alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Tips Mencegah Kanker Serviks

Selain faktor tersebu, ada beberapa kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks, seperti sering melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini. “Dari beberapa riset yang ada, melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks,” lanjutnya.

Meskipun diteksi kanker serviks harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan klinis, namun dr. Deni menyebutkan ada beberapa ciri-ciri yang harus diwaspadai oleh kaum perempuan. Seperti, saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan, selanjutnya mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih.

Jika kanker serviks sudah ada pada stadium lanjut, maka pasien bisa mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Untuk pencegahan kanker serviks, dr. Deni menyebutkan ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh perempuan, mulai dari menerapkan pola hidup sehat, baik itu dari segi konsumsi makanan, hingga aktivitas olahraga.

Selanjutnya adalah menjaga kebersihan organ intim, hindari berhubungan intim saat usia dini, lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim. “Selanjutnya untuk pencegahan, sebaiknya melakukan vaksinasi HPV sedini mungkin, bisa dilakukan ketika usia remaja,” ungkapnya.


Selain faktor tersebu, ada beberapa kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks, seperti sering melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini. “Dari beberapa riset yang ada, melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks,” lanjutnya.

Meskipun diteksi kanker serviks harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan klinis, namun dr. Deni menyebutkan ada beberapa ciri-ciri yang harus diwaspadai oleh kaum perempuan. Seperti, saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan, selanjutnya mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih.

Jika kanker serviks sudah ada pada stadium lanjut, maka pasien bisa mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Untuk pencegahan kanker serviks, dr. Deni menyebutkan ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh perempuan, mulai dari menerapkan pola hidup sehat, baik itu dari segi konsumsi makanan, hingga aktivitas olahraga.

Selanjutnya adalah menjaga kebersihan organ intim, hindari berhubungan intim saat usia dini, lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim. “Selanjutnya untuk pencegahan, sebaiknya melakukan vaksinasi HPV sedini mungkin, bisa dilakukan ketika usia remaja,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/