alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pasien Covid-19 Meningkat Donor Plasma Konvalesen Masih Minim

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak pertengahan bulan Juni 2021 jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah terus mengalami oeningkatan, namun minat masyarakat untuk menjadi pendonor olasma konsvalen masih minim.

Kepala Bagian (Kabag) Penelitian Pengembangan (Litbang) dan Mutu Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Provinsi Bali dr. Candra Indra Sari Kamis (22/4) mengatakan miniimnya masyarakat yang mau mendonorkan plasma konvalesen ini karena tidak banyak masyarakat yang bersedia untuk menjadi pendonor. “Meskipun tingkat kesembuhan pasien covid-19 mencapai 80 persen, namun tidak semua pasien bersedia untuk menjadi donor,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi adalah rendahnya kepedulian pasien yang telah sembuh dari Covid-19 untuk bersedia mendonorkan darahnya. Kebanyakan alasan para pasien yang telah sembuh itu karena trauma setelah dinyatakan terpapar Covid-19. 

Karena itu, dr. Candra berharap ada kerjasama kerjasama dengan dinas kesehatan yang ada di Bali, PMI kabupaten/kota, maupun TNI/Polri untuk melakukan sosialiasi dan edukasi agar pasien-pasien yang sudah sembuh mau mendonorkan darahnya untuk pasien yang masih terjangkit.

“Kami berharap, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 bersedia menjadi pendonor darah plasma. Selain untuk memperoleh Kesehatan yang lebih prima. Pendonor secara langsung juga dapat menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan pengobatan,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak pertengahan bulan Juni 2021 jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah terus mengalami oeningkatan, namun minat masyarakat untuk menjadi pendonor olasma konsvalen masih minim.

Kepala Bagian (Kabag) Penelitian Pengembangan (Litbang) dan Mutu Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Provinsi Bali dr. Candra Indra Sari Kamis (22/4) mengatakan miniimnya masyarakat yang mau mendonorkan plasma konvalesen ini karena tidak banyak masyarakat yang bersedia untuk menjadi pendonor. “Meskipun tingkat kesembuhan pasien covid-19 mencapai 80 persen, namun tidak semua pasien bersedia untuk menjadi donor,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi adalah rendahnya kepedulian pasien yang telah sembuh dari Covid-19 untuk bersedia mendonorkan darahnya. Kebanyakan alasan para pasien yang telah sembuh itu karena trauma setelah dinyatakan terpapar Covid-19. 

Karena itu, dr. Candra berharap ada kerjasama kerjasama dengan dinas kesehatan yang ada di Bali, PMI kabupaten/kota, maupun TNI/Polri untuk melakukan sosialiasi dan edukasi agar pasien-pasien yang sudah sembuh mau mendonorkan darahnya untuk pasien yang masih terjangkit.

“Kami berharap, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 bersedia menjadi pendonor darah plasma. Selain untuk memperoleh Kesehatan yang lebih prima. Pendonor secara langsung juga dapat menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan pengobatan,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/