alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Mengenal Bahaya Virus HIV/AIDS pada Mata, Ini Penjelasannya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang penderita HIV/AIDS ternyata tidak saja berpotensi mengidap penyakit TBC atau penyakit organ lainnya. Namun Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) ternyata juga bisa mengalami gangguan penglihatan. Bahkan ketika virus HIV/AIDS yang ada di dalam tubuhnya sudah merusak saraf mata, seorang ODHA bisa mengalami kebutaan permanen.

Dokter Spesialis Mata RSUP Sanglah, dr. I.G.A Made Juliari, SpM (K), mengatakan, sebanyak 80 persen orang dengan HIV/AIDS berpotensi mengalami bahaya yang mengganggu penglihatannya. “Gangguan penglihatan akibat HIV/AIDS dapat berwujud ringan, seperti penglihatan kabur, hingga mengarah pada kebutaan, seperti perdarahan retina,” katanya.

ODHA yang mengalami gangguan pengelihatan, hampir 90 persen datang dengan tingkat kerusakan yang cukup parah. Sehingga sebagian besar kasusnya tidak bisa disembuhkan. Karena itu, dr. Ayu Juliari berharap penderita HIV/AIDS bisa secara rutin memeriksakan matanya guna menghindari terjadi kebutaan permanen. “Skrining sangat diperlukan. Apalagi jika dilihat dari gejalanya, biasanya gangguan mata pada ODHA tidak terlalu parah, seperti penglihatan kabur, tidak bisa membedakan warna dengan jelas, mata lebih sensitif terhadap cahaya, hingga mata berair,” terangnya.

Ada beberapa jenis gangguan mata yang biasanya dialami ODHA. Mulai Sarkoma Kaposi (KS) yakni tumor kulit yang berwarna merah keunguan yang tumbuh di bagian dalam dan sekitar kelopak mata. Komplikasi HIV ini disebabkan oleh infeksi virus herpes 8 (HHV8).

Selanjutnya retinitis termasuk peradangan retina serius yang seringnya diakibatkan Cytomegalovirus (CMV retinitis). Bahaya infeksi mata ini dapat menyerang 20-30 persen pengidap HIV dan AIDS yang memiliki jumlah sel T sangat rendah.

Dan yang paling banyak dialami ODHA yakni herpes mata, yang disebabkan virus HSV-1 yang menyerang kelopak mata, kornea, retina, dan konjungtiva (lapisan tipis yang melindungi bagian putih mata). Jenis herpes mata yang kerap menjadi bahaya HIV/AIDS adalah keratitis epitel. Pada jenis ini, virus ini aktif di lapisan epitel kornea yang paling tipis. Herpes mata jenis ini lebih serius daripada keratitis epitel. Karena dapat merusak kornea mata yang cukup parah, bahkan menyebabkan kebutaan. “Bahaya HIV AIDS seperti herpes mata tidak menular lewat aktivitas seksual berisiko. Infeksi ini lebih rentan menyebar dari kontak langsung dengan kulit atau air liur yang terinfeksi HSV-1,” pungkasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang penderita HIV/AIDS ternyata tidak saja berpotensi mengidap penyakit TBC atau penyakit organ lainnya. Namun Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) ternyata juga bisa mengalami gangguan penglihatan. Bahkan ketika virus HIV/AIDS yang ada di dalam tubuhnya sudah merusak saraf mata, seorang ODHA bisa mengalami kebutaan permanen.

Dokter Spesialis Mata RSUP Sanglah, dr. I.G.A Made Juliari, SpM (K), mengatakan, sebanyak 80 persen orang dengan HIV/AIDS berpotensi mengalami bahaya yang mengganggu penglihatannya. “Gangguan penglihatan akibat HIV/AIDS dapat berwujud ringan, seperti penglihatan kabur, hingga mengarah pada kebutaan, seperti perdarahan retina,” katanya.

ODHA yang mengalami gangguan pengelihatan, hampir 90 persen datang dengan tingkat kerusakan yang cukup parah. Sehingga sebagian besar kasusnya tidak bisa disembuhkan. Karena itu, dr. Ayu Juliari berharap penderita HIV/AIDS bisa secara rutin memeriksakan matanya guna menghindari terjadi kebutaan permanen. “Skrining sangat diperlukan. Apalagi jika dilihat dari gejalanya, biasanya gangguan mata pada ODHA tidak terlalu parah, seperti penglihatan kabur, tidak bisa membedakan warna dengan jelas, mata lebih sensitif terhadap cahaya, hingga mata berair,” terangnya.

Ada beberapa jenis gangguan mata yang biasanya dialami ODHA. Mulai Sarkoma Kaposi (KS) yakni tumor kulit yang berwarna merah keunguan yang tumbuh di bagian dalam dan sekitar kelopak mata. Komplikasi HIV ini disebabkan oleh infeksi virus herpes 8 (HHV8).

Selanjutnya retinitis termasuk peradangan retina serius yang seringnya diakibatkan Cytomegalovirus (CMV retinitis). Bahaya infeksi mata ini dapat menyerang 20-30 persen pengidap HIV dan AIDS yang memiliki jumlah sel T sangat rendah.

Dan yang paling banyak dialami ODHA yakni herpes mata, yang disebabkan virus HSV-1 yang menyerang kelopak mata, kornea, retina, dan konjungtiva (lapisan tipis yang melindungi bagian putih mata). Jenis herpes mata yang kerap menjadi bahaya HIV/AIDS adalah keratitis epitel. Pada jenis ini, virus ini aktif di lapisan epitel kornea yang paling tipis. Herpes mata jenis ini lebih serius daripada keratitis epitel. Karena dapat merusak kornea mata yang cukup parah, bahkan menyebabkan kebutaan. “Bahaya HIV AIDS seperti herpes mata tidak menular lewat aktivitas seksual berisiko. Infeksi ini lebih rentan menyebar dari kontak langsung dengan kulit atau air liur yang terinfeksi HSV-1,” pungkasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/