Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Suka Duka Kader BPJS, Diblokir Hingga Dimaki

17 September 2021, 06: 17: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Suka Duka Kader BPJS, Diblokir Hingga Dimaki

PENGALAMAN : Luh Sulistya Dewi, Kader BPKS Kesehatan di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada sedang melakukan pekerjaannya, mengedukasi peserta BPJS. (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kebutuhan jaminan kesehatan semakin tinggi. BPJS selaku penyelenggara jaminan kesehatan pun selalu berusaha memberikan pelayanan prima. Namun dibalik tingginya kebutuhan, tinggi pula angka tunggakan pembayaran jaminan kesehatan. Hal itu dikarenakan pemasukan dari peserta BPJS pun berkurang

 Terlebih di pandemi ini. Banyaknya peserta BPJS membuat pihak BPJS kewalahan menangani permasalahan maupun sosialisasi ya g dilakukan. Untuk itu, pelayanan dapat dilakukan oleh kader yang merupakan perpanjangan tangan dari BPJS. Para kader itulah yang melakukan sosialisasi di masyarakat. Baik sosialisasi maupun edukasi. Terutama kepada para peserta BPJS yang menunggak iuran. 

Luh Sulistya Dewi salah satu kader dari BPJS Cabang Buleleng. Dewi merupakan kader yang menangani peserta BPJS di Kecamatan Buleleng dan Sukasada. Sebanyak 5.000 peserta ia tangani dari kedua kecamatan tersebut. Dari jumlah tersebut, Dewi mengklaim masih ada peserta yang menunggak iuran jaminan kesehatan. "Saya pegang 5.000 peserta. Ada juga yang menunggak

Baca juga: Mengenal Syok Anafilaksis Untuk Mengurangi Resiko Kematian

 Tugas saya mengedukasi mereka agar membayar," kata dia.

Selama menjadi kader BPJS, pahit manis perjalanannya sudah sering dirasakan. Dewi menceritakan, saat melakukan kunjungan sebelum pandemi, ia kerap mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Perkataan kasar dari peserta menjadi santapan sehari-hari. Namun kini karena pandemi, Dewi pun melakukan pekerjaannya secara online. Layanan edukasi dan sosialisasi serta informasi seputar jaminan kesehatan melalui jejaring perpesanan WhatsApp atau melepon klien. Lagi-lagi, ia mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Nomor telepon yang digunakan untuk menghubungi peserta BPJS terkadang diblokir klien. "Padahal saya telepon mereka bukan menagih uang untuk bayar. Saya hanya mengingatkan. Jika ada permasalahan kenapa tidak bayar kami akan coba carikan solusinya. Ya nanya juga pekerjaan, ada suka-dukanya. Dimaki-maki pun saya pernah. Sampai diusir secara halus. Senyumin saja, resiko pekerjaan," paparnya.

Pun kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, Dewi tetap melakoni pekerjaannya dengan tulus dan iklas. "Biarin aja. Saya kan kerja. Suka aja bantu orang kalau butuh pertolongan," ungkapnya.

Meski sering diblokir di WhatsApp, Dewi tidak kehabisan ide. Dewi akan tetap mengingatkan peserta yang menunggak lewat SMS. Ia juga tak ambil pusing bila pesan yang ia kirim tidak digubris. Yang terpenting ia sudh melakukan tugasnya. Selain itu, menyiasati peserta yang kekeh tidak mau mambayar, Dewi berkoordinasi dengan para kadus untuk mengundang peserta ke Balai Masyarakat. "Kalau tidk bisa WA, SMS saja. Mau dibalas atau tidak itu urusan belakangan

 Yang jelas saya sudah mengingatkan. Kalau dicari ke rumah kadang mereka ga ada di rumah.enghindar. lebih baik minta tolong kadus-kadusnya biar dikumpulin di Balai Desa. Nanti disana edukasi bersama," terang ibu tiga anak ini.

Saat ini menurut Dewi, kader BPJS yang bertugas membantu melakukan edukasi ke masyarakat sangatlah kurang. Sehingga jarang ia pun harus mengambil alih pekerjaan rekannya bila rekannya berhalangan. "Itu boleh kami lakukan. Tapi nanti daftar kunjungannya masuk ke rekan saya yang pegang disana. Kalau minta informasi tentang layanan kesehatan ke siapa saja boleh. Tapi selanjutnya jika ingin mengurus yang lainnya saya arahkan ke rekan yang bertugas di wilayah itu. Sekarang kader cuma Dua. Saya sama rekan saya yang tugas di Kecamatan Seririt dan Busungbiu," tuturnya.

Kurangnya kader BPJS, maka banyak wilayah yang Masih kosong. "Kecamatan Banjar, Gerokgak gitu masih kosong," akunya. 

(bx/dhi/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia