alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Berkat Ajaran Kanda Pat Sari, Taji Tak Membuat Perut Jro Gabur Robek

BULELENG, BALI EXPRESS -Sosok Gede Mustana alias Jro Gabur, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, setelah videonya yang viral di media sosial dengan memperlihatkan aksi ekstrem.

Dalam beberapa videonya, Jro Gabur menunjukkan kekebalan tubuh yang ia miliki dengan menggoreskan pedang di tubuhnya. Ia juga beraksi mengunyah taji. Kemudian taji itu ditorehkan ke perutnya, namun tak membuat perutnya robek.

Aksi pamer kebalnya itu menuai berbagai komentar dari warganet. Aksi ini sejatinya dilkaukan untuk menanggapi video — video Si Otot Kering yang cenderung terkesan sombong dan merendahkan orang bertato.

Video-video Si Otot Kering yang beredar di beberapa akun media sosial itu, menurut Jro Gabur diunggah oleh teman-temanya. Tak ada tujuan untuk menantang, meremehkan apalagi menyinggung orang lain. Hal itu ia lakukan hanya sebatas hiburan semata.

“Yang upload itu bukan saya. Ada teman-teman saya yang memviralkan. Video-video itu sekadar hiburan saja. Jangan terlalu serius ditanggapi,” ujarnya saat dijumapi di kediamannya di Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Rabu (6/7) siang.

Meski dalam video yang beredar Jro Gabur terlihat sangar, namun sosoknya sangat sederhana dan bersahaja. Kepribadian yang konon sebagai preman masih melekat pada dirinya. Akan tetapi kini jauh lebih baik. Ia pun tak berkeinginan untuk unjuk kebolehan soal kesaktian yang dimiliki.

Baca Juga :  Desa Wisata Sidan Mati Suri, Hanya Dinikmati Supir Truk yang Istirahat

Ia hanya ingin membuat sebuah konten dengan menunjukkan taksu Bali tanpa menyinggung ataupun meremehkan orang lain. “Saya hanya menjelaskan kenapa melakukan atraksi demikian. Saya ingin mengajarkan untuk teman-teman yang buat konten, buatlah yang baik. Kalau buat konten jangan meremehkan orang banyak, orang bertato. Mau seperti apapun kontennya silakan. Asal baik. Kalau menyinggung orang lain berapa pun kamu dibayar buat apa,” terangnya.

Selain disibukkan dengan urusan rumah tangga, Jro Gabur juga kerap membantu melakukan penyembuhan alternatif. Sudah banyak pasien yang ia sembuhkan hanya dengan memohon kepada Tuhan dan melakukan pelanglukatan dengan kekuatan batu permata.

Namun lagi-lagi sosoknya tak ingin disamakan denga ‘orang pintar’ lainnya. Sebab ia sendri pun masih belum fokus dalam dunia spiritual. “Banyak orang yang lebih dari saya. Saya tidak pamer diri bahwa saya kebal. Bukan juga saya ingin unjuk gigi. kehidupan saya masih rwa bhineda. Saya masih jelek. Saya juga terkadang masih berbuat salah. Maka dari itu saya menamai diri Si Otot Rebut Utang. Karena diri saya masih seperti itu. Bukan saya meremehkan orang banyak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Setiap Hari, Desa Adat Tengkulung Bagikan 350 Nasi Bungkus

Disinggung soal ilmu kekebalan yang ia miliki, Jro Gabur pun tak ingin berkomentar banyak. Secara umum ia hanya menyebut dirinya beryadnya dengan mendalami ajaran Kanda Pat.

Dalam ajaran hindu, ajaran Kanda Pat Sari merupakan empat macam ajaran yang utama tentang kesaktian, kesidian serta kawisesan. “Ketika lahir ke dunia sudah memiliki saudara. Ada empat saudara. Itulah kekuatan manusia yang sesungguhnya. Kekuatan yang berasal dari diri sendiri. Cuma apa yang kita tancapkan pada diri kita adalah untuk mematikan suatu kebutaan,” urainya.

“Kebutaan yang dimaksud adalah sifat-sifat yang kurang baik, seperti hawa nafsu yang terkadang susah dikendalikan. Hanya saja saya belum bisa menunjukkan saya adalah orang yang benar. Saya masih berada dalam dunia rwa bhineda,” tambahnya.

Terkait komentar-komentar yang terkadang meragukan serta menghakiminya, Jro Gabur tak pernah membalas dan tak direspon berlebihan.

