alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Ratusan Hasil Jepretan Mahasiswa IDB Lewat Pameran ‘Sudut Karya’

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan foto terpampang di Gedung Pameran DNA Denpasar. Hasil karya ini merupakan buah dari kreatifitas para mahasiswa Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali yang tergabung dalam kelompok fotografi Obscura.

 

Ada 50 peserta yang terlibat dengan mengambil nama Sudut Karya. Pameran ini merupakan edisi pertama dan digelar selama dua hari yakni 8-9 Maret 2022.

 

Panitia pameran, Baihaki Alif, Rabu (8/3) mengatakan pameran ini tak memiliki tema tertentu. Melainkan membebaskan peserta untuk berkreativitas dalam seni fotografi. Menurutnya, pameran ini sebagai wadah bagi anggota Obscura dalam berekspresi tanpa batas.

 

Tak hanya pameran, namun beberapa karya terpilih juga dibedah atau dibahas oleh mahasiswa dan dosen. Selain itu juga melibatkan fotografer dari perhimpunan fotografer Bali untuk membedah empat karya terbaik.

 

“Rencana kami, pameran ini digelar setiap tahun. Sebenarnya ini sudah digagas sejak akhir tahun 2021, tapi karena Covid-19 meningkat, maka kami undur,” tegasnya.

 

Meski pameran sudah dilangsungkan, prokes tetap diindahkan. Pihaknya membatasi peserta yang melihat pameran dan wajib lakukan registrasi. “Sementara untuk bedah karya kami batasi pesertanya 40 orang saja,” tandasnya. (dip)






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan foto terpampang di Gedung Pameran DNA Denpasar. Hasil karya ini merupakan buah dari kreatifitas para mahasiswa Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali yang tergabung dalam kelompok fotografi Obscura.

 

Ada 50 peserta yang terlibat dengan mengambil nama Sudut Karya. Pameran ini merupakan edisi pertama dan digelar selama dua hari yakni 8-9 Maret 2022.

 

Panitia pameran, Baihaki Alif, Rabu (8/3) mengatakan pameran ini tak memiliki tema tertentu. Melainkan membebaskan peserta untuk berkreativitas dalam seni fotografi. Menurutnya, pameran ini sebagai wadah bagi anggota Obscura dalam berekspresi tanpa batas.

 

Tak hanya pameran, namun beberapa karya terpilih juga dibedah atau dibahas oleh mahasiswa dan dosen. Selain itu juga melibatkan fotografer dari perhimpunan fotografer Bali untuk membedah empat karya terbaik.

 

“Rencana kami, pameran ini digelar setiap tahun. Sebenarnya ini sudah digagas sejak akhir tahun 2021, tapi karena Covid-19 meningkat, maka kami undur,” tegasnya.

 

Meski pameran sudah dilangsungkan, prokes tetap diindahkan. Pihaknya membatasi peserta yang melihat pameran dan wajib lakukan registrasi. “Sementara untuk bedah karya kami batasi pesertanya 40 orang saja,” tandasnya. (dip)






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/