Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features

Ngurah Pong, Tokoh di Balik Tinju Masuk Desa

24 Oktober 2021, 20: 33: 13 WIB | editor : I Made Mertawan

Ngurah Pong, Tokoh di Balik Tinju Masuk Desa

AA Ngurah Oka Yudanegara alias Ngurah Pong (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tahun 70 hingga 80-an, di Bali terkenal dengan olahraga beladiri tinju yang berkonsep 'Tinju Masuk Desa'. Zaman itu pencarian bibit-bibit petinju muda terus digeber ke daerah-daerah untuk mencari bakat sampai ke lubang jarum.

Di balik program Tinju Masuk Desa tersebut, ada sosok yang getol menghidupkan dunia tinju di Bali kala itu. Sosok itu adalah AA Ngurah Oka Yudanegara atau yang akrab disapa Ngurah Pong. Namun kini, di tanggal 24 Oktober 2021, AA Ngurah Oka Yudanegara telah mengembuskan napas terakhirnya karena sakit.

Sosok Ngurah Pong tentunya memiliki penilaian tersendiri bagi pelaku tinju zaman lawas itu. Salah satunya Harry Trimulia Putra atau yang karib disapa Heri Soto. Harry Trimulia Putra bisa dibilang penerus tongkat estafet dari kepengurusan AA Ngurah Oka Yudanegara dalam dunia tinju amatir. Bahkan, ia tak segan menyebut Ngurah Pong adalah sosok guru. “Saya berkenalan dengan beliau di tahun 97-an, beliau ketika itu menjabat sebagai Ketua Harian Pertina Bali. Setiap ada event tinju, beliau pasti hadir. Banyak event tinju yang digagas beliau seperti perayaan hari bersejarah, hari besar dan salah satunya Tinju Masuk Desa itu. Beliau itu gila tinju, loyal dan tak tanggung-tanggung mensupport tinju amatir Bali bahkan sering pakai biaya sendiri,” ungkap Heri Soto saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (24/10).

Baca juga: Kelapa Bakar Rempah, Minuman Herbal Penambah Imun

Heri Soto sering sharing dengan Ngurah Pong soal bagaimana membina serta membentuk organisasi tinju yang solid dan kuat. Berkat sharing itu pula, Heri Soto pun dipercaya meneruskan tongkat estafet Pertina Bali. “Banyak ilmu yang saya dapatkan dari beliau. Jadi tidak salah saya menyebut beliau itu adalah guru bagi saya di Pertina Bali,” tegasnya.

Selain Harry Trimulia Putra, ada juga sosok Yulianus Leo Bunga. Leo Bunga bisa dibilang pelatih yang masih aktif mendidik petinju Bali dan juga pelatih tim tinju PON Bali yang belum lama ini mengantarkan medali emas di Papua. Leo Bunga sebelum menjadi pelatih, dulunya atlet yang besar di jaman Ngurah Pong menjadi pengurus Pertina Bali. Selain dirinya, ada nama lain lagi seperti I Gusti Made Adi Swandana. “Ajik Ngurah Pong itu bisa dibilang seperti ayah sendiri. Beliau sangat loyal dengan dunia tinju, sosok yang tegas dan bersahaja. Ajik Ngurah Pong tidak tanggung-tanggung untuk membesarkan dunia tinju Bali. Saya salah satunya pernah menjadi bagian di Tinju Masuk Desa itu sebagai atlet di kelas layang (51kg),”  ungkap Leo Bunga.

Sosok Ngurah Pong dianggapnya juga seperti keluarga sendiri. Setiap ia mengikuti kejuaraan di luar daerah, Ngurah Pong selalu mendampingi tim. “Saya ingat waktu kejuaraan tinju di Ambon, beliau ikut mengantar kami. Motivasi dan dedikasinya begitu besar untuk atlet, sampai-sampai tak segan mengeluarkan dana sendiri agar atlet bisa bertanding,” tegasnya.

“Saya pribadi jelas merasa kehilangan beliau, orang yang betul-betul tulus dan semangat membesarkan dunia tinju Bali,” sambungnya.

Leo Bunga pernah mendapat pengalaman ketika sudah beralih menjadi pelatih di tahun 80-an. Di seputaran Jalan Gajah Mada Denpasar, saat itu ada sebuah lapangan basket di belakang toko-toko yang berjejer. Lapangan itu dijadikan tempat latihan petinju-petinju muda di Denpasar.  “Ajik Ngurah Pong lah yang memfasilitasi itu semua. Kami berlatih di sana, di tempat terbuka agar bisa menarik perhatian anak-anak muda jaman itu untuk mempelajari tinju,” tandas Leo Bunga.

(bx/dip/wan/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia