. “Saya kombinasikan lahan dengan menanam cabe di petak lahan sekitar Rosella. Tapi kedepannya saya berharap bisa mengembangkan lebih luas. Apalagi kata turisnya, kalau tidak pandemi, ada banyak permintaan Rosella dari luar negeri, jadi bisa diekspor. Mudah-mudahan ke depan kondisi segera membaik,” bebernya.

Kata dia Rosella ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ia sendiri rutin mengkonsumsi air rebusan Rosella tersebut. Bahkan sebelum memiliki tanamannta. “Dulu masih beli yang kering, satu kemasan harganya bisa Rp 10.000 dapatnya sedikit. Kalau sekarang sudah punya bisa setiap saat minum teh Rosella,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/