 






Reporter: Dian Suryantini

BULELENG, BALI EXPRESS -Sosok Gede Mustana alias Jro Gabur, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, setelah videonya yang viral di media sosial dengan memperlihatkan aksi ekstrem.

Dalam beberapa videonya, Jro Gabur menunjukkan kekebalan tubuh yang ia miliki dengan menggoreskan pedang di tubuhnya. Ia juga beraksi mengunyah taji. Kemudian taji itu ditorehkan ke perutnya, namun tak membuat perutnya robek.

Aksi pamer kebalnya itu menuai berbagai komentar dari warganet. Aksi ini sejatinya dilkaukan untuk menanggapi video — video Si Otot Kering yang cenderung terkesan sombong dan merendahkan orang bertato.

Video-video Si Otot Kering yang beredar di beberapa akun media sosial itu, menurut Jro Gabur diunggah oleh teman-temanya. Tak ada tujuan untuk menantang, meremehkan apalagi menyinggung orang lain. Hal itu ia lakukan hanya sebatas hiburan semata.

“Yang upload itu bukan saya. Ada teman-teman saya yang memviralkan. Video-video itu sekadar hiburan saja. Jangan terlalu serius ditanggapi,” ujarnya saat dijumapi di kediamannya di Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Rabu (6/7) siang.

Meski dalam video yang beredar Jro Gabur terlihat sangar, namun sosoknya sangat sederhana dan bersahaja. Kepribadian yang konon sebagai preman masih melekat pada dirinya. Akan tetapi kini jauh lebih baik. Ia pun tak berkeinginan untuk unjuk kebolehan soal kesaktian yang dimiliki.

Baca Juga :  Belajar via Youtube, Pakai Barang Bekas, Produk ke Jepang dan Afrika

Ia hanya ingin membuat sebuah konten dengan menunjukkan taksu Bali tanpa menyinggung ataupun meremehkan orang lain. “Saya hanya menjelaskan kenapa melakukan atraksi demikian. Saya ingin mengajarkan untuk teman-teman yang buat konten, buatlah yang baik. Kalau buat konten jangan meremehkan orang banyak, orang bertato. Mau seperti apapun kontennya silakan. Asal baik. Kalau menyinggung orang lain berapa pun kamu dibayar buat apa,” terangnya.

Selain disibukkan dengan urusan rumah tangga, Jro Gabur juga kerap membantu melakukan penyembuhan alternatif. Sudah banyak pasien yang ia sembuhkan hanya dengan memohon kepada Tuhan dan melakukan pelanglukatan dengan kekuatan batu permata.

Namun lagi-lagi sosoknya tak ingin disamakan denga ‘orang pintar’ lainnya. Sebab ia sendri pun masih belum fokus dalam dunia spiritual. “Banyak orang yang lebih dari saya. Saya tidak pamer diri bahwa saya kebal. Bukan juga saya ingin unjuk gigi. kehidupan saya masih rwa bhineda. Saya masih jelek. Saya juga terkadang masih berbuat salah. Maka dari itu saya menamai diri Si Otot Rebut Utang. Karena diri saya masih seperti itu. Bukan saya meremehkan orang banyak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sembilan Patung Bidadari dari Anyaman Bambu Siap Dipasang di Alas Harum

Disinggung soal ilmu kekebalan yang ia miliki, Jro Gabur pun tak ingin berkomentar banyak. Secara umum ia hanya menyebut dirinya beryadnya dengan mendalami ajaran Kanda Pat.

Dalam ajaran hindu, ajaran Kanda Pat Sari merupakan empat macam ajaran yang utama tentang kesaktian, kesidian serta kawisesan. “Ketika lahir ke dunia sudah memiliki saudara. Ada empat saudara. Itulah kekuatan manusia yang sesungguhnya. Kekuatan yang berasal dari diri sendiri. Cuma apa yang kita tancapkan pada diri kita adalah untuk mematikan suatu kebutaan,” urainya.

“Kebutaan yang dimaksud adalah sifat-sifat yang kurang baik, seperti hawa nafsu yang terkadang susah dikendalikan. Hanya saja saya belum bisa menunjukkan saya adalah orang yang benar. Saya masih berada dalam dunia rwa bhineda,” tambahnya.

Terkait komentar-komentar yang terkadang meragukan serta menghakiminya, Jro Gabur tak pernah membalas dan tak direspon berlebihan.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/