alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Gunakan Barang Bekas, Putu Dedi Rakit Mobil Listrik Tenaga Surya

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Enam unit panel surya terpampang di atas genteng begitu memasuki rumah I Putu Dedi Wihartama Griadhi di Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Panel surya nampak berkilau diterpa sinar matahari. Pada tiang bangunan, menjuntai beberapa kabel yang menghubungkan panel surya dengan beberapa peralatan elektronik.

Di samping rumahnya, terparkir sebuah kendaraan mungil berwarna biru. Dari kejauhan kendaraan ini terlihat cukup nyentrik. Pada bagian samping tidak dilengkapi dengan pintu. Bagian belakang terdapat sebuah kursi penumpang. Dan yang paling unik, atap kendaraan ini seluruhnya menggunakan panel surya.

Di samping itu, rangka kendaraan ini sebagian besar menggunakan pipa holo dan besi bekas. “Ini kendaraan rakitan saya sendiri,” tukas Dedi saat dijumpai di rumahnya, Minggu (12/6) siang.

Kendaraan dengan energi matahari ini menggunakan 5 buah baterai dari aki. Masing-masing baterai memiliki kekuatan 12 volt. Sementara panel surya yang digunakan sebagai penyerap energi matahari berkekuatan 5.000 WP. Dari segi daya tampung, kendaraan ini mampu mengangkut 500 kilogram beban. “Sampai saat ini sudah habis Rp 35 juta untuk membuat kendaraan ini,” kata dia.

Mobil listrik rancangan Dedi ini merupakan hasil eksperimen. Ia gelisah dengan polusi udara. Semakin hari semakin bertambah. Polusi rata-rata ditimbukan dari asap kendaraan. Maka ia pun memiliki ide untuk membuat kendaraan yang bebas polusi serta tidak bising.

Setelah bereksperimen selama 7 bulan, maka jadilah sebuah kendaraan tenaga surya yang kini kerap digunakan untuk pergi ke kebun. Hasil rancangan mobil listriknya tentu berbeda dengan mobil listrik yang beredar di pasaran.

Dedi tidak memerlukan Electric Vehicle Charging Station (EVCS) atau stasiun pengisian baterai mobil listrik. Apabila hari cerah dan matahari terik, pengisian listrik bisa langsung dilakukan saat berkendara dengan mobil tersebut. Namun bila tidak digunakan, mobil cukup dijemur dibawah terik sekitar 3 jam.

Meski sudah bisa dikendarai, mobil listrik milik pria kelahiran 3 Maret 1971 ini belum sempurna. Jarak tempuh terjauh masih menjangkau 18 kilometer saat siang hari dan 15 kilometer saat malam hari.

 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Enam unit panel surya terpampang di atas genteng begitu memasuki rumah I Putu Dedi Wihartama Griadhi di Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Panel surya nampak berkilau diterpa sinar matahari. Pada tiang bangunan, menjuntai beberapa kabel yang menghubungkan panel surya dengan beberapa peralatan elektronik.

Di samping rumahnya, terparkir sebuah kendaraan mungil berwarna biru. Dari kejauhan kendaraan ini terlihat cukup nyentrik. Pada bagian samping tidak dilengkapi dengan pintu. Bagian belakang terdapat sebuah kursi penumpang. Dan yang paling unik, atap kendaraan ini seluruhnya menggunakan panel surya.

Di samping itu, rangka kendaraan ini sebagian besar menggunakan pipa holo dan besi bekas. “Ini kendaraan rakitan saya sendiri,” tukas Dedi saat dijumpai di rumahnya, Minggu (12/6) siang.

Kendaraan dengan energi matahari ini menggunakan 5 buah baterai dari aki. Masing-masing baterai memiliki kekuatan 12 volt. Sementara panel surya yang digunakan sebagai penyerap energi matahari berkekuatan 5.000 WP. Dari segi daya tampung, kendaraan ini mampu mengangkut 500 kilogram beban. “Sampai saat ini sudah habis Rp 35 juta untuk membuat kendaraan ini,” kata dia.

Mobil listrik rancangan Dedi ini merupakan hasil eksperimen. Ia gelisah dengan polusi udara. Semakin hari semakin bertambah. Polusi rata-rata ditimbukan dari asap kendaraan. Maka ia pun memiliki ide untuk membuat kendaraan yang bebas polusi serta tidak bising.

Setelah bereksperimen selama 7 bulan, maka jadilah sebuah kendaraan tenaga surya yang kini kerap digunakan untuk pergi ke kebun. Hasil rancangan mobil listriknya tentu berbeda dengan mobil listrik yang beredar di pasaran.

Dedi tidak memerlukan Electric Vehicle Charging Station (EVCS) atau stasiun pengisian baterai mobil listrik. Apabila hari cerah dan matahari terik, pengisian listrik bisa langsung dilakukan saat berkendara dengan mobil tersebut. Namun bila tidak digunakan, mobil cukup dijemur dibawah terik sekitar 3 jam.

Meski sudah bisa dikendarai, mobil listrik milik pria kelahiran 3 Maret 1971 ini belum sempurna. Jarak tempuh terjauh masih menjangkau 18 kilometer saat siang hari dan 15 kilometer saat malam hari.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/