26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Pertama Kali, Bayi Kembar Tiga Lahir di Rumah Sakit Mangusada

BADUNG, BALI EXPRESS- Bayi kembar tiga (Triplet) berhasil dilahirkan secara Sectio caesarea (SC) atau operasi caesar di Rumah Sakit Mangusada pada Selasa (15/3). Proses kelahirannya sendiri dibantu oleh tim dokter di bagian Kebidanan dan Genekologi RS Mangusada.

Direktur Utama Rumah Sakit Mangusada, dr. Wayan Darta menyebutkan kelahiran bayi kembar tiga ini merupakan kasus kelahiran Triplet pertama di RSD Mangusada. “Ini kasus kelahiran pertama di RSD Mangusada, dan sudah ditangani oleh tim dokter kami,” jelasnya.

Dilanjutkan dr. Darta bayi kembar tiga ini berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki. Adapun berat masing-masing bayi adalah, bayi pertama memiliki berat badan 2100 gram bayi kedua 2100 gram dan bayi ketiga 1900 gram.

Baca Juga :  4 Pelaku Penipuan 17 TKP di Bali Dibekuk, Raup Miliaran

Ketiga bayi disebutkan dr. Darta termasuk bayi dengan berat badan rendah dan sehingga ketiga bagi masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan bayi RSD Mangusada. “Secara umum, ibu dan bayi dalam kondisi sehat, saat ini ibu atau bayi belum bisa ditemui karena ibu dan bayi masih dalam observasi pasca SC,” lanjutnya.

Adapun informasi dari orang tua bayi, dikatakan dr. Darta, bayi lahir dari seorang ibu yang berusia 35 tahun yang berasal dari Desa Taman Punggul, Kecamatan Abinsemal Badung. Kelahiran bayi kembar tiga ini lanjut dr. Darta tidak direncanakan oleh orang tua bayi dan merupakan kehamilan kedua bagi ibu bayi.

“Ini merupakan kehamilan keduda dari ibu berusia 35 tahun, kehamilannya tidak direncanakan namun dari informasi yang kami dapat, dari pihak keluarga orang tua bayi memang ada keturunan melahirkan bayi kembar,” urainya.

Baca Juga :  Dari Hobi Bonsai, Dulu Jual Ratusan Ribu, Kini Bisa Puluhan Juta

Mengenai kapan bayi dan ibu, bisa pulang, dr. Darta mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan ibu dan bayi bisa dipulangkan. “Untuk kepulangan bayi, masih harus menunggu observasi bayi selama beberapa hari kedepan, karena bayi termasuk bayi lahir dengan berat badan rendah, jadi harus diobservasi lagi,” tambahnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

BADUNG, BALI EXPRESS- Bayi kembar tiga (Triplet) berhasil dilahirkan secara Sectio caesarea (SC) atau operasi caesar di Rumah Sakit Mangusada pada Selasa (15/3). Proses kelahirannya sendiri dibantu oleh tim dokter di bagian Kebidanan dan Genekologi RS Mangusada.

Direktur Utama Rumah Sakit Mangusada, dr. Wayan Darta menyebutkan kelahiran bayi kembar tiga ini merupakan kasus kelahiran Triplet pertama di RSD Mangusada. “Ini kasus kelahiran pertama di RSD Mangusada, dan sudah ditangani oleh tim dokter kami,” jelasnya.

Dilanjutkan dr. Darta bayi kembar tiga ini berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki. Adapun berat masing-masing bayi adalah, bayi pertama memiliki berat badan 2100 gram bayi kedua 2100 gram dan bayi ketiga 1900 gram.

Baca Juga :  Polres Badung Semprot Disinfektan, Kapolres: Bandel akan Ditindak

Ketiga bayi disebutkan dr. Darta termasuk bayi dengan berat badan rendah dan sehingga ketiga bagi masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan bayi RSD Mangusada. “Secara umum, ibu dan bayi dalam kondisi sehat, saat ini ibu atau bayi belum bisa ditemui karena ibu dan bayi masih dalam observasi pasca SC,” lanjutnya.

Adapun informasi dari orang tua bayi, dikatakan dr. Darta, bayi lahir dari seorang ibu yang berusia 35 tahun yang berasal dari Desa Taman Punggul, Kecamatan Abinsemal Badung. Kelahiran bayi kembar tiga ini lanjut dr. Darta tidak direncanakan oleh orang tua bayi dan merupakan kehamilan kedua bagi ibu bayi.

“Ini merupakan kehamilan keduda dari ibu berusia 35 tahun, kehamilannya tidak direncanakan namun dari informasi yang kami dapat, dari pihak keluarga orang tua bayi memang ada keturunan melahirkan bayi kembar,” urainya.

Baca Juga :  Dilarang Bawa Mantan Saat Berkunjung ke Ekowisata Mangrove Ini

Mengenai kapan bayi dan ibu, bisa pulang, dr. Darta mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan ibu dan bayi bisa dipulangkan. “Untuk kepulangan bayi, masih harus menunggu observasi bayi selama beberapa hari kedepan, karena bayi termasuk bayi lahir dengan berat badan rendah, jadi harus diobservasi lagi,” tambahnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru