alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

I Gusti Ngurah Ade Raka Purnawan

Lukisan Daun Nangka; Awalnya Bingung Cari Kado Buat Pacar, Kini Jadi Cuan

Jika memiliki jiwa seni biasanya sering membuat kejutan dengan hasil karyanya. Sebab, barang yang tidak terpikirkan bisa dijadikan kesenian pada umumnya, tetapi mampu diolah supaya cantik dipandang.

I WAYAN ADI PRABAWA, Klungkung.

SEPERTI yang dikakukan pemuda asal Desa Adat Lepang,Desa Takmung, Banjarangkan, bernama I Gusti Ngurah Ade Raka Purnawan. Dirinya mampu melukis wajah seseorang diatas daun nangka yang sudah akan layu. Bahkan hasilnya hampir menyerupai wajah asli yang ia gambarkan.

Melukis wajah seseorang diatas daun nangka belum ada satu tahun Ade tekuni, tetapi hasil karya yang ia buat sudah mendekati hasil sempurna. Bahkan ia mengaku samasekali tidak ada belajar dimanapun. “Tidak sempat belajar, tetapi saya memang dasarnya gemar melukis dan sering mengukir buah (fruit carving),” ujarnya pada Senin (23/5).

Ternyata, sebelum mencoba menggambar wajah seseorang itu ia sedang kebingungan. Bukanlah karena kesusahan mencari bahan atau yang lainnya, tetapi kebingungan untuk memberikan kado pacarnya yang akan berulang tahun dalam waktu dekat.

“Waktu itu pacar saya akan ulang tahun dalam waktu dekat, saya hanya punya uang Rp 15 ribu. Kalau untuk membuat wajah pacar saya di buah itu sudah sering saya lakukan, tetapi kali ini saya ingin buat yang berbeda. Ketika itu tiba-tiba muncul lah ide untuk melukis wajah pacar saya di daun, supaya beda dari sebelumnya dan lebih menantang,” jelas pria 22 tahun tersebut.

Padahal kedua orangtua Ade tidak memiliki jiwa seni, tetapi, setiap gambaran dan ukiran buah yang ia buat pasti menghasilkan karya yang enak untuk dipandang. Bahkan lukisan di atas daun ini pun dibuatnya dengan bagus, sehingga banyak orang yang tertarik untuk dibuatkan.

“Saya membuat seperti ini dari enam bulan lalu, dan ada yang berminat untuk dibuatkan. Saya buatkan saja karena dikasi upah juga,” kata anak pasangan I Gusti Nyoman Suarsana dan Ni Ketut Suladri.

Satu gambaran dilakukannya tidak terlalu lama. Hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam, lukisan wajah sudah berhasil dibuatnya dengan tuntas. Pihaknya menjual melalui media sosial dengan harga yang berbeda-beda.

“Satu wajah dalam satu bingkai saya jual Rp 50 ribu, kalau dua wajah dalam satu bingkai, Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu,” terangnya.

Dari baru mulai menjual hingga saat ini, sudah hampir 100 pesanan yang ia terima. Ade memaparkan, sebelum dibuat di daun, dirinya lebih dulu menggambar di atas kertas untuk diperlihatkan kepada pemesan. Jika itu sudah disepakati oleh kedua belah pihak, barulah ia membuat diatas daun.

“Nanti ketika membuat, daunnya letakkan dibawah gambaran yang sudah disepakati itu,” kata pria yang juga gemar bermain game tersebut. (*)

 


Jika memiliki jiwa seni biasanya sering membuat kejutan dengan hasil karyanya. Sebab, barang yang tidak terpikirkan bisa dijadikan kesenian pada umumnya, tetapi mampu diolah supaya cantik dipandang.

I WAYAN ADI PRABAWA, Klungkung.

SEPERTI yang dikakukan pemuda asal Desa Adat Lepang,Desa Takmung, Banjarangkan, bernama I Gusti Ngurah Ade Raka Purnawan. Dirinya mampu melukis wajah seseorang diatas daun nangka yang sudah akan layu. Bahkan hasilnya hampir menyerupai wajah asli yang ia gambarkan.

Melukis wajah seseorang diatas daun nangka belum ada satu tahun Ade tekuni, tetapi hasil karya yang ia buat sudah mendekati hasil sempurna. Bahkan ia mengaku samasekali tidak ada belajar dimanapun. “Tidak sempat belajar, tetapi saya memang dasarnya gemar melukis dan sering mengukir buah (fruit carving),” ujarnya pada Senin (23/5).

Ternyata, sebelum mencoba menggambar wajah seseorang itu ia sedang kebingungan. Bukanlah karena kesusahan mencari bahan atau yang lainnya, tetapi kebingungan untuk memberikan kado pacarnya yang akan berulang tahun dalam waktu dekat.

“Waktu itu pacar saya akan ulang tahun dalam waktu dekat, saya hanya punya uang Rp 15 ribu. Kalau untuk membuat wajah pacar saya di buah itu sudah sering saya lakukan, tetapi kali ini saya ingin buat yang berbeda. Ketika itu tiba-tiba muncul lah ide untuk melukis wajah pacar saya di daun, supaya beda dari sebelumnya dan lebih menantang,” jelas pria 22 tahun tersebut.

Padahal kedua orangtua Ade tidak memiliki jiwa seni, tetapi, setiap gambaran dan ukiran buah yang ia buat pasti menghasilkan karya yang enak untuk dipandang. Bahkan lukisan di atas daun ini pun dibuatnya dengan bagus, sehingga banyak orang yang tertarik untuk dibuatkan.

“Saya membuat seperti ini dari enam bulan lalu, dan ada yang berminat untuk dibuatkan. Saya buatkan saja karena dikasi upah juga,” kata anak pasangan I Gusti Nyoman Suarsana dan Ni Ketut Suladri.

Satu gambaran dilakukannya tidak terlalu lama. Hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam, lukisan wajah sudah berhasil dibuatnya dengan tuntas. Pihaknya menjual melalui media sosial dengan harga yang berbeda-beda.

“Satu wajah dalam satu bingkai saya jual Rp 50 ribu, kalau dua wajah dalam satu bingkai, Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu,” terangnya.

Dari baru mulai menjual hingga saat ini, sudah hampir 100 pesanan yang ia terima. Ade memaparkan, sebelum dibuat di daun, dirinya lebih dulu menggambar di atas kertas untuk diperlihatkan kepada pemesan. Jika itu sudah disepakati oleh kedua belah pihak, barulah ia membuat diatas daun.

“Nanti ketika membuat, daunnya letakkan dibawah gambaran yang sudah disepakati itu,” kata pria yang juga gemar bermain game tersebut. (*)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/