alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Kisah Beruntung Anak Pedagang Ayam Panggang yang Lulus Polisi Tanpa ‘Pelicin’

TABANAN, BALI EXPRESS – Meski dibesarkan oleh orang tua tunggal, ternyata semangat Pande Putu Gede Bashu Dewa,18, untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang polisi tidak padam. Berbekal ketekunan dan doa dari ibunya, Ni Kadek Armini, Bashu Dewa bisa lulus dan terpilih menjadi Casis Polisi Tugas Umum (PTU) pada penerimaan anggota Polri tahun 2022. Bagaimana kisahnya?

Seperti yang diceritakan Bashu Dewa, menjadi seorang polisi memang merupakan cita-citanya sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Saya memang bercita-cita menjadi seorang polisi sejak duduk di bangku SMP, sehingga saya berusaha untuk meraih cita-cita saya,” jelas Bashu Dewa yang berasal dari Banjar Kamasan, Dajan Peken Tabanan ini.

Selain belajar dengan tekun sehingga nilai raport-nya tetap bagus, anak pertama dari dua bersaudara ini juga mengaku aktif melakukan kegiatan fisik. Salah satunya adalah dengan olah raga secara teratur, menjaga pola makan, tidak merokok dan berusaha untuk tidak mengkonsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Minyak Kobra Mas Diminati Kalangan Pria, Khasiatnya Bikin Greng

Diakui Bashu Dewa, dalam proses penerimaan Casis Bintaran Polri PTU TA 2022, ini Polri telah menerapkan sistim “BETAH” bersih, transparan, akuntabel, dan humanis dalam penerimaan anggota Polri. “Saya tidak ada dipungut biaya dalam rekrutmen Casis Polri ini,” tambahnya.

 

Selain Bashu Dewa, rasa bahagia juga diungkapkan oleh ibunya, Ni Kadek Armini. Perempuan 40 tahun yang sehari-harinya berjualan ayam panggang untuk kepentingan upacara agama ini, mengungkapkan rasa syukurnya karena anak pertamanya bisa menjadi polisi tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Kami sangat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena anak saya bisa bisa lulus dan terpilih menjadi calon siswa PTU. Bahkan untuk proses ini, kami tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkapnya.

 

Armini menjelaskan anaknya bisa lulus calon siswa PTU ini memang murni karena usaha dari Bashu Dewa untik mengikuti semua prosesnya. “Saya hanya bis berdoa, supaya anak saya lulus, jika saya disuruh bayar, sudah tidak mungkin, karena anak saya dua, yakni Gede Bashu Dewa dn adiknya, Kadek Widya Anggreni yang sekarang duduk di bangku SMA,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pino Bahari; Mantan Petinju yang Kini Kerja Sampingan Penerjemah

 

Kadek Armini menceritakan sehari-harinya dia berjualan ayam panggang untuk keperluan upacara di pasar. Atau jika tidak ke pasar, dirinya mengaku tetap.menerima order ayam panggang dari langganannya yang tidak saja berasal dari Kota Tabanan, namjn juga dari Kabupaten Badung.

 

Berjualan ayam.panggang ini dilakukannya sejak lima atau enam tahun lalu. “Saya sudah berjualan ayam panggang sejak lima atau enam tahun lalu, ini saya lakukan karena single parent, suami saya, sudah meninggal dunia beberapa tahun silam,” jelasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS – Meski dibesarkan oleh orang tua tunggal, ternyata semangat Pande Putu Gede Bashu Dewa,18, untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang polisi tidak padam. Berbekal ketekunan dan doa dari ibunya, Ni Kadek Armini, Bashu Dewa bisa lulus dan terpilih menjadi Casis Polisi Tugas Umum (PTU) pada penerimaan anggota Polri tahun 2022. Bagaimana kisahnya?

Seperti yang diceritakan Bashu Dewa, menjadi seorang polisi memang merupakan cita-citanya sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Saya memang bercita-cita menjadi seorang polisi sejak duduk di bangku SMP, sehingga saya berusaha untuk meraih cita-cita saya,” jelas Bashu Dewa yang berasal dari Banjar Kamasan, Dajan Peken Tabanan ini.

Selain belajar dengan tekun sehingga nilai raport-nya tetap bagus, anak pertama dari dua bersaudara ini juga mengaku aktif melakukan kegiatan fisik. Salah satunya adalah dengan olah raga secara teratur, menjaga pola makan, tidak merokok dan berusaha untuk tidak mengkonsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja, Pesannya Menyentuh Hati

Diakui Bashu Dewa, dalam proses penerimaan Casis Bintaran Polri PTU TA 2022, ini Polri telah menerapkan sistim “BETAH” bersih, transparan, akuntabel, dan humanis dalam penerimaan anggota Polri. “Saya tidak ada dipungut biaya dalam rekrutmen Casis Polri ini,” tambahnya.

 

Selain Bashu Dewa, rasa bahagia juga diungkapkan oleh ibunya, Ni Kadek Armini. Perempuan 40 tahun yang sehari-harinya berjualan ayam panggang untuk kepentingan upacara agama ini, mengungkapkan rasa syukurnya karena anak pertamanya bisa menjadi polisi tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Kami sangat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena anak saya bisa bisa lulus dan terpilih menjadi calon siswa PTU. Bahkan untuk proses ini, kami tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkapnya.

 

Armini menjelaskan anaknya bisa lulus calon siswa PTU ini memang murni karena usaha dari Bashu Dewa untik mengikuti semua prosesnya. “Saya hanya bis berdoa, supaya anak saya lulus, jika saya disuruh bayar, sudah tidak mungkin, karena anak saya dua, yakni Gede Bashu Dewa dn adiknya, Kadek Widya Anggreni yang sekarang duduk di bangku SMA,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kuliner Ular dan Biawak di Peguyangan, Diyakini Bisa Tingkatkan Libido

 

Kadek Armini menceritakan sehari-harinya dia berjualan ayam panggang untuk keperluan upacara di pasar. Atau jika tidak ke pasar, dirinya mengaku tetap.menerima order ayam panggang dari langganannya yang tidak saja berasal dari Kota Tabanan, namjn juga dari Kabupaten Badung.

 

Berjualan ayam.panggang ini dilakukannya sejak lima atau enam tahun lalu. “Saya sudah berjualan ayam panggang sejak lima atau enam tahun lalu, ini saya lakukan karena single parent, suami saya, sudah meninggal dunia beberapa tahun silam,” jelasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/