Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Features
icon featured
Features
KESEHATAN

Tanda Menopause, Vagina Kering dan Kurang Elastis

25 Oktober 2021, 04: 28: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tanda Menopause, Vagina Kering dan Kurang Elastis

Ilustrasi. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Menstruasi, Mengandung, Melahirkan dan Menopouse merupakan hal yang dialami oleh wanita. Mungkin monepause akan menjadi hal yang tidak nyaman bagi wanita, karena ketika memasuki menopouse wanita akan merasa tidak nyaman dan kehilangan gairah seksualnya.

Untuk itu perlu dikenali seperti apa gejala awal dari menopouse. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Denpasar, dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG (k) mengatakan setiap wanita akan mengalami menopause, yaitu masa ketika siklus menstruasi berakhir secara alami, di usia 40 hingga 50-an." Tanda-tanda menopause tiap wanita berbeda-beda dan terkadang bisa menyerupai masalah kesehatan tertentu," jelasnya.

Dilanjutkan dr. Ita, seorang bisa dikatakan mengalami menopause jika tidak lagi mengalami menstruasi dalam waktu 12 bulan berturut-turut, padahal sebelumnya menstruasinya normal dan teratur.

Baca juga: Pulang Saat Kering, ke Bali Berbekal Pakaian di Badan

Sebagian wanita tidak mengalami gejala apa pun sebelum menopause. Namun, tidak sedikit dikatakan dr. Ita yang mengalami beberapa gejala atau tanda-tanda menopause menjelang berakhirnya masa menstruasi.

Tanda-tanda menopause sebenarnya sudah mulai muncul sejak masa perimenopause, yaitu periode transisi yang terjadi beberapa tahun menjelang menopause. "Pada masa ini, produksi hormon estrogen oleh ovarium secara bertahap sudah mulai berkurang," lanjutnya.

Umumnya, perimenopause berlangsung selama 4 tahun, tapi bisa juga lebih lama atau lebih singkat. Ada beberapa gejala seorang wanita sudah memasuki masa menopause, mulai dari menstruasi yang tidak teratur atau adanya perubahan siklus haid.

Selanjutnya adalah gangguan pada saluran kemih, hal ini terjadi karena akibat jaringan di vagina dan saluran kemih yang menipis dan kehilangan elastisitasnya. dan penurunan kadar estregon ini juga membuat wanita mengalami infeksi saluran kemih.

Menjelang menopause, seorang wnita juga rentan mengalami gangguan psikologis, karena menurunnya produksi hormon estregon sehingga menyebabkan wanita menjelang menopause wanita akan menjadi lebih mudah tersinggung dan sedih, merasa cepat lelah dan tidak bersemangat, serta lebih mudah cemas dan mengalami mood swing. "Jadi Swing Mood pada periode usia 40-50-an menjadi ciri-ciri wanita sedang memasuki periode awal Menopause," lanjutnya.

Gejala lainnya adalah, kesulitan tidur hingga penurunan hormon estrogen yang terjadi saat menopause dapat membuat klitoris menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual, serta vagina menjadi kering dan kurang elastis. "Tanda menopause yang satu ini dapat menyebabkan gairah seks menurun dan wanita menjadi sulit orgasme," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia