alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Efektivitas Teknik Proning Untuk Pasien Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS- Ditengah melonjaknya pasien covid-19 sejak dua pekan lalu, kebutuhan oksigen merupakan hal yang utama, meskipun pihak rumah sakit di Bali menyatakan ketersediaan oksigen mencukupi, namun ada baiknya jika mengenal teknik proning sebagai alternatif untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam darah. Khususnya bagi pasien yang dirawat di rumah. Apa itu teknik proning?

Penyembuh tradisional China sekaligus terapis profesional, Drs. Sufendi Tjuatja (Mr.Chai) mengatakan saat ini teknik proning menjadi salah satu upaya untuk membantu pasien untuk meningkatkan saturasi oksigen dan menjaga pasien ada di garis aman (saturasi oksigen di atas 94 persen). “Saat ini teknik proning sudah direkomendasikan okeh WHO sebagai salah satu terapi untuk pasien covid-19,” jelasnya.

Teknik proning ini bisa dilakukan dengan cara mengatur posisi tidur menjadi tengkurap pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sehingga bisa menghindari pemasangan ventilator pada pasien covid-19. 

Kenapa harus posisi tengkurap? dijelaskan Mr. Chai, posisi tengkurap memungkinkan perluasan di daerah paru-paru punggung (belakang), sehingga bisa meningkatkan pembuangan sekresi. Hal ini tidak terlepas dari kondisi tubuh manusia memiliki lebih banyak jaringan paru di bagian belakang tubuh daripada depan. 

Dilanjutkan Mr. Chai, ketika seorang pasien dalam posisi tengkurap, gravitasi membantu sekresi bergerak ke bawah, sehingga lebih banyak paru-paru yang dalam kondisi baik berada di atas. “Virus mengakibatkan cairan dan sekresi abnormal berkumpul ke arah belakang, atau terdapat lebih banyak jaringan paru. Akibatnya, gangguan lebih besar terjadi pada fungsi paru,” lanjutnya.

Bagaimana cara melakukan teknik proning saat isolasi mandiri di rumah? Untuk tengkurap, pengidap membutuhkan lima bantal dan permukaan datar untuk berbarik. Satu batal di letakkan di bawah leher, satu atau dua bantal diletakkan di bawah dada hingga paha atas dan dua bantal di bawah tulang kering. 

Pastikan untuk mengubah posisi berbaring setiap 30 menit dari posisi tengkurap menjadi berbaring di setiap sisi dan kemudian duduk sebelum kembali ke posisi pertama (berbaring tengkurap).


DENPASAR, BALI EXPRESS- Ditengah melonjaknya pasien covid-19 sejak dua pekan lalu, kebutuhan oksigen merupakan hal yang utama, meskipun pihak rumah sakit di Bali menyatakan ketersediaan oksigen mencukupi, namun ada baiknya jika mengenal teknik proning sebagai alternatif untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam darah. Khususnya bagi pasien yang dirawat di rumah. Apa itu teknik proning?

Penyembuh tradisional China sekaligus terapis profesional, Drs. Sufendi Tjuatja (Mr.Chai) mengatakan saat ini teknik proning menjadi salah satu upaya untuk membantu pasien untuk meningkatkan saturasi oksigen dan menjaga pasien ada di garis aman (saturasi oksigen di atas 94 persen). “Saat ini teknik proning sudah direkomendasikan okeh WHO sebagai salah satu terapi untuk pasien covid-19,” jelasnya.

Teknik proning ini bisa dilakukan dengan cara mengatur posisi tidur menjadi tengkurap pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sehingga bisa menghindari pemasangan ventilator pada pasien covid-19. 

Kenapa harus posisi tengkurap? dijelaskan Mr. Chai, posisi tengkurap memungkinkan perluasan di daerah paru-paru punggung (belakang), sehingga bisa meningkatkan pembuangan sekresi. Hal ini tidak terlepas dari kondisi tubuh manusia memiliki lebih banyak jaringan paru di bagian belakang tubuh daripada depan. 

Dilanjutkan Mr. Chai, ketika seorang pasien dalam posisi tengkurap, gravitasi membantu sekresi bergerak ke bawah, sehingga lebih banyak paru-paru yang dalam kondisi baik berada di atas. “Virus mengakibatkan cairan dan sekresi abnormal berkumpul ke arah belakang, atau terdapat lebih banyak jaringan paru. Akibatnya, gangguan lebih besar terjadi pada fungsi paru,” lanjutnya.

Bagaimana cara melakukan teknik proning saat isolasi mandiri di rumah? Untuk tengkurap, pengidap membutuhkan lima bantal dan permukaan datar untuk berbarik. Satu batal di letakkan di bawah leher, satu atau dua bantal diletakkan di bawah dada hingga paha atas dan dua bantal di bawah tulang kering. 

Pastikan untuk mengubah posisi berbaring setiap 30 menit dari posisi tengkurap menjadi berbaring di setiap sisi dan kemudian duduk sebelum kembali ke posisi pertama (berbaring tengkurap).


Most Read

Artikel Terbaru

/