26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Trik Pawang Hujan Dikuliti Pesulap Merah, Mbak Rara Ingatkan Karma

Setelah perseteruannya dengan Gus Samsuddin, Pesulap Merah kembali menjadi perbincangan. Kali ini bukan soal bongkar- membongkar trik perdukunan, Pesulap Merah juga menguliti rahasia orang-orang yang mengaku sebagai pawang hujan.

Dalam podcast Arie Untung, Pesulap Merah mengatakan bahwa sebenarnya profesi pawang hujan tidak ada kaitannya dengan dunia gaib atau kekuatan mistis. Ia mengatakan, untuk menjadi pawang hujan pada zaman sekarang sangatlah mudah karena cukup hanya mengandalkan teknologi.

“Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal. Sebenarnya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. ‘Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu’,” ungkap Pesulap Merah.

“Sebenernya nggak ngecek jadwal. Buka Google, ramalan cuaca tanggal 10. Kalau hujan bilang aja ‘Oh saya sudah ada jadwal’. Kalo nggak hujan, berarti ada kesempatan nggak hujan,” sambung Pesulap Merah.

Apabila gagal, pawang hujan bisa mencari alasan yang tepat. “Walaupun ada kemungkinan gagal, juga kan perkiraan cuaca. Oke deal tanggal 10, tinggal siapkan alasan-alasan ketika gagal doang,” lanjut Pesulap Merah.

Pernyataan Pesulap Merah ini pun mengundang sosok Rara Isti Wulandari untuk angkat suara. Diketahui Rara merupakan seorang pawang hujan yang namanya ramai diperbincangkan karena aksinya mengendalikan cuaca ketika ajang MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu.

Awalnya Mbak Rara menolak berkomentar banyak usai Pesulap Merah membongkar trik pawang hujan. Pasalnya Pesulap Merah memang tidak menyebut namanya secara langsung, melainkan warganet yang mengaitkan.

“Aku hanya menjawab Oh saja. Ya karena aku belum liat lengkap video konten tentang ini itu si Haris Setianto yang bahas pawang hujan itu. Dia cuma sebut pawang hujan. Aku belum croscek ada sebut nama aku apa tidaknya. Ya kan,” tulis Mbak Rara melalui akun Instagram @rara_cahayatarotindigo.

Mbak Rara menilai, tiap orang bebas berpendapat termasuk profesi pawang hujan yang digelutinya. Hanya saja, Mbak Rara meyakini ada karma untuk orang-orang yang suka berkata nyinyir. Ia mencontohkan Roy Suryo yang kini ditahan polisi.

“Terbukti kan kita se-Indonesia melihat kenyataannya Pak Roy yang nyinyirin pawang hujan. Sekarang tidak damai lagi jadi tersangka, lantaran efek karma buruknya sendiri menghina umat Buddha dengan meme stupa Mirip Pak Jokowi,” kata Mbak Rara.

Selain itu, Mbak Rara menyentil Pesulap Merah agar lebih aktif mengecek berita kesuksesan acara yang ditanganinya. Beda dengan Pesulap Merah yang menyebut peluang pawang hujan adalah 50:50, Mbak Rara yakin kegagalannya hanya 10 persen.

“Aku sering bilang, saat jadi pawang hujan bisa saja itu cerah banget, bisa saja gagal. Hanya saja kegagalan 10 persen dan 90 persen sukses,” pungkas Mbak Rara.






Reporter: Wiwin Meliana

Setelah perseteruannya dengan Gus Samsuddin, Pesulap Merah kembali menjadi perbincangan. Kali ini bukan soal bongkar- membongkar trik perdukunan, Pesulap Merah juga menguliti rahasia orang-orang yang mengaku sebagai pawang hujan.

Dalam podcast Arie Untung, Pesulap Merah mengatakan bahwa sebenarnya profesi pawang hujan tidak ada kaitannya dengan dunia gaib atau kekuatan mistis. Ia mengatakan, untuk menjadi pawang hujan pada zaman sekarang sangatlah mudah karena cukup hanya mengandalkan teknologi.

“Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal. Sebenarnya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. ‘Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu’,” ungkap Pesulap Merah.

“Sebenernya nggak ngecek jadwal. Buka Google, ramalan cuaca tanggal 10. Kalau hujan bilang aja ‘Oh saya sudah ada jadwal’. Kalo nggak hujan, berarti ada kesempatan nggak hujan,” sambung Pesulap Merah.

Apabila gagal, pawang hujan bisa mencari alasan yang tepat. “Walaupun ada kemungkinan gagal, juga kan perkiraan cuaca. Oke deal tanggal 10, tinggal siapkan alasan-alasan ketika gagal doang,” lanjut Pesulap Merah.

Pernyataan Pesulap Merah ini pun mengundang sosok Rara Isti Wulandari untuk angkat suara. Diketahui Rara merupakan seorang pawang hujan yang namanya ramai diperbincangkan karena aksinya mengendalikan cuaca ketika ajang MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu.

Awalnya Mbak Rara menolak berkomentar banyak usai Pesulap Merah membongkar trik pawang hujan. Pasalnya Pesulap Merah memang tidak menyebut namanya secara langsung, melainkan warganet yang mengaitkan.

“Aku hanya menjawab Oh saja. Ya karena aku belum liat lengkap video konten tentang ini itu si Haris Setianto yang bahas pawang hujan itu. Dia cuma sebut pawang hujan. Aku belum croscek ada sebut nama aku apa tidaknya. Ya kan,” tulis Mbak Rara melalui akun Instagram @rara_cahayatarotindigo.

Mbak Rara menilai, tiap orang bebas berpendapat termasuk profesi pawang hujan yang digelutinya. Hanya saja, Mbak Rara meyakini ada karma untuk orang-orang yang suka berkata nyinyir. Ia mencontohkan Roy Suryo yang kini ditahan polisi.

“Terbukti kan kita se-Indonesia melihat kenyataannya Pak Roy yang nyinyirin pawang hujan. Sekarang tidak damai lagi jadi tersangka, lantaran efek karma buruknya sendiri menghina umat Buddha dengan meme stupa Mirip Pak Jokowi,” kata Mbak Rara.

Selain itu, Mbak Rara menyentil Pesulap Merah agar lebih aktif mengecek berita kesuksesan acara yang ditanganinya. Beda dengan Pesulap Merah yang menyebut peluang pawang hujan adalah 50:50, Mbak Rara yakin kegagalannya hanya 10 persen.

“Aku sering bilang, saat jadi pawang hujan bisa saja itu cerah banget, bisa saja gagal. Hanya saja kegagalan 10 persen dan 90 persen sukses,” pungkas Mbak Rara.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru