alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Sejak April 2020, RSUP Sanglah Rawat 225 Ibu Hamil Dengan Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak bulan April 2020-Juli 2021, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah merawat sebanyak 225 orang ibu hamil yang terinfeksi covid-19. Ibu hamil yang dirawat ini karena termasuk kelompok yang rentan. 

Ketua Devisi Fetomaterna, RSUP Sanglah, Dr. dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG (K) ketika ditemui Kamis (12/8) mengatakan ibu hamil yang dirawat di RSUP Sanglah ini meruoakan pasien covid-19 yang dikirim dari beberapa fasilitas kesehatan gang adai di Denpasar/Badung. “Mereka menjadi prioritas karena kondisi mereka sedang hamil dan termasuk pad kelompok yang rentan,” jelasnya.

Banyaknya jumlah ibu hamil yang terpapar covid-19 selama pandemi ini, diakui dr. Artana karena jumlah kasus covid-19 di Bali memang mengalami lonjakan sejak bulan Juni lalu. Sedangkan untuk pasien sebelum bulan Juni, rata-rata merupakan pasien yang tertular karena aktivitas bekerja. 

Dari 225 pasien ibu hamil COVID-19 di RSUP Sanglah sekitar 33 orang atau 15 persen mengalami gejala berat dan 18 orang atau 8 persen mengalami kritis dan 184 orang atau 77 persen tanpa gejala dan ringan.

Untuk itu, dr. Artana berharap ibu hamil segera melakukan vaksunasi, mengingat kondisi ibu hamil sangat berbeda dengan kindisi orang normal. “Ketika hamil akan ada perubahan pada sistem tubuh wanita, sehungga daya tahan akan sedikit menurun, untuk itu vaksinasi setelah waktu yang ditentukan sangat perlu dilakukan untuk meminimalkan resiko,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak bulan April 2020-Juli 2021, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah merawat sebanyak 225 orang ibu hamil yang terinfeksi covid-19. Ibu hamil yang dirawat ini karena termasuk kelompok yang rentan. 

Ketua Devisi Fetomaterna, RSUP Sanglah, Dr. dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG (K) ketika ditemui Kamis (12/8) mengatakan ibu hamil yang dirawat di RSUP Sanglah ini meruoakan pasien covid-19 yang dikirim dari beberapa fasilitas kesehatan gang adai di Denpasar/Badung. “Mereka menjadi prioritas karena kondisi mereka sedang hamil dan termasuk pad kelompok yang rentan,” jelasnya.

Banyaknya jumlah ibu hamil yang terpapar covid-19 selama pandemi ini, diakui dr. Artana karena jumlah kasus covid-19 di Bali memang mengalami lonjakan sejak bulan Juni lalu. Sedangkan untuk pasien sebelum bulan Juni, rata-rata merupakan pasien yang tertular karena aktivitas bekerja. 

Dari 225 pasien ibu hamil COVID-19 di RSUP Sanglah sekitar 33 orang atau 15 persen mengalami gejala berat dan 18 orang atau 8 persen mengalami kritis dan 184 orang atau 77 persen tanpa gejala dan ringan.

Untuk itu, dr. Artana berharap ibu hamil segera melakukan vaksunasi, mengingat kondisi ibu hamil sangat berbeda dengan kindisi orang normal. “Ketika hamil akan ada perubahan pada sistem tubuh wanita, sehungga daya tahan akan sedikit menurun, untuk itu vaksinasi setelah waktu yang ditentukan sangat perlu dilakukan untuk meminimalkan resiko,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/