alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Bahaya Kekurangan Zat Besi Bagi Ibu Hamil

DENPASAR, BALI EXPRESS- Kehamilan menjadi satu kondisi yang spesial bagi seorang ibu, selain diperlukan kondisi mental yang stabil, asupan nutrisi selama kehamilan juga sangat diperlukan. Salah satunya adalah asupan zat besi, karena jika kekurangan zat besi baik ibu atau bayi akan mengalami masalah kesehatan yang serius. Apa saja?

Dokter spesialis kandungan di Denpasar, dr. Wayan Semadi, Sp.OG mengatakan zat besi adalah nutrisi yang sngat dipeelukan oleh ibu hamil. “Kekurangan zat besi pada ibu hamil adalah kondisi yang sangat umum terjadi,” jelasnya. 

Kondisi kekurangan zat besi ini terjadi karena ibu hamil tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Sehingga pad kondisi yang lazim disebut dengan anemia berat ini, ibu hamil bis mengalami beberapa resiko. 

Mulai dari kelahiran prematur, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, dan depresi pasca persalinan. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko kematian bayi sebelum atau sesudah lahir. Karena cukup berbahaya, maka ibu perlu mengetahui tanda-tanda dari anemia zat besi supaya bisa segera melakukan perawatan yang tepat. 

Adapun beberapa gejala ibu hamil kekurangan zat besi, antara lain, lebih mudah kelelahan, badn terasa lemah, kulit pucat atau cenderung berwarna kekuningan, detak jantung tidak teratur,sesak napas, aakit kepala tangan dan kaki menjadi dingin secara tiba-tiba.

Adapun fungsi dari zat besi pad ibu hamil adalah, untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan. “Selama kehamilan, ibu membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita tidak hamil, tubuh membutuhkan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah memasok oksigen ke bayi,” urainya.

Untuk mendapatkan asupan zat besi, dr. Semadi mengatakan ibu hamil bisa mengkonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi dapat membantu mencegah dan mengobati anemia defisiensi besi selama kehamilan. Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi terpisah. Selama kehamilan, ibu membutuhkan 27 miligram zat besi sehari.

Selain itu, asuoan zat besi bisa di dapat dari makanan termasuk daging merah tanpa lemak, unggas, dan ikan. Pilihan lain termasuk sereal sarapan yang diperkaya zat besi, jus plum, kacang kering, dan kacang polong. “Ibu juga perlu ingat bahwa zat besi dari produk hewani, seperti daging, paling mudah diserap,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Kehamilan menjadi satu kondisi yang spesial bagi seorang ibu, selain diperlukan kondisi mental yang stabil, asupan nutrisi selama kehamilan juga sangat diperlukan. Salah satunya adalah asupan zat besi, karena jika kekurangan zat besi baik ibu atau bayi akan mengalami masalah kesehatan yang serius. Apa saja?

Dokter spesialis kandungan di Denpasar, dr. Wayan Semadi, Sp.OG mengatakan zat besi adalah nutrisi yang sngat dipeelukan oleh ibu hamil. “Kekurangan zat besi pada ibu hamil adalah kondisi yang sangat umum terjadi,” jelasnya. 

Kondisi kekurangan zat besi ini terjadi karena ibu hamil tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Sehingga pad kondisi yang lazim disebut dengan anemia berat ini, ibu hamil bis mengalami beberapa resiko. 

Mulai dari kelahiran prematur, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, dan depresi pasca persalinan. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko kematian bayi sebelum atau sesudah lahir. Karena cukup berbahaya, maka ibu perlu mengetahui tanda-tanda dari anemia zat besi supaya bisa segera melakukan perawatan yang tepat. 

Adapun beberapa gejala ibu hamil kekurangan zat besi, antara lain, lebih mudah kelelahan, badn terasa lemah, kulit pucat atau cenderung berwarna kekuningan, detak jantung tidak teratur,sesak napas, aakit kepala tangan dan kaki menjadi dingin secara tiba-tiba.

Adapun fungsi dari zat besi pad ibu hamil adalah, untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan. “Selama kehamilan, ibu membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita tidak hamil, tubuh membutuhkan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah memasok oksigen ke bayi,” urainya.

Untuk mendapatkan asupan zat besi, dr. Semadi mengatakan ibu hamil bisa mengkonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi dapat membantu mencegah dan mengobati anemia defisiensi besi selama kehamilan. Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi terpisah. Selama kehamilan, ibu membutuhkan 27 miligram zat besi sehari.

Selain itu, asuoan zat besi bisa di dapat dari makanan termasuk daging merah tanpa lemak, unggas, dan ikan. Pilihan lain termasuk sereal sarapan yang diperkaya zat besi, jus plum, kacang kering, dan kacang polong. “Ibu juga perlu ingat bahwa zat besi dari produk hewani, seperti daging, paling mudah diserap,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/