alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bayi Harus Pakai Tabir Surya Ketika Dijemur, Berikut Aturan Pakainya

DENPASAR, BALI EXPRESS- Berjemur di bawah sinar matahari pagi, selama masa pandemi covid-19, menjadi lifestyle hampir bagi semua orang untuk meningkatkan daya tahan tubuh,  namun demikian sebelum pandemi, trend berjemur sudah menjadi salah satu metode terapi bagi bayi. Seperti apa ketentuan menjemur bayi? Benarkan bayi harus dipakaikan Tabir surya?

Dokter spesialis Anak di Denpasar, dr. IB Gede Suwibawa Putra M.Biomed, Sp.A, mengatakan  menjemur bayi memang sudah diterapkan sejak tahun 1940-an di dunia kedokteran. “Terapi berjemur ini diperlukan karena bayi baru lahir perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D,” jelasnya.

Hal ini diakui dr. Putra karena sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh, sementara vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. 

Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, jadi, menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi memang jadi cara sederhana untuk menambah kadar vitamin D dalam tubuh bayi.

Namun demikian, dalam aktivitas menjemur bayi, orang tua harus memperhatikan beberapa hal, termasuk waktu berjemur, posisi bayi ketika berjemur dan alat perlindungan yang harus dipakai bayi dalam berjemur. “Sebaiknya, ketika menjemur bayi, bayi harus dipakaikan tabir surya dengan minimal SPF 15 tujuannya untuk mencegah iritasi kulit,” lanjutnya.

Selanjutnya harus diperhatikan waktu untuk berjemu, dr. Putra mengatakan menjemur bayi sebaiknya di bawah pukul 10 pagi dan di atas pukul 4 sore. Ini karena di waktu tersebut, radiasi sinar UVB cenderung rendah. Sebaliknya, pukul 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi.

Dan hal yang paling penting adalah, ketika menjemur bayi, diusahakan supaya tidak melepas pakaian si Bayi. karena menururnya melepas pakaian bayi justru bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma.

Selain itu, sebaiknya si bayi dipakaikan kacamata atau jika tidak memungkinkan disarankan untuk menggunakan penutup mata. “Sehingga paparan sinar matahari tidak  berpotensi merusak retina mata bayi,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Berjemur di bawah sinar matahari pagi, selama masa pandemi covid-19, menjadi lifestyle hampir bagi semua orang untuk meningkatkan daya tahan tubuh,  namun demikian sebelum pandemi, trend berjemur sudah menjadi salah satu metode terapi bagi bayi. Seperti apa ketentuan menjemur bayi? Benarkan bayi harus dipakaikan Tabir surya?

Dokter spesialis Anak di Denpasar, dr. IB Gede Suwibawa Putra M.Biomed, Sp.A, mengatakan  menjemur bayi memang sudah diterapkan sejak tahun 1940-an di dunia kedokteran. “Terapi berjemur ini diperlukan karena bayi baru lahir perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D,” jelasnya.

Hal ini diakui dr. Putra karena sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh, sementara vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. 

Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, jadi, menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi memang jadi cara sederhana untuk menambah kadar vitamin D dalam tubuh bayi.

Namun demikian, dalam aktivitas menjemur bayi, orang tua harus memperhatikan beberapa hal, termasuk waktu berjemur, posisi bayi ketika berjemur dan alat perlindungan yang harus dipakai bayi dalam berjemur. “Sebaiknya, ketika menjemur bayi, bayi harus dipakaikan tabir surya dengan minimal SPF 15 tujuannya untuk mencegah iritasi kulit,” lanjutnya.

Selanjutnya harus diperhatikan waktu untuk berjemu, dr. Putra mengatakan menjemur bayi sebaiknya di bawah pukul 10 pagi dan di atas pukul 4 sore. Ini karena di waktu tersebut, radiasi sinar UVB cenderung rendah. Sebaliknya, pukul 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi.

Dan hal yang paling penting adalah, ketika menjemur bayi, diusahakan supaya tidak melepas pakaian si Bayi. karena menururnya melepas pakaian bayi justru bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma.

Selain itu, sebaiknya si bayi dipakaikan kacamata atau jika tidak memungkinkan disarankan untuk menggunakan penutup mata. “Sehingga paparan sinar matahari tidak  berpotensi merusak retina mata bayi,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/