27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Pelaku Wik Wik dengan Pakaian Adat Dilakukan Usai Melukat di Tampaksiring

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengakuan pasangan pembuat video mesum berpakaian adat Bali di dalam mobil cukup mengejutkan. Pasalnya, DNL, 26 dan IMDI, 28 melakukannya setelah melakukan prosesi melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Pengakuan kedua tersangka itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (22/9).

Menurutnya, dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya.

“Modusnya membuat dan menyebarkan sendiri lewat media sosial milik mereka,” ujarnya.

Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari melukat (Upacara membersihkan jiwa dan pikiran menggunakan air suci) di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar dan baru diunggah pada Sabtu (10/9).

Lebih detail, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali menjabarkan kronologi penangkapan. Dikatakannya, setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan. Pihaknya melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.

Baca Juga :  Ada Semen dan Cairan Khusus untuk Antisipasi Yuyu di Tol Bali Mandara

“Hal itu lah yang menjadi hambatan petugas dalam mengungkap kasus tersebut,” tandas Nanang.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa DNL berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, IMDI berhasil ditangkap di Denpasar pada Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022. Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

Baca Juga :  Pengacara Lawan Istri Perwira, Edward : Peristiwa Ini Seperti Bypass

“Si cewek datang ke Bali untuk berlibur dan munculah inisiatif keduanya untuk membuat video intim,” tambahnya. Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual. Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008.

Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juha bermain hp sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengakuan pasangan pembuat video mesum berpakaian adat Bali di dalam mobil cukup mengejutkan. Pasalnya, DNL, 26 dan IMDI, 28 melakukannya setelah melakukan prosesi melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Pengakuan kedua tersangka itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (22/9).

Menurutnya, dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya.

“Modusnya membuat dan menyebarkan sendiri lewat media sosial milik mereka,” ujarnya.

Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari melukat (Upacara membersihkan jiwa dan pikiran menggunakan air suci) di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar dan baru diunggah pada Sabtu (10/9).

Lebih detail, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali menjabarkan kronologi penangkapan. Dikatakannya, setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan. Pihaknya melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.

Baca Juga :  Alihkan Dukungan ke GiriAsa, Begini Alasan Golkar

“Hal itu lah yang menjadi hambatan petugas dalam mengungkap kasus tersebut,” tandas Nanang.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa DNL berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, IMDI berhasil ditangkap di Denpasar pada Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022. Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

Baca Juga :  Pemprov Bali Terapkan Pemutihan Denda PKB dan BBNKB

“Si cewek datang ke Bali untuk berlibur dan munculah inisiatif keduanya untuk membuat video intim,” tambahnya. Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual. Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008.

Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juha bermain hp sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/