Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali Dapat Jatah 10.200 Ton Beras SPHP, Permintaan Paling Banyak dari 2 Kabupaten

Rika Riyanti • Sabtu, 3 Februari 2024 | 21:39 WIB
Beras SPHP Bulog sebagai alternatif naiknya harga beras di Bali.
Beras SPHP Bulog sebagai alternatif naiknya harga beras di Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Harga beras di Bali masih melambung tinggi. Bulog berharap dengan terdistribusinya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) mampu menekan kenaikan harga beras.

Bulog pun mewanti agar tidak ada pedagang nakal yang menjual beras SPHP di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp10.900 per kilogram atau Rp 54.500 per sak kemasan 5 kilogram. 

Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Bali Sony Supriadi mengatakan harga beras SPHP tidak terpengaruh kenaikan harga besar di pasaran.

Harga beras SPHP masih sama seperti sebelumnya. “Beras SPHP tidak naik, harga tetap. Kami tidak menaikan harga,” katanya belum lama ini. 

Bulog pun menekankan para pedagang yang menjadi mitra agar menaati aturan harga yang telah ditetapkan.

Jika tidak maka akan dikenakan sanksi berupa pemutusan penyaluran beras SPHP ke pedagang bersangkutan.

Terkait dengan sistem penyaluran, pedagang akan diberikan kouta masing-masing 2 ton per minggu. 

“Jumlah tersebut bisa ditambah lagi 2 ton jika pedagang memiliki rekanan yang juga ikut menyalurkan,” ungkapnya.

Tidak hanya lewat pedagang baik di pasar tradisional ataupun toko kelontong, beras SPHP juga disalurkan lewat operasi pasar atau pasar murah yang digelar pemerintah daerah.

Bali untuk tahun ini mendapatkan jatah 10.200 ton beras SPHP dengan penyaluran sekitar 900 ton per bulan. 

Terkait daerah yang paling banyak membutuhkan atau meminta beras SPHP, Sony Supriadi mengatakan Buleleng dan Karangasem.

Padahal di wilayah tersebut penyaluran bantuan pangan tercatat paling banyak.

Sementara untuk penyaluran bantuan pangan dikatakannya akan dimulai dalam waktu dekat.

Ditargetkan penyaluran bantuan pangan akan berlangsung hingga Juni 2024. 

“Para penerima manfaat akan mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulannya. Dengan penyaluran bantuan pangan nantinya sudah berjalan, kami berharap bisa meredam kenaikan harga beras,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#harga beras #bali #Beras sphp #bulog