Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Kelapa Bakar Rempah, Minuman Herbal Penambah Imun

21 Oktober 2021, 20: 29: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kelapa Bakar Rempah, Minuman Herbal Penambah Imun

PENAMBAH IMUN: Kelapa bakar yang siap dicampur dengan bahan rempah. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Selain jamu yang dibuat dengan bahan-bahan rempah sebagai minuman penambah imun tubuh, juga terdapat minuman lainnya dengan khasiat yang sama. Ya, kelapa bakar rempah. Minuman herbal satu ini sangat popular di tengah pandemic. Masyarakat percaya minuman satu ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Terlebih di tengah pandemic banyak orang berburu bahan rempah untuk menjaga antibodi agar terhindar dari virus.

Belakangan, kelapa bakar rempah ini pun banyak diburu. Sama hanya dengan jamu, ramuan air kelapa yang sudah dibakar dicampur dengan bahan lainnya seperti kapulaga, jeruk ipis, sereh wangi, serta 14 bahan rempah lainnya dicampur menjadi satu dalam air kelapa. Selain itu untuk menambah cita rasa, ditambahkan madu. Madu berperan penting pula untuk menjaga daya tahan tubuh serta baik untuk kesehatan.

Disamping dapat meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemic ini, kelapa bakar rempah ini juga dipercaya dapat mengatasi banyak penyakit. Dari yang ringan hingga berat. Seperti misalnya pegal-pegal, darah rendah, hipertensi, menambah energy, mencegah dehudrasi, gangguan pencernaan, infeksi kantung kemih, cacingan hingga gangguan ginjal.

Baca juga: Sukses Kembangkan Pamsimas, Kini Miliki Pelanggan Empat Ribu

Saat ini Kelapa Bakar Rempah di Buleleng mulai bermunculan. Salah satuya ada di Jalan Gempol, Keluharan Banyuning, Kecamatan Buleleng. setiap pagi pemandangan di depan warung yang dijaga Putu Swami Ariani selalu terdapat asap yang mengepul. Asap itu berasal dari pembakaran kelapa yang dibakar menggunakan kayu bakar. Beberapa butir kelapa nampak tertumpuk diatas pembakaran. Warna asli kelapa dari hijau berubah menjadi hitam alias gosong. Hal itu sengaja dilakukan agar proses pembakaran sampai ke dalam. “Kami tidak pakai arang. Selalu pakai kayu bakar. Kalau pakai arang apinya cepat mati,” kata dia.

Kelapa-kelapa yang nantinya akan dicampur dengan bahan rempah itu dibakar selama satu jam. Putu Swami pun sellu siap sedia kelapa yang dibakar di atas pembakaran. Kelapa bakar yang disajikan kepada pelanggan selalu fresh dari baru diangkat dari alat pembakaran. “Kami selalu sediakan dan stanby kelapa-kelapa yang sudah dibakar. Tapi tetap kami biarkan di pembakaran itu agar tetap hangat. Kalau ada pembeli baru bakar itu lama, karena pembakarannya butuh waktu satu jam,” kata dia.

Di tengah pandemic ini, banyak yang mencari kelapa bakar rempah. Menurut Putu Swami, mereka yang datang kebanyakan dengan alasan yang sama, yakni untuk menjaga kekbalan tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh. “Lumayan yang cari. Mereka keanyakan untuk menjaga tubuh agar tetap hangat. Imunnya terjaga saat pandemic ini. Tapi ada juga beberapa yang beli untuk menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi. Mereka yang beli rata-rata bilang ke kami sih supaya imunnya meningkat,” ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam sehari Putu Swami mampu menjual kelapa bakar rempah hingga 20 butir. “Per butirnya kami jual Rp 20 ribu. kalau sehari paling banyak 20 butir kelapa bakar. Kalau lagi ramai bisa lebih,” tuturnya.

Untuk masalah kelapa, Putu Swami selalu percaya dengan hasil kebun di desa Bontihing bagian atas. Sebab rasa air kelapa di bagian timur lebih manis disbanding dengan kelapa yang tumbuh di areal pesisir pantai. “Kami ambil di Bontihing. Karena di sana kelapanya lebih manis. Kalau yang dekat pantai biasanya dia sedikit asam bahkan anyeb,” terangnya.

Salah satu pembeli kelapa bakar rempah, Ratu Ayu Astri Desiani mengaku sudah beberapa kali membeli kelapa bakar rempah tersebut. Setelah mengkonsumsi air kelapa bakar rempah, tubuhnya terasa lebih segar serta tidak mudah lelah. Alasan lainnya, ia mengkonsumsi kelapa bakar rempah untuk menjaga kekebalan tubuh serta meningkatkan imun tubuh. “Enak. Saya sudah beberapa kali coba dan memang badan jadi lebih segar. Kalau lagi Covid-19 begini ini bagus untuk menjaga dan meningkatkan imun agar tidak mudah terserang virus. Ini khasiatnya banyak sekali. Daripada terus menerus minum obat kimia, jadi saya coba beralih ke minuman herbal,” kata gadis 28 tahun asal Kelurahan Sukasada ini.

Air kelapa muda sendiri memiliki kandungan nutrisi cukup banyak. Dari minuman ini bisa mendapatkan asupan kalsium, protein, vitamin C, lemak, zat besi, potasium dan fosfor saat mengonsumsinya. Berkat kandungannya tersebut, terutama karena memiliki kalium berjumlah tinggi, air kelapa mudah diserap tubuh untuk menggantikan ion yang hilang. Mineral-mineral dalam air kelapa memang mempunyai manfaat yang baik dan alami sebagai minuman elektrolit.

(bx/dhi/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia