Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Terapi Ozon Untuk Pengobatan Penyakit Aliran Darah

17 September 2021, 06: 12: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Terapi Ozon Untuk Pengobatan Penyakit Aliran Darah

ilutrasi terapi ozon. (istimewa/net)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Terapi ozon adalah satu treatment alternatif yang menggunakan senyawa tri atom atau ozon (O³) untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh. Seperti apa terapi ozon ini dan siapa saja yang boleh melakukannya?

Penyehat Tradisional Mr.Chai dari Klinik BHCC menyebutkan terapi Ozon ini merupakan salah satu pengibatan alternatif bagi mereka yang menderita penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah. "Dalam industri kesehatan, terapi ini sudah dikenal sejak awal tahun 1900 sebagai alternatif pengobatan yang aman dan mampun memberikan efek kesembuhan jika dilakukan dengan konsisten," jelasnya.

Jenis penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah, seperti diabetes, sakit jantung, penyempitan pembuluh darah dikatakan Mr. Chai menjadi jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan terapi ozon secara rutin. 

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Dinkes Bali Libatkan Pramuka

Hal ini karena melalui prosedur Intravena, yakni penyuntikan gas ozon ke pembuluh darah, secara langsung aliran darah di dalam tubuh akan dibersihkan dari zat-zat berbahaya yang teebawa dari sistem pencernaan manusia. "Ketika proses pembersihan yang biasnya disebutk dengan blood spa, zat yang bersifat racun ini akan di buang," ungkapnya.

Ketika zat yang bersifst racun ini sudah dibuang dari dalam darah, maka tubuh secara alami dikatakan Mr. Chai melepaskan endorfin, yakni hormon yang mampu memberikan perasaan senang sehingga mampu meningkatkan produksi sitokin anti-inflamasi, yakni hormin anti peradangan.

Selain itu, Mr. Chai jug mengklaim terapi ozon dengan konsetrasi tertentu dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru, kanker payudara, dan tumor rahim. Penelitian lain menunjukkan bahwa terapi ozon dapat meningkatkan efek kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel kanker yang terdapat di dalam tubuh.

Terapi ozin ini disebutkan Mr. Chai bisa dilakukan oleh siapa saja baik yang memiliki oenyakit ataupun tidak. "Namun demikian, bagi wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil sebaiknya menunda terlebih dahulu prises terapinya," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia