alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Kenali Gejala Diabetes Untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai hari Diabetes Sedunia. Adanya peringatan hari diabetes ini, menurut dokter spesialis penyakit dalam divisi endokrin Metabolik dan Diabetes RSUP Sanglah, Dr. dr I Made Pande Dwipayana, SpPD,K-EMD, FINASIM bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit diabetes. 

 

“Karena saat ini penyakit diabetes tidak saja menyerang orang dewasa dan lansia, namun berdasarkan laporan Statistik Diabetes Nasional 2020, sekitar 210 ribu anak dan remaja di bawah usia 20 tahun,” jelasnya.

 

Untuk itu dijelaskan dr. Pande sangat penting untuk mengetahui gejala dari penyakit diabetes, sehingga upaya pencegahan sehingga deteksi dan pengobatan dini dapat dilakukan. Dan komplikasi pasien diabetes dengan penyakit lain bisa dilakukan.

Terkait tingginya angka penderita diabetes di kelompok usia anak dan remaja, diakui dr. Pande tidk terlepas dari gaya hidup yang buruk, seperti mengkonsumsi makanan yng tidk sehat yang sering dilkukan oleh kelompok usia anak dn remaja ini.

 

Apalagi saat ini dilanjutkannya akses anak-anak untuk mendapat makanan yang memicu penyakit diabetes seperti boba, coklat, cookies dan permen diakui dr. Pande sngat gampang. “Sehingga anak-anak dan remaja bisa mengkonsumsi makanan jenis ini kapanpun dan dimanapun,” lanjutnya.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi Mesuang Nyuh di Banjar Munduk Malang, Gadungan

 

Adapun penyebab penyakit diabetes menurut dr. Pande ada beberapa faktor, mulai dari faktor genetik hingga faktor gaya hidup. “Namun sejak satu dekade ini, penyebab diabetes di Indonesia lebih cenderung disebabkan oleh faktor gaya hidup, khususnya pola konsumsi yang tinggi kalori dan gula,” urainya.

 

Untuk gejalanya, meskipun diakui dr. Pande vonis terhadap pasien diabetes tidak bisa dilihat dari gejalanya saja, namun secara umum ada empat gejala khas dari penyakit ini, antata lain, lebih gampang merasa haus dan lapar sehingga sering makan, minum, buang air kecil dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. 

 

Seorang yang mengalami gejala tersebut, dilanjutkan dr. Pande sebaiknya langsung melakukan test darah. Sehingga proses pengobatan bisa dilakukan sesegera mungkin dan komplikasi bisa dicegah.

 

Selain mengubah pola konsumsi makanan ke jenis makanan yang lebih sehat, untuk pencegahan diabetes, dr. Pande menyarankan masyarakat bis melakukan aktivitas olahraga secara rutin. 

 

“Olahraga yang dilakukan bisa apa saja, namun yang lebih disarankan adalah aerobik, tujuan dilakukan aerobik ini adalah untik memecah gula darah dan menjadikannya sumber energi ketika berolahraga,” tambahnya. 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai hari Diabetes Sedunia. Adanya peringatan hari diabetes ini, menurut dokter spesialis penyakit dalam divisi endokrin Metabolik dan Diabetes RSUP Sanglah, Dr. dr I Made Pande Dwipayana, SpPD,K-EMD, FINASIM bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit diabetes. 

 

“Karena saat ini penyakit diabetes tidak saja menyerang orang dewasa dan lansia, namun berdasarkan laporan Statistik Diabetes Nasional 2020, sekitar 210 ribu anak dan remaja di bawah usia 20 tahun,” jelasnya.

 

Untuk itu dijelaskan dr. Pande sangat penting untuk mengetahui gejala dari penyakit diabetes, sehingga upaya pencegahan sehingga deteksi dan pengobatan dini dapat dilakukan. Dan komplikasi pasien diabetes dengan penyakit lain bisa dilakukan.

Terkait tingginya angka penderita diabetes di kelompok usia anak dan remaja, diakui dr. Pande tidk terlepas dari gaya hidup yang buruk, seperti mengkonsumsi makanan yng tidk sehat yang sering dilkukan oleh kelompok usia anak dn remaja ini.

 

Apalagi saat ini dilanjutkannya akses anak-anak untuk mendapat makanan yang memicu penyakit diabetes seperti boba, coklat, cookies dan permen diakui dr. Pande sngat gampang. “Sehingga anak-anak dan remaja bisa mengkonsumsi makanan jenis ini kapanpun dan dimanapun,” lanjutnya.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi Mesuang Nyuh di Banjar Munduk Malang, Gadungan

 

Adapun penyebab penyakit diabetes menurut dr. Pande ada beberapa faktor, mulai dari faktor genetik hingga faktor gaya hidup. “Namun sejak satu dekade ini, penyebab diabetes di Indonesia lebih cenderung disebabkan oleh faktor gaya hidup, khususnya pola konsumsi yang tinggi kalori dan gula,” urainya.

 

Untuk gejalanya, meskipun diakui dr. Pande vonis terhadap pasien diabetes tidak bisa dilihat dari gejalanya saja, namun secara umum ada empat gejala khas dari penyakit ini, antata lain, lebih gampang merasa haus dan lapar sehingga sering makan, minum, buang air kecil dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. 

 

Seorang yang mengalami gejala tersebut, dilanjutkan dr. Pande sebaiknya langsung melakukan test darah. Sehingga proses pengobatan bisa dilakukan sesegera mungkin dan komplikasi bisa dicegah.

 

Selain mengubah pola konsumsi makanan ke jenis makanan yang lebih sehat, untuk pencegahan diabetes, dr. Pande menyarankan masyarakat bis melakukan aktivitas olahraga secara rutin. 

 

“Olahraga yang dilakukan bisa apa saja, namun yang lebih disarankan adalah aerobik, tujuan dilakukan aerobik ini adalah untik memecah gula darah dan menjadikannya sumber energi ketika berolahraga,” tambahnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru