alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Pernah Kehilangan Anak, Najwa Shihab Tulis Pesan untuk Ridwan Kamil

Pembawa acara Najwa Shihab mengunggah tulisan panjang sebagai bentuk simpati untuk Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia yang kehilangan sang putra, Emmeril Kahn Mumtadz. Najwa mengatakan, sejak kejadian hilangnya Eril, sapaan Emmeril Kahn Mumtaz mencuat, dirinya selalu mencari tahu.

“Teh Atalia dan Kang Emil, sejak khabar hanyutnya Eril mencuat, setiap hari saya terus mencari dan menunggu kabar terbaru tentang pencarian Eril. Dan bukan hanya saya saja, jutaan orang lain juga melakukannya,” tulis Najwa di akun Instagram-nya, Jumat (3/6).

Dia mengakui sangat terkejut, tercekat, waswas dan sedih sekaligus berharap semoga ada kabar baik dari Sungai Aare, Swiss tentang Eril. Najwa sangat memahami kesedihan Ridwan Kamil, apalagi setelah membaca tulisan Atalia sesaat sebelum balik ke Indonesia.

“Tentu kesedihan Teh Atalia dan Kang Emil tak terbandingkan. Tapi siapa yang tak remuk membaca surat Teh Atalia yang pamit meninggalkan Swiss?,” ungkapnya.

“Sekali lagi, perasaan kami tentu tak seberapa dibanding yang dirasakan Teh Atalia dan Kang Emil, tapi setiap yang berakal akan bergumam: tak terbayangkan betapa berat mengalami kehilangan seperti ini,” sambungnya.

Najwa menuturkan, dirinya pernah kehilangan anak, dan mengetahui bagaimana tidak gampangnya untuk ikhlas. Namun, pada akhirnya setiap manusia sadar akan menemui kematian sesuai takdir.

“Saya pernah kehilangan seorang putri. Setiap orang juga pernah — setidaknya akan — mengalami kehilangannya sendiri-sendiri. Kita semua punya kalender yang pada salah satu tanggalnya telah disuratkan gilirannya masing-masing,” bebernya.

“Bermiliar-miliar kehidupan pernah hadir dan pergi di bumi ini. Kita hanya sebutir pasir dari hamparan yang tak terpermanai itu,” tulisnya.

“Bersama orang-orang tercinta, kita semua pernah membentuk istana pasir, dan kita tahu pada akhirnya-cepat atau lambat-istana pasir itu akan kita berikan kepada samudera,” lanjutnya.

Najwa mengatakan, apa yang disampaikannya dan juga warga Indonesia lainnya, belum tentu bisa meringankan beban Ridwan Kamil dan Atalia. Namun, dia mengutarakan doa terbaik akan dihaturkan agar Allah SWT memberikan ketabahan untuk keluarga besar Ridwan dan Atalia.

“Simpati dari saya dan jutaan orang lain tentu tak bisa menawarkan kepedihan. Kami hanya bisa berdoa semoga kekuatan dan ketabahan itu masih memadai untuk melewati hari-hari kehilangan yang mungkin tak akan singkat ini,” pungkas Najwa Shihab seperti dikutif dari Pojoksatu.






Reporter: Wiwin Meliana

Pembawa acara Najwa Shihab mengunggah tulisan panjang sebagai bentuk simpati untuk Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia yang kehilangan sang putra, Emmeril Kahn Mumtadz. Najwa mengatakan, sejak kejadian hilangnya Eril, sapaan Emmeril Kahn Mumtaz mencuat, dirinya selalu mencari tahu.

“Teh Atalia dan Kang Emil, sejak khabar hanyutnya Eril mencuat, setiap hari saya terus mencari dan menunggu kabar terbaru tentang pencarian Eril. Dan bukan hanya saya saja, jutaan orang lain juga melakukannya,” tulis Najwa di akun Instagram-nya, Jumat (3/6).

Dia mengakui sangat terkejut, tercekat, waswas dan sedih sekaligus berharap semoga ada kabar baik dari Sungai Aare, Swiss tentang Eril. Najwa sangat memahami kesedihan Ridwan Kamil, apalagi setelah membaca tulisan Atalia sesaat sebelum balik ke Indonesia.

“Tentu kesedihan Teh Atalia dan Kang Emil tak terbandingkan. Tapi siapa yang tak remuk membaca surat Teh Atalia yang pamit meninggalkan Swiss?,” ungkapnya.

“Sekali lagi, perasaan kami tentu tak seberapa dibanding yang dirasakan Teh Atalia dan Kang Emil, tapi setiap yang berakal akan bergumam: tak terbayangkan betapa berat mengalami kehilangan seperti ini,” sambungnya.

Najwa menuturkan, dirinya pernah kehilangan anak, dan mengetahui bagaimana tidak gampangnya untuk ikhlas. Namun, pada akhirnya setiap manusia sadar akan menemui kematian sesuai takdir.

“Saya pernah kehilangan seorang putri. Setiap orang juga pernah — setidaknya akan — mengalami kehilangannya sendiri-sendiri. Kita semua punya kalender yang pada salah satu tanggalnya telah disuratkan gilirannya masing-masing,” bebernya.

“Bermiliar-miliar kehidupan pernah hadir dan pergi di bumi ini. Kita hanya sebutir pasir dari hamparan yang tak terpermanai itu,” tulisnya.

“Bersama orang-orang tercinta, kita semua pernah membentuk istana pasir, dan kita tahu pada akhirnya-cepat atau lambat-istana pasir itu akan kita berikan kepada samudera,” lanjutnya.

Najwa mengatakan, apa yang disampaikannya dan juga warga Indonesia lainnya, belum tentu bisa meringankan beban Ridwan Kamil dan Atalia. Namun, dia mengutarakan doa terbaik akan dihaturkan agar Allah SWT memberikan ketabahan untuk keluarga besar Ridwan dan Atalia.

“Simpati dari saya dan jutaan orang lain tentu tak bisa menawarkan kepedihan. Kami hanya bisa berdoa semoga kekuatan dan ketabahan itu masih memadai untuk melewati hari-hari kehilangan yang mungkin tak akan singkat ini,” pungkas Najwa Shihab seperti dikutif dari Pojoksatu.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/