28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Mati Syahid, Rudi Kamri Peringatkan Ust. Somad

Aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh Abu Muslim tidak hanya menewaskannya, tetapi juga menewaskan salah satu anggota Polsek Astana Anyar, Aipda Sofyan. Rudi S Kamri dalam Youtube Kanal Anak Bangsa, Rabu (7/12) mengungkap, jika melihat dari tulisan yang dibawa oleh pelaku bom bunuh diri, seolah-olah RKUHP yang baru disahkan oleh DPR RI adalah produk kafir. Selain itu, Rudi juga menduga bahwa bom yang digunakan oleh Abu Muslim adalah hasil rakitannya sendiri. Sebab 2017 silam Abu Muslim ditangkap dalam hal perakitan bom.

“Memang dari informasi yang saya dapat, Abu Muslim dan kawan-kawan memiliki keahlian dalam hal merakit bom,” jelasnya.

Di sisi lain Rudi Kamri juga memberi catatan tegas kepada pendakwah agama di Indonesia, terutama Ustad Abdul Somad. Dalam video ceramah Ustad Abdul Somad yang kembali viral, ia mengatakan, tidak setuju dengan istilah bom bunuh diri. Justru aksi tersebut ia sebut dengan mati syahid.

Rudi menyebut, seorang pendakwah semestinya hati-hati dalam membangun narasi agar tidak memicu kelompok-kelompok terorisme dan radikalisme melakukan aksinya dengan pembenaran.

“Ini bukan mati syahid, ini mati konyol. Dan saya setuju ini adalah bom bunuh diri, bukan mati syahid. Tidak ada upaya kesyahidan dalam upaya yang dilakukan Abu Muslim. Kepada Abdul Somad dan kawan-kawan, hati-hati membangun narasi, seolah-olah Islam identic dengan aksi terorisme,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyebut, apa yang dilakukan Abdul Somad dapat memperburuk citra agama Islam. Apalagi tidak ada dalam agama apapun yang membenarkan aksi bom bunuh diri.

“Sekali lagi saya tegaskan, Abdul Somad jangan pernah lakukan pembenaran dengan mengatakan aksi bom bunuh diri adalah aksi mati syahid. Ini penting disampaikan agar kita mengerti dan waspada,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh Abu Muslim tidak hanya menewaskannya, tetapi juga menewaskan salah satu anggota Polsek Astana Anyar, Aipda Sofyan. Rudi S Kamri dalam Youtube Kanal Anak Bangsa, Rabu (7/12) mengungkap, jika melihat dari tulisan yang dibawa oleh pelaku bom bunuh diri, seolah-olah RKUHP yang baru disahkan oleh DPR RI adalah produk kafir. Selain itu, Rudi juga menduga bahwa bom yang digunakan oleh Abu Muslim adalah hasil rakitannya sendiri. Sebab 2017 silam Abu Muslim ditangkap dalam hal perakitan bom.

“Memang dari informasi yang saya dapat, Abu Muslim dan kawan-kawan memiliki keahlian dalam hal merakit bom,” jelasnya.

Di sisi lain Rudi Kamri juga memberi catatan tegas kepada pendakwah agama di Indonesia, terutama Ustad Abdul Somad. Dalam video ceramah Ustad Abdul Somad yang kembali viral, ia mengatakan, tidak setuju dengan istilah bom bunuh diri. Justru aksi tersebut ia sebut dengan mati syahid.

Rudi menyebut, seorang pendakwah semestinya hati-hati dalam membangun narasi agar tidak memicu kelompok-kelompok terorisme dan radikalisme melakukan aksinya dengan pembenaran.

“Ini bukan mati syahid, ini mati konyol. Dan saya setuju ini adalah bom bunuh diri, bukan mati syahid. Tidak ada upaya kesyahidan dalam upaya yang dilakukan Abu Muslim. Kepada Abdul Somad dan kawan-kawan, hati-hati membangun narasi, seolah-olah Islam identic dengan aksi terorisme,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyebut, apa yang dilakukan Abdul Somad dapat memperburuk citra agama Islam. Apalagi tidak ada dalam agama apapun yang membenarkan aksi bom bunuh diri.

“Sekali lagi saya tegaskan, Abdul Somad jangan pernah lakukan pembenaran dengan mengatakan aksi bom bunuh diri adalah aksi mati syahid. Ini penting disampaikan agar kita mengerti dan waspada,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru