Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Waspada Jika Sering Mengalami Mimisan Lebih dari 20 Menit

24 September 2021, 07: 27: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Waspada Jika Sering Mengalami Mimisan Lebih dari 20 Menit

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan yang terjadi di hidung. Meski terlihat menyeramkan, mimisan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun jika mimisan terjadi selama lebih dari 20 menit harus segera mendapat penanganan dokter.

Dokter di Bagian THT RSUP Sanglah, dr. Maxi menyebutkan pada umumnya disebabkan oleh udarayang kering, biasanya sering dialami oleh mereka yang tinggal di daerah dengan suhu udara rendah. "Namun demikian, 80 persen dari kasus mimisan tidak diketahui atau bisa terjadi secara spontan akibat trauma pada hidung," jelasnya.

Namun demikian, dr. Maxi menyebutkan mimisan bisa dialami oleh siapa saja, dari usia anak-anak sampai lansia. Meskipun merupakan kondisi yang lazim, namun mimisan bisa juga menjadi indikasi seseorang menderita penyakit kronis atau terjadi kerusakan pada pembuluh darah di bagian dalam hidung.

Baca juga: Mengenal Kaki Diabetes, Komplikasi Diabetes Penyebab Amputasi

Mimisan yang patut dicurigai ini adalah mimisan yang berlangsung selama lebih dari 20 menit dan terjadi hampir setiap hari. "Seseorang perlu waspada bila mimisan terjadi berulang, karena dapat menjadi gejala dari suatu penyakit, seperti hipertensi, gangguan pembekuan darah, atau sinusitis, kanker nasofsrung," paparnya.

Jika sudah mengalami kondisi tersebut, maka harus segera diperiksakan ke dokter. Sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan hidung untuk mencari tahu penyebab mimisan atau kemungkinan masuknya benda asing yang memicu mimisan.

Karena jika pemeriksaan hidung belum dapat memastikan penyebab mimisan, maka dokter akan melakukan tes lanjutan. "Ada bebberapa prosedur yang akan dilakukan untuk pemeriksaan mimisan ini, seperti tes darah, untuk mendeteksi adanya gangguan pembekuan darah, tes pencitraan, seperti foto Rontgen dan CT scan, untuk mendeteksi kelainan pada hidung hingga endoskopi hidung," tambahnya.

Setelah menemukan penyebab mimisan ini, maka tenaga medis bisa melakukan terapi pengobatan bagi pasien. 

(bx/gek/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia