28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Marak Bullying di Sekolah, Luh Djelantik: Kembalikan Pelajaran PMP

Belakangan ini kasus bullying atau perundungan marak terjadi di sejumlah sekolah di Indonesia. Terbaru, kasus perundungan kembali terjadi di sebuah sekolah dasar yang berada di Ternate, Maluku Utara. Dalam video yang beredar di jagad maya, terlihat bocah perempuan di- bully oleh teman sebayanya. Bocah yang tengah duduk di bangku tersebut, kepalanya ditendang oleh teman perempuannya.

Video yang viral itu pun  mendapat sorotan dari  tokoh publik Ni Luh Djelantik. Dalam unggahan Instagramnya, Rabu (23/11), Ni Luh menuliskan keterangan, “Mau dibawa ke mana Indonesia?”

Luh Djelantik mengungkapkan, kasus bullying di sekolah menjadi PR besar di dunia pendidikan. Ia pun meminta agar kurikulum direvisi dan pelajaran PMP diterapkan kembali.

Baca Juga :  Pohon Tempat Bule Telanjang di Marga Berkekuatan Magis, Ini Kisahnya!

“Masukkan pelajaran tata karma dan empati,” tulisnya.

Ni Luh meminta agar orang tua dan anak-anak pembully dipanggil. Jangan sampai anak-anak pelaku bullying merasa bahwa boleh dan wajar menyakiti sesama.

Sementara, dikutip dari laman UNESA, penyebab bullying ada banyak factor. Namun yang sering ditemukan yaitu adanya ketidakseimbangan antara pelaku dan korban. Bisa berupa ukuran badan, fisik, kepandaian komunikasi, gender hingga status sosial. Selain itu, adanya penyalahgunaan ketidakseimbangan kekuatan untuk kepentingan pelaku dengan cara mengganggu atau mengucilkan korban.

Penyebab lain yang menyertai biasanya terkait lingkungan pergaulan yang salah dan pengaruh teman sebaya dan lain-lain. Karena untuk usia SD, anak ada di fase ketekunan versus rendah diri. Percaya diri vs rendah diri sering terjadi di sekolah.

Baca Juga :  Ngamuk tak Mampu Bayar Kos, Bule Lebanon Didatangi Ni Luh Djelantik

Selain itu, bullying kurang mendapat perhatian sehingga jatuh korban. Perhatian yang kurang ini bisa disebabkan karena memang efek bullying yang tidak tampak secara langsung. Juga tidak terendus karena banyak korban yang tidak melapor; entah itu karena takut, malu atau diancam maupun karena alasan yang lain.

Bullying secara kasat mata tampak seperti guyonan biasa kepada anak-anak. Jangan kira ini tidak menimbulkan dampak serius. Ejekan atau olokan secara verbal sangat berbahaya bagi anak.






Reporter: Wiwin Meliana

Belakangan ini kasus bullying atau perundungan marak terjadi di sejumlah sekolah di Indonesia. Terbaru, kasus perundungan kembali terjadi di sebuah sekolah dasar yang berada di Ternate, Maluku Utara. Dalam video yang beredar di jagad maya, terlihat bocah perempuan di- bully oleh teman sebayanya. Bocah yang tengah duduk di bangku tersebut, kepalanya ditendang oleh teman perempuannya.

Video yang viral itu pun  mendapat sorotan dari  tokoh publik Ni Luh Djelantik. Dalam unggahan Instagramnya, Rabu (23/11), Ni Luh menuliskan keterangan, “Mau dibawa ke mana Indonesia?”

Luh Djelantik mengungkapkan, kasus bullying di sekolah menjadi PR besar di dunia pendidikan. Ia pun meminta agar kurikulum direvisi dan pelajaran PMP diterapkan kembali.

Baca Juga :  Ngamuk tak Mampu Bayar Kos, Bule Lebanon Didatangi Ni Luh Djelantik

“Masukkan pelajaran tata karma dan empati,” tulisnya.

Ni Luh meminta agar orang tua dan anak-anak pembully dipanggil. Jangan sampai anak-anak pelaku bullying merasa bahwa boleh dan wajar menyakiti sesama.

Sementara, dikutip dari laman UNESA, penyebab bullying ada banyak factor. Namun yang sering ditemukan yaitu adanya ketidakseimbangan antara pelaku dan korban. Bisa berupa ukuran badan, fisik, kepandaian komunikasi, gender hingga status sosial. Selain itu, adanya penyalahgunaan ketidakseimbangan kekuatan untuk kepentingan pelaku dengan cara mengganggu atau mengucilkan korban.

Penyebab lain yang menyertai biasanya terkait lingkungan pergaulan yang salah dan pengaruh teman sebaya dan lain-lain. Karena untuk usia SD, anak ada di fase ketekunan versus rendah diri. Percaya diri vs rendah diri sering terjadi di sekolah.

Baca Juga :  Ada Bioskop dan Wifi Gratis di Perpustakaan Pemkab Badung

Selain itu, bullying kurang mendapat perhatian sehingga jatuh korban. Perhatian yang kurang ini bisa disebabkan karena memang efek bullying yang tidak tampak secara langsung. Juga tidak terendus karena banyak korban yang tidak melapor; entah itu karena takut, malu atau diancam maupun karena alasan yang lain.

Bullying secara kasat mata tampak seperti guyonan biasa kepada anak-anak. Jangan kira ini tidak menimbulkan dampak serius. Ejekan atau olokan secara verbal sangat berbahaya bagi anak.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/