alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tips Mencegah Kanker Serviks

DENPASAR, BALI EXPRESS- Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, 40 persennya adalah penderita kanker Serviks.

Menurut dokter Spesialis Kandungan di Denpasar, dr. Deni Surasandi, SpOG(K), sebenarnya resiko kematian penderita kanker serviks bisa dicegah jika kanker serviks ini terditeksi lebih awal.

“Jika terditeksi lebih awal, pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks dengan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery),” jelasnya.

Namun jika kasus kanker serviks baru diketahui pada stadium lanjut, maka pilihan pengobatan yang bisa dilakukan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan hanya  mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Adapun penyebab dari kanker serviks ini disebutkan dr. Deni adalah Human papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik, termasuk juga kurangnya asupan asam folat, vitamin E dan vitamin C.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, 40 persennya adalah penderita kanker Serviks.

Menurut dokter Spesialis Kandungan di Denpasar, dr. Deni Surasandi, SpOG(K), sebenarnya resiko kematian penderita kanker serviks bisa dicegah jika kanker serviks ini terditeksi lebih awal.

“Jika terditeksi lebih awal, pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks dengan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery),” jelasnya.

Namun jika kasus kanker serviks baru diketahui pada stadium lanjut, maka pilihan pengobatan yang bisa dilakukan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan hanya  mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Adapun penyebab dari kanker serviks ini disebutkan dr. Deni adalah Human papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik, termasuk juga kurangnya asupan asam folat, vitamin E dan vitamin C.


Most Read

Artikel Terbaru

/