alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Statistik Angka Mortalitas Pasien Jantung Lebih Tinggi

DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun angka kematian penderita penyakit jantung, namun di masa pandemi seperti saat ini, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti kelainan jantung memiliki resiko kematian yang lebih tinggi.

Dokter Spesialis penyakit Jantung, dr. I Nyoman Gede Sudiarta, M.Biomed., Sp.JP.,mengatakan seorang penderita penyakit jantung saat ini diharapkan sebisa mungkin menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. “Pasalnya, kelainan jantung ini merupakan komorbid yang bisa memperburuk kondisi apabila terpapar Covid-19,” jelasnya.

Penerapan prokes ini dianggap penting karena menurutnya, covid-19 ini merupakan penyakit baru. Belum bisa dipastikan, karena pengetahuan fakta tentang Covid-19 ini masih terbatas. Bahkan semua masih meraba-raba, karena banyak hal yang belum diketahui tentang Covid-19 ini. 

Secara statistik dilanjutkan dr. Sudiarta, pasien dengan komorbid jantung serta komorbid lain, memiliki angka morbiditas dan mortalitas lebih tinggi. “Hal ini karena pasien dengan komorbid memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga angka mortalitasnya bisa dua kali lipat pasien tanpa komorbid,” ungkapnya.

Selain menerapkan prokes, untuk menekan angka mortalitas yang tinggi, selama pandemi ini diharapkan pasien penyakit jantung tidak menghentikan perawatannya. Karena selama pandemi ini, dr. Sudiarta menemui banyak kasus pasien yang menghentikan pengibatannya dengan alasan pandemi. 

Terkait vaksinasi, dr. Sudiarta mengakui jika vaksinasi covid-19 tetap aman dilakukan oleh pasien penderita penyakit jantung. “Asalkan tetap melakukan konsultasi ke dokter spesialis jantung terlebih dahulu dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” paparnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun angka kematian penderita penyakit jantung, namun di masa pandemi seperti saat ini, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti kelainan jantung memiliki resiko kematian yang lebih tinggi.

Dokter Spesialis penyakit Jantung, dr. I Nyoman Gede Sudiarta, M.Biomed., Sp.JP.,mengatakan seorang penderita penyakit jantung saat ini diharapkan sebisa mungkin menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. “Pasalnya, kelainan jantung ini merupakan komorbid yang bisa memperburuk kondisi apabila terpapar Covid-19,” jelasnya.

Penerapan prokes ini dianggap penting karena menurutnya, covid-19 ini merupakan penyakit baru. Belum bisa dipastikan, karena pengetahuan fakta tentang Covid-19 ini masih terbatas. Bahkan semua masih meraba-raba, karena banyak hal yang belum diketahui tentang Covid-19 ini. 

Secara statistik dilanjutkan dr. Sudiarta, pasien dengan komorbid jantung serta komorbid lain, memiliki angka morbiditas dan mortalitas lebih tinggi. “Hal ini karena pasien dengan komorbid memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga angka mortalitasnya bisa dua kali lipat pasien tanpa komorbid,” ungkapnya.

Selain menerapkan prokes, untuk menekan angka mortalitas yang tinggi, selama pandemi ini diharapkan pasien penyakit jantung tidak menghentikan perawatannya. Karena selama pandemi ini, dr. Sudiarta menemui banyak kasus pasien yang menghentikan pengibatannya dengan alasan pandemi. 

Terkait vaksinasi, dr. Sudiarta mengakui jika vaksinasi covid-19 tetap aman dilakukan oleh pasien penderita penyakit jantung. “Asalkan tetap melakukan konsultasi ke dokter spesialis jantung terlebih dahulu dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” paparnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/