alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Komang Aryantara, Anak Dagang Sate yang Sukses Tembus Tim Senior Bali United

DENPASAR, BALI EXPRESS – Atlet hebat bisa datang dari mana saja. Tak melihat basic nya seperti apa, tapi jika dilakukan dengan usaha, kerja keras dan sungguh-sungguh pasti akan tercapai. Hal itulah yang dirasakan Komang Aryantara, anak dagang sate yang sukses menembus tim senior Bali United.

 

Komang Aryantara resmi diumumkan naik kelas dari tim muda ke tim senior Serdadu Tridatu, Senin (25/4) siang. Pemain berusia 17 tahun ini berposisi sebagai penjaga gawang. Ia nantinya akan bersaing dengan dua kiper lainnya yakni Nadeo Arga Winata dan Raka Surya Handika.

 

Perjalanan Koming -sapaan akrabnya- hingga menembus tim senior bukanlah hal yang mudah. Koming harus bertarung dengan waktu antara sekolah, membantu orang tua berjualan sate dan cita-citanya sebagai seorang pesepakbola.

 

Naik kelas ke tim senior berarti tantangan semakin berat. Apalagi Aryantara harus bersaing dengan penjaga gawang seperti Nadeo Arga Winata dan Raka Surya. Tapi ia mengaku tidak menyangka bisa mendapat kesempatan berharga ini.

 

“Tidak menyangka bisa ke tim senior. Dulu sepakbola hanya sekadar hobi tapi sekarang seperti mimpi bisa meneken kontrak dengan tim profesional,” ujar siswa kelas XI SMAN 6 Denpasar ini.

 

Komang Aryantara kini sudah menyusul tiga rekannya yang telah lebih dulu berada di tim senior, seperti Gede Agus Mahendra, Kadek Dimas, serta Komang Tri. Bahkan ketiganya kerap memberikan motivasi bagi Koming untuk terus berusaha.

 

“Terimakasih sebesar-besarnya untuk orang-orang yang telah mendukung saya. Yang pasti orang tua, jajaran pelatih serta manajemen Bali United Youth dan di SSB yang sangat mendukung saya dari yang belum bisa apa-apa sampai bisa seperti saat ini,” tuturnya.

 

Jalan Koming untuk mendapat kontrak profesional pertamanya ini juga tidaklah mudah. Sebab selain bermain sepakbola, ia masih harus bersekolah serta bertanggung jawab untuk membantu orang tuanya berjualan. Namun berkat manajemen waktu yang baik, ia bisa mengatasi tantangan tersebut.

 

“Tantangan pasti ada, seperti sering kali jadwal sekolah dan berlatih berbenturan. Jadi saya harus izin ke sekolah terlebih dahulu sebelum berlatih. Selain itu saya juga masih harus membantu orang tua berjualan sate. Harus pintar-pintar bagi waktu,” papar pemuda yang tinggal di Kesiman, Denpasar Timur ini.

 

Koming kerap membantu ibunya berjualan sate di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Saat sebelum atau usai latihan, baik pagi maupun sore, ia selalu menyempatkan diri membantu orang tuanya berjualan. Koming pun memiliki harapan besar untuk karier profesionalnya. Ia bermimpi untuk dapat berkembang dan bisa menembus level internasional. “Saya berharap bisa berkembang dan lebih baik lagi. Astungkara bisa bermain di luar negeri,” harap Komang.

 

Lantas setelah berlatih dengan tim senior nanti, apakah akan tetap membantu orang tua jualan sate? “Tentu saja. Kalau ada waktu pasti saya bantu orang tua jualan sate lagi,” ujarnya.

 

Sementara sang ibu, Ni Nengah Ratmiasih pun turut menyampaikan harapan serta serta doa bagi karier Komang ke depannya. “Harapan saya semoga Koming bisa sukses ke depannya dan menuruti nasihat pelatih dan senior-seniornya. Itu saja pesan saya. Saya tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa merasa bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Bali United untuk kesempatannya pada Komang. Ibu hanya bisa berdoa untuk kesuksesan Komang di masa depan, itu saja,” tutup Ratmiasih.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Atlet hebat bisa datang dari mana saja. Tak melihat basic nya seperti apa, tapi jika dilakukan dengan usaha, kerja keras dan sungguh-sungguh pasti akan tercapai. Hal itulah yang dirasakan Komang Aryantara, anak dagang sate yang sukses menembus tim senior Bali United.

 

Komang Aryantara resmi diumumkan naik kelas dari tim muda ke tim senior Serdadu Tridatu, Senin (25/4) siang. Pemain berusia 17 tahun ini berposisi sebagai penjaga gawang. Ia nantinya akan bersaing dengan dua kiper lainnya yakni Nadeo Arga Winata dan Raka Surya Handika.

 

Perjalanan Koming -sapaan akrabnya- hingga menembus tim senior bukanlah hal yang mudah. Koming harus bertarung dengan waktu antara sekolah, membantu orang tua berjualan sate dan cita-citanya sebagai seorang pesepakbola.

 

Naik kelas ke tim senior berarti tantangan semakin berat. Apalagi Aryantara harus bersaing dengan penjaga gawang seperti Nadeo Arga Winata dan Raka Surya. Tapi ia mengaku tidak menyangka bisa mendapat kesempatan berharga ini.

 

“Tidak menyangka bisa ke tim senior. Dulu sepakbola hanya sekadar hobi tapi sekarang seperti mimpi bisa meneken kontrak dengan tim profesional,” ujar siswa kelas XI SMAN 6 Denpasar ini.

 

Komang Aryantara kini sudah menyusul tiga rekannya yang telah lebih dulu berada di tim senior, seperti Gede Agus Mahendra, Kadek Dimas, serta Komang Tri. Bahkan ketiganya kerap memberikan motivasi bagi Koming untuk terus berusaha.

 

“Terimakasih sebesar-besarnya untuk orang-orang yang telah mendukung saya. Yang pasti orang tua, jajaran pelatih serta manajemen Bali United Youth dan di SSB yang sangat mendukung saya dari yang belum bisa apa-apa sampai bisa seperti saat ini,” tuturnya.

 

Jalan Koming untuk mendapat kontrak profesional pertamanya ini juga tidaklah mudah. Sebab selain bermain sepakbola, ia masih harus bersekolah serta bertanggung jawab untuk membantu orang tuanya berjualan. Namun berkat manajemen waktu yang baik, ia bisa mengatasi tantangan tersebut.

 

“Tantangan pasti ada, seperti sering kali jadwal sekolah dan berlatih berbenturan. Jadi saya harus izin ke sekolah terlebih dahulu sebelum berlatih. Selain itu saya juga masih harus membantu orang tua berjualan sate. Harus pintar-pintar bagi waktu,” papar pemuda yang tinggal di Kesiman, Denpasar Timur ini.

 

Koming kerap membantu ibunya berjualan sate di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Saat sebelum atau usai latihan, baik pagi maupun sore, ia selalu menyempatkan diri membantu orang tuanya berjualan. Koming pun memiliki harapan besar untuk karier profesionalnya. Ia bermimpi untuk dapat berkembang dan bisa menembus level internasional. “Saya berharap bisa berkembang dan lebih baik lagi. Astungkara bisa bermain di luar negeri,” harap Komang.

 

Lantas setelah berlatih dengan tim senior nanti, apakah akan tetap membantu orang tua jualan sate? “Tentu saja. Kalau ada waktu pasti saya bantu orang tua jualan sate lagi,” ujarnya.

 

Sementara sang ibu, Ni Nengah Ratmiasih pun turut menyampaikan harapan serta serta doa bagi karier Komang ke depannya. “Harapan saya semoga Koming bisa sukses ke depannya dan menuruti nasihat pelatih dan senior-seniornya. Itu saja pesan saya. Saya tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa merasa bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Bali United untuk kesempatannya pada Komang. Ibu hanya bisa berdoa untuk kesuksesan Komang di masa depan, itu saja,” tutup Ratmiasih.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/