Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Kotoran Telinga Tidak Perlu Dibersihkan

20 September 2021, 12: 18: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kotoran Telinga Tidak Perlu Dibersihkan

ilustrasi kotoran telinga. (net)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Dokter Spesialis THT di Denpasar dr. Kadek Modes Ariana, Sp.THT mengatakan sebenarnya kotoran telinga yang dikenal masyarakat sebagai cairan lengket berbentuk lilin dengan warna kecoklatan atau earwax itu bukanlah kotoran telinga. "Tetapi earwax ini adalah cairan lilin yang berfungsi sebagai pencegah infeksi," jelasnya.

Selain itu, fungsi dari earwax yang sering dikira kotoran telinga ini, menurut dr. Modes juga sebagai pelembab saluran telinga sehingga mampu melindungi gendang telinga dari masuknya benda asing ke dalam telinga, seperti debu air hingga serangga kecil. 

Hal ini karena struktur earwax yang lengket membuat benda-benda asing tersebut tidak masuk ke telinga sehingga tidak menganggu sistem kerja dari telinga sebagai indra pendengar dan pengatur keseimbangan tubuh manusia. 

Baca juga: Kesabaran Habis, Atta Halilintar Laporkan Youtuber Savas Fresh 

Untuk earwax ini, setiap orang menghasilkan jumlah dan jenis earwax yang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetik dan mungkin kondisi kesehatan yang mendasarinya. "Sehingga bau dan kondisi dari earwax masing-masing orang berbeda," lanjutnya.

Lantas apa yang dimaksud dengan kotoran telinga? dr. Modes menjelaskan kotoran telinga itu adalah sisa dari polutas yang terperangkap di earwax yang ada disaluran telinga tersebut. 

Sebenarnya untuk membersihak kotoran yang tercampur earwax ini, dikatakannya tidak perlu dilakukan. "Karena telinga sudah punya kemampuan untuk membersihkan dan mengeluarkan kotorannya sendiri. Jadi, normalnya kotoran telinga tidak akan menyumbat saluran pendengaran," ungkapnya.

Kotoran telinga akan keluar ketika seseorang sedang mengunyah atau menggerakkan rahang saat berbicara, kotoran telinga akan berjalan keluar, mengering dan jatuh dengan sendirinya. "Justru menggunakan cotton bud atau benda lainnya yang dimasukkan ke dalam telinga dan akhirnya membuat kotoran terdorong ke dalam," tambahnya. 

(bx/gek/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia