alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sistem Rujukan Pasien Covid-19 Ditata Ulang

DENPASAR, BALI EXPRESS-  Jumlah Pasien Covid-19 yang setiap hari mengalami peningkatan sejak bulan Juni lalu membuat hampir semua rumah sakit mengalami peningkatan aktivitas untuk merawat pasien covid-19. 

Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya Minggu (25/7) mengatakan selain melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik dalam hal penyediaan oksigen, obat-obatan hingga ruang perawatan, pihaknya juga megatakan sistem rujukan pasien covid-19 juga ditata ulang.

“Pasien positif covid, setiap hari jumlahnya semakin meningkat, sehingga diperlukan penataan kembali sistem rujukan dan penambahan kapasitas kamar di setiap rumah sakit,” jelasnya.

Adapun sistem penataan yang diterapkan adalah proses merujuk pasien ke Rumah Sakit Rujukan, khususnya rumah sakit Sanglah. Adapun pasien yang harus segera dirujuk ke rumah sakit Sanglah adalah pasien covid-19 dengan gejala berat dan ibu hamil yang terpapar covid-19.

Kedua jenis pasien ini harus segera dirujuk ke RSUP Sanglah karena kedua jenis pasien ini dikatakannya memerlukan penanganan intensif. “Kgususnya ibu hamil, karena resiko yang timbulkan akibat paparan covid-19 terhadap kehamilan sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Ketika dikonfirmasi Minggu (25/7) mengatakan Kota Denpasar dalam menangani ledakan pasien positif covid-19, sudah melakukan penatalaksaan rujukan sesuai dengan intruksi yang diberikan. “Untuk di rumah sakit rujukuan yakni di RSUD Wangaya, kami menerapkan sistem buka tutul, sehingga bagi pasien dengan gejala berat bisa ditangani dengan ceoat dan optimal,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasien OTG, Dewa Rai mengatakan tidak diarahkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. “Untuk pasien OTG kami isolasi di Hotel, Pemkot Denpasar sudah menyediakan tiga hotel untuk kegiatan isolasi ini,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS-  Jumlah Pasien Covid-19 yang setiap hari mengalami peningkatan sejak bulan Juni lalu membuat hampir semua rumah sakit mengalami peningkatan aktivitas untuk merawat pasien covid-19. 

Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya Minggu (25/7) mengatakan selain melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik dalam hal penyediaan oksigen, obat-obatan hingga ruang perawatan, pihaknya juga megatakan sistem rujukan pasien covid-19 juga ditata ulang.

“Pasien positif covid, setiap hari jumlahnya semakin meningkat, sehingga diperlukan penataan kembali sistem rujukan dan penambahan kapasitas kamar di setiap rumah sakit,” jelasnya.

Adapun sistem penataan yang diterapkan adalah proses merujuk pasien ke Rumah Sakit Rujukan, khususnya rumah sakit Sanglah. Adapun pasien yang harus segera dirujuk ke rumah sakit Sanglah adalah pasien covid-19 dengan gejala berat dan ibu hamil yang terpapar covid-19.

Kedua jenis pasien ini harus segera dirujuk ke RSUP Sanglah karena kedua jenis pasien ini dikatakannya memerlukan penanganan intensif. “Kgususnya ibu hamil, karena resiko yang timbulkan akibat paparan covid-19 terhadap kehamilan sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Ketika dikonfirmasi Minggu (25/7) mengatakan Kota Denpasar dalam menangani ledakan pasien positif covid-19, sudah melakukan penatalaksaan rujukan sesuai dengan intruksi yang diberikan. “Untuk di rumah sakit rujukuan yakni di RSUD Wangaya, kami menerapkan sistem buka tutul, sehingga bagi pasien dengan gejala berat bisa ditangani dengan ceoat dan optimal,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasien OTG, Dewa Rai mengatakan tidak diarahkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. “Untuk pasien OTG kami isolasi di Hotel, Pemkot Denpasar sudah menyediakan tiga hotel untuk kegiatan isolasi ini,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/