alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Berwisata Juga Bisa Menjadi Terapi Mengurangi Depresi

DENPASAR, BALI EXPRESS- Trend aktivitas relaksasi untuk mengurangi tingginya tingkat stres di maayarakat tidak saja harus melakukan aktivitas relaksasi seperti spa dan meditasi saja. Namun aktivitas relaksasi bisa dilkukan dengan beragam cara, salah satunya adalah berwisata.

Konsultan Nutrisi yang juga guru yoga, Nikki Indrawati, menyebutkan aktivitas relaksasi untuk mengatasi stres dan depresi bisa dilakukan dengan beragam cara. “Salah satu contoh yang bisa dilakukan adalah dengan bersantai di tempat-tempat yang menyediakan suasana yang tenang, seperti tempat makan yang tenang dengan menu makanan yang unik, bisa menjadi terapi bagi seseorang yang sedang mengalami depresi,” ungkapnya.

Terkait trend lokasi wisata yang menyajikan suasana relaksasi, saat ini memang menjadi trend di industri pariwisata di Bali. Takaaki Yasuda, General Manager Hosinoya Ubud menyebutkan, suasana hutan yang hijau dengan suara gemericik air memang menjadi konsep dari Hosinoya Bali. “Di tengah Pandemi seperti saat ini, trend berwisata ke lokasi dengan nuasa relaksasi menjadi salah satu incaran masyarakat, karena itu, kami disini menyediakan tempat yang bisa mengakomodasi kebutuhan wisatawan,” jelasnya.

Selain menawarkan suasana relaksasi yang nyaman bagi para pengunjungnya, Yasuda juga menyebutkan pihaknya juga menyediakan beragam jenis makanan yang dirancang untuk memuaskan kelima panca indera, yakni penglihatan, penciuman, pendengaran dan sentuhan, dalam sebuah komposisi kuliner yang harmonis.

“Adapun jenis makanan yang kami sajikan adalah menu makanan dengan dengan nutrisi yang seimbang. Tidak saja berasal dari bahan nabati, tetapi kami juga memadukan dengan bahan hewani dan tentunya kami menyediakan wine sehingga bisa memberikan efek relaksasi yang maksimal,” tambahnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS- Trend aktivitas relaksasi untuk mengurangi tingginya tingkat stres di maayarakat tidak saja harus melakukan aktivitas relaksasi seperti spa dan meditasi saja. Namun aktivitas relaksasi bisa dilkukan dengan beragam cara, salah satunya adalah berwisata.

Konsultan Nutrisi yang juga guru yoga, Nikki Indrawati, menyebutkan aktivitas relaksasi untuk mengatasi stres dan depresi bisa dilakukan dengan beragam cara. “Salah satu contoh yang bisa dilakukan adalah dengan bersantai di tempat-tempat yang menyediakan suasana yang tenang, seperti tempat makan yang tenang dengan menu makanan yang unik, bisa menjadi terapi bagi seseorang yang sedang mengalami depresi,” ungkapnya.

Terkait trend lokasi wisata yang menyajikan suasana relaksasi, saat ini memang menjadi trend di industri pariwisata di Bali. Takaaki Yasuda, General Manager Hosinoya Ubud menyebutkan, suasana hutan yang hijau dengan suara gemericik air memang menjadi konsep dari Hosinoya Bali. “Di tengah Pandemi seperti saat ini, trend berwisata ke lokasi dengan nuasa relaksasi menjadi salah satu incaran masyarakat, karena itu, kami disini menyediakan tempat yang bisa mengakomodasi kebutuhan wisatawan,” jelasnya.

Selain menawarkan suasana relaksasi yang nyaman bagi para pengunjungnya, Yasuda juga menyebutkan pihaknya juga menyediakan beragam jenis makanan yang dirancang untuk memuaskan kelima panca indera, yakni penglihatan, penciuman, pendengaran dan sentuhan, dalam sebuah komposisi kuliner yang harmonis.

“Adapun jenis makanan yang kami sajikan adalah menu makanan dengan dengan nutrisi yang seimbang. Tidak saja berasal dari bahan nabati, tetapi kami juga memadukan dengan bahan hewani dan tentunya kami menyediakan wine sehingga bisa memberikan efek relaksasi yang maksimal,” tambahnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/