alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Buka Luwur di Makam Sunan Kudus, Bagikan 24.605 Nasi

KUDUS, BALI EXPRESS – Tradisi pembagian Nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, masih tetap dilakukan dengan mendistribusikannya langsung ke masing-masing kecamatan dengan menyiapkan sebanyak 24.605 Nasi Buka Luwur.

“Demi menghindari kerumunan, tradisi Buka Luwur tahun ini meniadakan antrean untuk mendapatkan Nasi Buka Luwur karena dalam masa pandemi Covid-19. Gantinya dibagikan langsung ke masyarakat dengan membentuk tim di masing-masing kecamatan,” kata Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis di Kudus, Kamis (19/8).

Ia menjelaskan Nasi Buka Luwur yang dikenal dengan Basi Uyah Asem itu, juga didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdapat sumber mata air di sembilan kecamatan.

Sebelumnya masing-masing daerah tersebut mengikuti kirab Banyu Panguripan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Atas kondisi tersebut, diharapkan pengertian masyarakat Kudus terkait tidak adanya antrean di seputar menara, mengingat masih dalam masa pandemi.

Dari total 24.605 Nasi Buka Luwur yang dibagikan, kata dia, meliputi 17.940 nasi bungkusan untuk masyarakat umum dan nasi Buka Luwur yang berjumlah 1.467 keranjang diberikan kepada tokoh masyarakat, kiai, pejabat, tamu undangan, pekerja, dan panitia, serta untuk masyarakat yang bersedekah sebanyak 7.050 bungkus.

Total Nasi Buka Luwur yang tahun 2021 ini, diakuinya memang berkurang dari tahun sebelumnya karena tahun 2020 mencapai 25.004 bungkusan. Alokasi Nasi Buka Luwur untuk masing-masing kecamatan bervariasi, sesuai kebutuhan.

Tradisi Buka Luwur sendiri diselenggarakan setiap 10 Muharam atau pada Kamis (19/8), yang merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Dijelaskan Muhammad Kharis, tradisi Buka Luwur dengan membagi-bagikan Nasi Uyah Asem sudah berlangsung ratusan tahun silam, sebagai simbol kesejahteraan masyarakat. (ant)


KUDUS, BALI EXPRESS – Tradisi pembagian Nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, masih tetap dilakukan dengan mendistribusikannya langsung ke masing-masing kecamatan dengan menyiapkan sebanyak 24.605 Nasi Buka Luwur.

“Demi menghindari kerumunan, tradisi Buka Luwur tahun ini meniadakan antrean untuk mendapatkan Nasi Buka Luwur karena dalam masa pandemi Covid-19. Gantinya dibagikan langsung ke masyarakat dengan membentuk tim di masing-masing kecamatan,” kata Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis di Kudus, Kamis (19/8).

Ia menjelaskan Nasi Buka Luwur yang dikenal dengan Basi Uyah Asem itu, juga didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdapat sumber mata air di sembilan kecamatan.

Sebelumnya masing-masing daerah tersebut mengikuti kirab Banyu Panguripan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Atas kondisi tersebut, diharapkan pengertian masyarakat Kudus terkait tidak adanya antrean di seputar menara, mengingat masih dalam masa pandemi.

Dari total 24.605 Nasi Buka Luwur yang dibagikan, kata dia, meliputi 17.940 nasi bungkusan untuk masyarakat umum dan nasi Buka Luwur yang berjumlah 1.467 keranjang diberikan kepada tokoh masyarakat, kiai, pejabat, tamu undangan, pekerja, dan panitia, serta untuk masyarakat yang bersedekah sebanyak 7.050 bungkus.

Total Nasi Buka Luwur yang tahun 2021 ini, diakuinya memang berkurang dari tahun sebelumnya karena tahun 2020 mencapai 25.004 bungkusan. Alokasi Nasi Buka Luwur untuk masing-masing kecamatan bervariasi, sesuai kebutuhan.

Tradisi Buka Luwur sendiri diselenggarakan setiap 10 Muharam atau pada Kamis (19/8), yang merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Dijelaskan Muhammad Kharis, tradisi Buka Luwur dengan membagi-bagikan Nasi Uyah Asem sudah berlangsung ratusan tahun silam, sebagai simbol kesejahteraan masyarakat. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/