alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Meskipun Ada Dibawah Tanah, Tetap Jadi Makanan Favorit Warga Abang

Terlihat Menjijikkan, Gayas Nikmat Dijadikan Lauk Makanan

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Nafsu makan seseorang akan tergugah ketika melihat makanan yang memiliki tampilan sangat menarik dan berbau sedap. Jika melihat makanan seperti ulat, berasal dari tanah, kemungkinan terlihat menjijikkan.

 

Namun siapa sangka, gayas yang memiliki teksur seperti ulat tersebut menjadi makanan favorit bagi masyarakat Desa Abang, Desa Adat Kesimpar, Kecamatan Abang. Meskipun berasal dari bawah tanah, rupanya warga sekitar terlihat sangat antusias untuk mencari gayas yang biasanya digunakan sebagai peneman nasi tersebut.

 

Salah satunya adalah Nengah Adi, warga asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, dirinya hampir setiap hari mencari gayas untuk dijadikan peneman makanannya. “Saya memang suka dengan gayas, biasanya saya goreng untuk dijadikan lauk,” ujarnya pada Jumat (20/5).

 

Ia menjelaskan, gayas tersebut muncul pada saat musim-musim tertentu saja. Misalnya, gayas akan banyak ditemukan pasca peralihan musim dari hujan ke kemarau. Dengan mencangkul sedikit saja tanah yang ada di perkebunan kosong, dirinya dengan mudah mendapatkan gayas tersebut.

 

Dibawah terik matahari, keringat menetes bercucuran, dirinya sangat menikmati mencari gayas tersebut. Bahkan, dirinya tidak tanggung-tanggung dalam mencari itu. “Tanggung kalau sedikit, biasanya kalau tidak habis saya makan, saya pakai lagaran (camilan) tuak,” imbuhnya.

 

Ia memaparkan, gayas ini tidaklah bisa didapat disemua tempat, biasanya gayas ini sering ditemukan di Kecamatan Abang saja. Pria yang juga sebagai pemangku tersebut pun tidak mengerti mengapa gayas tidak bisa ditemukan ditempat-tempat lain, bahkan disawah sekalipun. “Saya juga tidak mengerti, di Karangasem sepertinya cuma di Abang saja ada gayas. Tetapi adanya di ladang, kalau disawah tidak ada,” jelasnya.

 

Tetapi, ia menyebut, apabila tidak cocok dan tidak bisa menkonsumsi gayas, maka akan menimbulkan gatal-gatal pada bagian tubuh. “Cocok-cocokan juga, kalau tidak cocok bisa badan menjadi gatal,” tersngnya.

 

Dibalik kenikmatan gayas untuk dikonsumsi, ada petani yang menderita, karena gayas ini bisa membuat tanaman di ladang menjadi mati. “Ini contohnya (sambil menunjuk) pohon undis langsung mati,” pungkasnya. (dir)


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Nafsu makan seseorang akan tergugah ketika melihat makanan yang memiliki tampilan sangat menarik dan berbau sedap. Jika melihat makanan seperti ulat, berasal dari tanah, kemungkinan terlihat menjijikkan.

 

Namun siapa sangka, gayas yang memiliki teksur seperti ulat tersebut menjadi makanan favorit bagi masyarakat Desa Abang, Desa Adat Kesimpar, Kecamatan Abang. Meskipun berasal dari bawah tanah, rupanya warga sekitar terlihat sangat antusias untuk mencari gayas yang biasanya digunakan sebagai peneman nasi tersebut.

 

Salah satunya adalah Nengah Adi, warga asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, dirinya hampir setiap hari mencari gayas untuk dijadikan peneman makanannya. “Saya memang suka dengan gayas, biasanya saya goreng untuk dijadikan lauk,” ujarnya pada Jumat (20/5).

 

Ia menjelaskan, gayas tersebut muncul pada saat musim-musim tertentu saja. Misalnya, gayas akan banyak ditemukan pasca peralihan musim dari hujan ke kemarau. Dengan mencangkul sedikit saja tanah yang ada di perkebunan kosong, dirinya dengan mudah mendapatkan gayas tersebut.

 

Dibawah terik matahari, keringat menetes bercucuran, dirinya sangat menikmati mencari gayas tersebut. Bahkan, dirinya tidak tanggung-tanggung dalam mencari itu. “Tanggung kalau sedikit, biasanya kalau tidak habis saya makan, saya pakai lagaran (camilan) tuak,” imbuhnya.

 

Ia memaparkan, gayas ini tidaklah bisa didapat disemua tempat, biasanya gayas ini sering ditemukan di Kecamatan Abang saja. Pria yang juga sebagai pemangku tersebut pun tidak mengerti mengapa gayas tidak bisa ditemukan ditempat-tempat lain, bahkan disawah sekalipun. “Saya juga tidak mengerti, di Karangasem sepertinya cuma di Abang saja ada gayas. Tetapi adanya di ladang, kalau disawah tidak ada,” jelasnya.

 

Tetapi, ia menyebut, apabila tidak cocok dan tidak bisa menkonsumsi gayas, maka akan menimbulkan gatal-gatal pada bagian tubuh. “Cocok-cocokan juga, kalau tidak cocok bisa badan menjadi gatal,” tersngnya.

 

Dibalik kenikmatan gayas untuk dikonsumsi, ada petani yang menderita, karena gayas ini bisa membuat tanaman di ladang menjadi mati. “Ini contohnya (sambil menunjuk) pohon undis langsung mati,” pungkasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/