alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Waspadai Trigger Finger Pada Pecandu Gadget

DENPASAR, BALI EXPRESS- Bagi para pekerja yang mengandalkan gadged sebagai media bekerjanya, jari kaku mungkin akan menjadi satu masalah yang dihadapi jika penggunaan gadged tidak diselingi dengan olahraga dan istirahat yabg cukup. Apa itu Trigger Finger dan seberbahaya apa?

Dokter konsultan Nyeri yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof Dr dr I Ketut Suyasa, SpB Sp OT (K), menyebutkan trigger finger atau bisa disebut radang sendi jari adalah suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan dan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari. “Kondisi ini juga dikenal sebagai stenosing tenosynovitis yang biasanya paling sering terjadi di jari manis dan ibu jari, tetapi juga tidak menutup kemungkinan menyerang jari lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan Prof. Suyasa, seseorang yang mengalami trigger finger, katrol di pangkal ibu jarinya meradang atau menebal. Sehingga sulit bagi tendon fleksor untuk melewatinya saat jari tertekuk.

Meskipun kondisi ini dialami oleh 2 sampai 3 persen total populasi umum, namun perempuan dikatakan Prof. Suyasa lebih beresiko terjangkit Trigger Fingger dibandingkan dengan kaum laki-laki. “Perwmpuan 40 persen lebih beresiko dibandingkan laki-laki, namun penyebabnya sampai saat ini belum ditemukan,” lanjutnya.

Selain aktivitas berulang seperti mengetik di gadged ataupun di keyboard komputer, penyebab lain dari frigger finger ini dikatakan Prof. Suyasa adalah tingginya kadar gula dalam darah seseorang.

Meskipun menjadi oenyakit yang bisa menjangkiti siapa saja, Trigger finger dikatakan Prof. suyasa adalah kondisi yang bisa dicegah. “Salah satu pencegahan utamanya adalah membiasakan untuk mengambil jeda istirahat secara periodik ketika bekerja atau beraktivitas,” terangnya. 

Selain itu, mengkonsumsi makanan sehat dan multivitamin serta menjaga asupan gula dikatakan Prof. Suyasa jug menjadi salah satu upaya untuk menjaga kondisi persendian. Namun jika kondisi kekakuan jari sudah semakin parah, maka sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter spesialis Nyeri, sehingga bisa segera mendapat penanganan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS- Bagi para pekerja yang mengandalkan gadged sebagai media bekerjanya, jari kaku mungkin akan menjadi satu masalah yang dihadapi jika penggunaan gadged tidak diselingi dengan olahraga dan istirahat yabg cukup. Apa itu Trigger Finger dan seberbahaya apa?

Dokter konsultan Nyeri yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof Dr dr I Ketut Suyasa, SpB Sp OT (K), menyebutkan trigger finger atau bisa disebut radang sendi jari adalah suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan dan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari. “Kondisi ini juga dikenal sebagai stenosing tenosynovitis yang biasanya paling sering terjadi di jari manis dan ibu jari, tetapi juga tidak menutup kemungkinan menyerang jari lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan Prof. Suyasa, seseorang yang mengalami trigger finger, katrol di pangkal ibu jarinya meradang atau menebal. Sehingga sulit bagi tendon fleksor untuk melewatinya saat jari tertekuk.

Meskipun kondisi ini dialami oleh 2 sampai 3 persen total populasi umum, namun perempuan dikatakan Prof. Suyasa lebih beresiko terjangkit Trigger Fingger dibandingkan dengan kaum laki-laki. “Perwmpuan 40 persen lebih beresiko dibandingkan laki-laki, namun penyebabnya sampai saat ini belum ditemukan,” lanjutnya.

Selain aktivitas berulang seperti mengetik di gadged ataupun di keyboard komputer, penyebab lain dari frigger finger ini dikatakan Prof. Suyasa adalah tingginya kadar gula dalam darah seseorang.

Meskipun menjadi oenyakit yang bisa menjangkiti siapa saja, Trigger finger dikatakan Prof. suyasa adalah kondisi yang bisa dicegah. “Salah satu pencegahan utamanya adalah membiasakan untuk mengambil jeda istirahat secara periodik ketika bekerja atau beraktivitas,” terangnya. 

Selain itu, mengkonsumsi makanan sehat dan multivitamin serta menjaga asupan gula dikatakan Prof. Suyasa jug menjadi salah satu upaya untuk menjaga kondisi persendian. Namun jika kondisi kekakuan jari sudah semakin parah, maka sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter spesialis Nyeri, sehingga bisa segera mendapat penanganan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/