Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Presiden Prabowo Ajak Investor AS Masuk Danantara, Dorong Proyek Hilirisasi Bernilai Tinggi

I Putu Suyatra • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:22 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengajak investor asing, khususnya dari Amerika Serikat, untuk terlibat aktif dalam proyek hilirisasi nasional melalui sovereign wealth fund Indonesia, Danantara. Ajakan ini disampaikan saat Presiden menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Amerika Serikat bersama US Chamber of Commerce di Washington, D.C..

Dalam forum strategis tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia–AS yang dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja kenegaraan. Kesepakatan ini diharapkan memberi kepastian hukum, kemudahan investasi, serta akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.

“Saya datang untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Ini adalah kesepakatan yang sangat signifikan bagi dunia usaha dan investor, tidak hanya bagi Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga kawasan Pasifik,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang dalam mendorong modernisasi industri dan percepatan industrialisasi nasional. Indonesia, kata dia, tidak ingin hanya diposisikan sebagai pasar konsumsi, tetapi juga sebagai basis produksi strategis global.

“Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, yang mau tumbuh bersama dan saling menguntungkan,” tegasnya.

Fundamental Ekonomi Kuat, Investasi Asing Terus Mengalir

Prabowo menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada pada kondisi solid. Pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan disiplin fiskal tetap terjaga. Meski demikian, ia mengakui tantangan seperti korupsi dan aktivitas ekonomi ilegal masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Foreign Direct Investment kita sangat baik. Tahun lalu mencapai USD 53 miliar, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas politik, ukuran pasar, dan arah kebijakan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Danantara Jadi Mesin Utama Hilirisasi Nasional

Dalam konteks hilirisasi industri, Presiden menempatkan Danantara sebagai motor penggerak utama. Ia mengungkapkan, pada tahun ini pemerintah telah memulai 18 proyek hilirisasi baru yang mencakup berbagai sektor strategis.

“Kami terus melangkah maju dalam pengolahan industri hilir. Danantara akan menjadi mesin kunci dalam transformasi ini,” ungkap Prabowo.

Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa terdapat 20 proyek hilirisasi yang telah masuk dalam pipeline tahun 2026.

“Dari 20 proyek tersebut, 6 hingga 7 sudah mulai berjalan sejak minggu lalu. Total nilai investasinya sekitar USD 26 miliar dan berpotensi menciptakan 600 ribu lapangan kerja,” kata Rosan.

Ia menambahkan, strategi hilirisasi kini diperluas ke sektor perkebunan, kehutanan, dan kelautan, termasuk proyek waste to energy yang mengedepankan tata kelola berkelanjutan.

“Kita ingin menangkap seluruh nilai tambah di dalam negeri. Bukan hanya energi listrik, tetapi juga dampak kesehatan dan lingkungan yang jauh lebih besar,” pungkas Rosan.

Editor : I Putu Suyatra
#Danantara #Prabowo Subianto #proyek hilirisasi