26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Trik Perdukunan Dibongkar Pesulap Merah, Jro Bayu Gendeng Murka

 

Dalam kanal Youtube Pintu Pintu Misteri, Jro Made Bayu Gendeng mengatakan, langkah Pesulap Merah membongkar trik-trik pesulap diawali dari pengetahuaannya terhadap dunia ilusi. Marcel yang juga belajar trik sulap, ketika melihat trik sulap itu digunakan oleh oknum tertentu dengan tujuan membodohi masyarakat, maka timbul niatnya untuk membongkar. Hanya saja, oleh masyarakat fenomena ini disamaratakan, bahwa semua praktisi-praktisi paranormal atau supranatural menggunakan trik.

“Padahal di dunia ini tidak semua hal bisa diilmiahkan. Tidak semua hal bisa menggunakan trik. Memang ada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan sehingga mencederai praktisi-praktisi secara keseluruhan,” jelasnya.

Lebih lanjut Jro Made Bayu Gendeng menegaskan, Marcel Radhival tidak boleh menyamaratakan oknum-oknum dukun yang melakukan penyimpangan dengan semua praktisi supranatural. Ilmu fisika dan metafisika selalu berdampingan. Makhluk-makhluk astral yang ada tidak bisa dilogikakan.

“Ilmu-ilmu sulap yang Anda (Marcel-read) pelajari, semuanya dari luar negeri brow. Di luar negeri pun para praktisi dan ilmuwan berusaha membuat alat untuk mempelajari dimensi-dimensi astral dan didukung para ahlinya. Kenapa sekarang you berusaha membongkar, seolah-olah menyamaratakan bahwa semua itu adalah trik,” jelasnya.

Namun Bayu Gendeng tidak menampik, memang ada oknum-oknum yang menggunakan trik. Hanya saja ia berdalih bahwa oknum tersebut terbawa suasana, sehingga terjebak dalam situasi untuk melebih-lebihkan sesuatu dan memberi sugesti dengan melakukan trik.

“Memang ada oknum yang menggunakan trik, tetapi tujuannya untuk mensugesti pasien yang sakit agar sembuh. Bahkan leluhur kita sering menggunakan trik itu dengan menggunakan kata. Misalnya jangan duduk di depan pintu, nanti ada setan lewat. Sugesti ini diberikan dengan tujuan pendidikan atau agar si klien menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Meski setuju dengan penggunaan trik untuk mensugesti pasien, akan tetapi Jro Bayu Gendeng merasa kurang etis jika trik tersebut digunakan dengan dasar keyakinan tertentu atau doa-doa tertentu dan ayat-ayat tertentu.

“Kalau trik ya trik. Kalau digunakan untuk mensugesti, ya tidak masalah. Kalau untuk pengobatan, kan bisa dengan obat-obat herbal atau tradisional tertentu,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

 

Dalam kanal Youtube Pintu Pintu Misteri, Jro Made Bayu Gendeng mengatakan, langkah Pesulap Merah membongkar trik-trik pesulap diawali dari pengetahuaannya terhadap dunia ilusi. Marcel yang juga belajar trik sulap, ketika melihat trik sulap itu digunakan oleh oknum tertentu dengan tujuan membodohi masyarakat, maka timbul niatnya untuk membongkar. Hanya saja, oleh masyarakat fenomena ini disamaratakan, bahwa semua praktisi-praktisi paranormal atau supranatural menggunakan trik.

“Padahal di dunia ini tidak semua hal bisa diilmiahkan. Tidak semua hal bisa menggunakan trik. Memang ada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan sehingga mencederai praktisi-praktisi secara keseluruhan,” jelasnya.

Lebih lanjut Jro Made Bayu Gendeng menegaskan, Marcel Radhival tidak boleh menyamaratakan oknum-oknum dukun yang melakukan penyimpangan dengan semua praktisi supranatural. Ilmu fisika dan metafisika selalu berdampingan. Makhluk-makhluk astral yang ada tidak bisa dilogikakan.

“Ilmu-ilmu sulap yang Anda (Marcel-read) pelajari, semuanya dari luar negeri brow. Di luar negeri pun para praktisi dan ilmuwan berusaha membuat alat untuk mempelajari dimensi-dimensi astral dan didukung para ahlinya. Kenapa sekarang you berusaha membongkar, seolah-olah menyamaratakan bahwa semua itu adalah trik,” jelasnya.

Namun Bayu Gendeng tidak menampik, memang ada oknum-oknum yang menggunakan trik. Hanya saja ia berdalih bahwa oknum tersebut terbawa suasana, sehingga terjebak dalam situasi untuk melebih-lebihkan sesuatu dan memberi sugesti dengan melakukan trik.

“Memang ada oknum yang menggunakan trik, tetapi tujuannya untuk mensugesti pasien yang sakit agar sembuh. Bahkan leluhur kita sering menggunakan trik itu dengan menggunakan kata. Misalnya jangan duduk di depan pintu, nanti ada setan lewat. Sugesti ini diberikan dengan tujuan pendidikan atau agar si klien menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Meski setuju dengan penggunaan trik untuk mensugesti pasien, akan tetapi Jro Bayu Gendeng merasa kurang etis jika trik tersebut digunakan dengan dasar keyakinan tertentu atau doa-doa tertentu dan ayat-ayat tertentu.

“Kalau trik ya trik. Kalau digunakan untuk mensugesti, ya tidak masalah. Kalau untuk pengobatan, kan bisa dengan obat-obat herbal atau tradisional tertentu,” pungkasnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru